Google Berhenti Jual Iklan Berdasarkan Data Tracking Browser Gedung Google di Mountain View, California, AS (Foto: 123RF/bennymarty)

GOOGLE telah menancapkan dominasi di ranah periklanan digital. Raksasa internet itu mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Mereka tidak akan lagi menjual iklan menggunakan informasi yang dapat diidentifikasi secara pribadi dari browser web.

Google telah mengumumkan jika browser Chrome-nya akan menghentikan dukungan untuk cookie pihak ketiga mulai tahun 2022. "Kami menyatakan secara eksplisit bahwa setelah cookie pihak ketiga dihapus, kami tidak akan membuat pengenal alternatif untuk melacak individu saat mereka menjelajahi web. Kami juga tidak akan menggunakannya dalam produk kami," David Temkin, direktur manajemen produk untuk privasi dan kepercayaan iklan di Google, menulis dalam posting blog pada Rabu (3/3).

Baca juga:

Hotel Ruang Angkasa Pertama akan Beroperasi pada 2027

Alih-alih identifikasi tingkat pengguna, Google akan menggunakan aplikasi program interfaces yang "menjaga privasi" dan akan "tetap memberikan hasil untuk pengiklan dan penerbit," tulis Temkin.

Perusahaan tersebut mengakui bahwa sistem periklanan pelacakan khusus pengguna tidak akan lolos dari peraturan di AS, Inggris, Eropa dan tempat lain. Dan, pendekatan tersebut tidak akan "memenuhi ekspektasi konsumen yang meningkat untuk privasi," menurut Temkin seperti diberitakan variety.com (4/3).

Google mencoba meningkatkan keamanan di browsernya Chrome (Foto: 123RF/inkdrop)
Google mencoba meningkatkan keamanan di browsernya Chrome (Foto: 123RF/inkdrop)

Ia mengutip survei Pew Research Center 2019 yang menemukan bahwa 72 persen orang Amerika merasa hampir semua yang mereka lakukan secara online dilacak oleh pengiklan atau perusahaan lain. Sementara, 81 persen mengatakan, potensi risiko yang mereka hadapi karena pengumpulan data lebih besar daripada manfaatnya.

“Orang tidak harus menerima bahwa mereka dilacak di seluruh web untuk mendapatkan manfaat dari periklanan yang relevan. Dan pengiklan tidak perlu melacak konsumen individu di seluruh web untuk mendapatkan manfaat kinerja dari iklan digital,” tulis Temkin.

Baca juga:

Clubhouse Merambah Android

Pergeseran kebijakan oleh Google ini "mengkhawatirkan" bagi pengiklan kecil. Demikian menurut Diana Lee, CEO dan salah satu pendiri agensi digital dan perusahaan teknologi iklan Constellation Agency. Karena, "pada akhirnya mendorong lebih banyak kekuatan dan informasi istimewa ke tangan Big Tech," katanya.

Lee menambahkan, bisnis kecil dan "suara yang terpinggirkan" akan lebih sulit menjangkau audiens mereka karena mereka tidak memiliki akses ke data pihak ketiga atau solusi alternatif.

Pengumuman Google datang saat Apple menerapkan persyaratan keikutsertaan baru bagi pengguna dengan perangkat iOS 14 guna memberikan izin untuk dilacak untuk tujuan periklanan, perubahan yang diharapkan akan diterapkan pada bulan Maret nanti.

Menu di aplikasi Google ads (Foto: 123RF/dimarik16)
Menu di aplikasi Google ads (Foto: 123RF/dimarik16)

Google menyebut solusi privasinya yang ditingkatkan untuk menayangkan iklan bertarget Federated Learning of Cohorts (FLoC). Itu menyembunyikan individu dalam "kerumunan besar orang dengan minat yang sama", seperti yang dikatakan Temkin.

Tim Chrome bermaksud untuk membuat kelompok berbasis FLoC tersedia untuk pengujian publik melalui uji coba asal dengan rilis berikutnya bulan ini, dan Google berencana untuk mulai menguji kelompok berbasis FLoC dengan pengiklan di Google Ads pada Q2 tahun 2021.

Chrome akan memperkenalkan kontrol privasi pengguna baru pada bulan April dan "akan memperluas kontrol ini di rilis mendatang, karena lebih banyak proposal mencapai tahap uji coba awal," tambah Temkin.

Sementara menghentikan penggunaan cookie pihak ketiga secara bertahap, Google akan terus menggunakan data pihak pertama untuk menayangkan iklan di YouTube dan layanan Google lainnya. Selain itu, Google akan tetap "mendukung hubungan pihak pertama di platform iklan kami untuk mitra, di mana mereka memiliki hubungan langsung dengan pelanggan mereka sendiri," kata Temkin. (aru)

Baca juga:

Miliarder Jepang Cari 8 Orang untuk Temani Dirinya ke Bulan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Renovasi Cerahkan Kembali Instalasi 'Out of Order' di London
Travel
Renovasi Cerahkan Kembali Instalasi 'Out of Order' di London

Warnanya kembali ke merah ceri nan cerah.

Ramadan, Menjadi Lebih 'Hijau' dalam 30 Hari
Fun
Ramadan, Menjadi Lebih 'Hijau' dalam 30 Hari

Gerakan pengurangan sampah perlu dilakukan.

Printer Profesional untuk Cetak Foto Berkualitas Tinggi
Fun
Printer Profesional untuk Cetak Foto Berkualitas Tinggi

Spesifikasi canggih printer ini menghasilkan foto berkualitas.

Pandemi Virus Corona Hadirkan Tren Baru di Industri Fesyen
Fashion
Pandemi Virus Corona Hadirkan Tren Baru di Industri Fesyen

Pandemi Virus Corona menghadirkan Tren Baru di Industri Fesyen

Dessert Buah Mangga nan Segar
Kuliner
Dessert Buah Mangga nan Segar

Buah mangga lagi musim nih.

Google Hentikan Extensions Berbayar di Browser Chrome
Fun
Google Hentikan Extensions Berbayar di Browser Chrome

telah memberikan timeline penghentian ekstensi Chrome berbayar secara bertahap.

Ketika Anjing Bisa Mendeteksi Penyakit
Hiburan & Gaya Hidup
Ketika Anjing Bisa Mendeteksi Penyakit

Dari migrain sampai COVID-19.

Benarkah Olahan Daging Kambing Tingkatkan Gairah Seksual?
Fun
Restoran Terisolasi Ini Ada di Alam Liar
Fun
Restoran Terisolasi Ini Ada di Alam Liar

Kamu mau memesan meja makan di hutan atau di laut?

Pameran Spesial Apresiasi 60 Tahun Perjalanan Karier Hayao Miyazaki
ShowBiz
Pameran Spesial Apresiasi 60 Tahun Perjalanan Karier Hayao Miyazaki

Academy Museum of Motion Pictures akan buat pameran untuk hormati 60 tahun perjalanan karier Hayao Miyazaki.