Surviving Lebih Penting Ketimbang Branding Apakah gonta-ganti bisnis dianggap salah? (foto pixabay rawpixel)

SELAMA pandemi COVID-19, homepage media sosial kita biasanya dibanjiri oleh promosi dagangan teman yang berjualan demi menyambung hidup.

Dari yang awalnya jualan baju, buka barbershop, pekerja kantoran, atau bisnis menjual kopi, tiba-tiba berubah haluan menjadi penjual masker, hand sanitizer, dan face shield. Tak sedikit pula yang menjual makanan masakannya sendiri. Lantas, gonta-ganti produk bisnis itu sebenarnya bagus atau enggak sih?

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]:COVID-19 Bisa Ditransmisikan Melalui Barang yang Dibeli dari Tiongkok?

Gupta Sitorus merupakan founder dari SandPiper. (Foto Instagram GuptaSitorus)
Gupta Sitorus merupakan founder dari SandPiper. (Foto: Instagram/@GuptaSitorus)

Gupta Sitorus, CEO Disrupto menganggap dalam konteks pandemi, keberlangsungan hidup menjadi prioritas dibanding positioning sebuah brand atau bisnis. Ia juga menganggap berubah haluan atau berinovasi menjadi tuntutan supaya bisnis bisa jalan terus.

Menurut Gupta, hal ini tidak hanya berlaku di bisnis-bisnis kecil. Contohnya seperti konveksi yang biasanya produksi pakaian, lalu saat ini memproduksi masker. Bisnis-bisnis raksasa dan multinational company mau tidak mau juga harus merubah haluan bisnis mereka.

"Misalnya produsen mobil Amerika Serikat yaitu Ford dan General Motors yang saat ini memproduksi ventilator yang banyak dibutuhkan sektor Kesehatan," jelas founder dari Jakarta Dessert Week itu kepada MerahPutih.com.

Bertahan hidup menjadi taraf sukses selama pandemi. (Foto Instagram GuptaSitorus)
Bertahan hidup menjadi taraf sukses selama pandemi. (Foto Instagram/@GuptaSitorus)

Bagi Gupta, kehadiran COVID-19 juga menjadi pengingat bagi kita untuk bisa lebih kritis dalam menjalankan bisnis. Akan muncul pertanyaan-pertanyaan seperti 'apa yang penting bagi pelanggan anda di saat ini dan di masa depan?', 'dapatkah Anda mendigitalkan produk atau layanan Anda dan mulai menawarkannya secara online?', 'dapatkah Anda menerapkan teknologi untuk menyeimbangkan hilangnya penghasilan dengan menawarkan cara baru untuk terhubung dengan pelanggan Anda?'.

Baca juga:

Dokter Relawan COVID-19 Memprediksi 15 Juta Orang akan meninggal Jika Herd Community Diberlakukan

Di masa pandemi, definisi sukses bagi setiap bisnis pada umumnya adalah untuk survive alias bertahan hidup. Founder dari Sandpiper itu juga menambahkan bisnis tetap memiliki peluang untuk bertahan hidup sampai situasi kembali normal.

Peluang untuk mempertahankan bisnis akan besar jika para pelaku bisnis mampu mengetahui bagaimana cara memaksimalkan aset serta infrastruktur yang ada. Aset dan infrastruktur harus dimanfaatkan untuk membuat produk dan inovasi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar. (shn)

Baca juga:

Cara Mengkritik Bisnis Teman Tanpa Membuatnya Baper

Penulis : shenna shenna
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Apa Benar Junk Food Punya Manfaat untuk Tubuh?
Fun
Twitter Awasi Ketat Tweet Tentang 5G dan COVID-19, Ini Alasannya
Fun
Twitter Awasi Ketat Tweet Tentang 5G dan COVID-19, Ini Alasannya

Beredar informasi tentang teori konspirasi 5G dan COVID-19 di twitter.

Lagu Cinta dari Olaf untuk Kamu Semua yang #DiRumahAja
ShowBiz
Lagu Cinta dari Olaf untuk Kamu Semua yang #DiRumahAja

Beberapa waktu lalu manusia salju favorit kita ini menyanyikan lagu baru khusus untuk semua orang yang tinggal di rumah.

Prom Virtual ala John Krasinski
ShowBiz
Prom Virtual ala John Krasinski

Disebut-sebut sebagai 'the craziest and the weirdest prom ever'.

CEO Nintendo Percaya Switch akan Lebih Panjang Umur daripada Wii
Fun
CEO Nintendo Percaya Switch akan Lebih Panjang Umur daripada Wii

Furukawa mengakui bahwa Nintendo Switch ini sudah masuk pada pertengahan ekspektasi umur konsol

GIIAS akan Hadirkan Konsep Baru di Akhir Tahun 2020
Fun
GIIAS akan Hadirkan Konsep Baru di Akhir Tahun 2020

yakni Gaikindo Jakarta Auto Week

Mengintip Canggihnya PC Gaming Buatan Konami
Fun
Mengintip Canggihnya PC Gaming Buatan Konami

Hadir lengkap dengan keyboard dan headphone.

'Apa Ada Cinta 2045?', Wujud Indonesia 25 Tahun Mendatang
ShowBiz
'Apa Ada Cinta 2045?', Wujud Indonesia 25 Tahun Mendatang

Film ini diklaim akan berbeda dengan film Indonesia lainnya.

Ada 'Hujan Cokelat' Turun di Swiss
Fun
Ada 'Hujan Cokelat' Turun di Swiss

Dari mana asal cokelat-cokelat itu?

Perawatan Menyakitkan yang Harus Dilalui demi Gigi Sempurna Bak Idola Kpop
ShowBiz
Perawatan Menyakitkan yang Harus Dilalui demi Gigi Sempurna Bak Idola Kpop

hampir semua idola pernah melakukan pemutihan gigi.