Gonta Ganti Nama Penanganan COVID-19 Dinilai Bikin Bingung Masyarakat Anggota DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Foto : Dok/Man

MerahPutih.com - Kebijakan pemerintah mengganti nama kebijakan pengendalian COVID-19 dari PPKM darurat menjadi PPKM level 3-4 menuai sorotan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menilai seringnya mengganti istilah akan membuat masyarakat tidak paham dengan kebijakan yang ada.

Baca Juga

Pemerintah Beberkan Alasan PPKM Gunakan Istilah Level

"Akibatnya, banyak yang tidak bisa mengikuti dan melaksanakannya," kata Saleh, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/7).

Kalaupun ada yang berubah, menurutnya, pemerintah hanya perlu menambah peraturan yang ada. Sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang sedang berjalan. Karena itu, tidak perlu mengganti nama. Cukup penjelasan terkait dengan jangkauan dan hal-hal baru di dalam PPKM itu.

"Misalnya, dulu mal bisa dibuka sampai jam 21.00. Sekarang, mal tidak boleh dibuka sama sekali. Nah, aturan ini yang ditambahkan. Namanya, ya tetap sama," lanjut politikus PAN ini.

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Foto: Arief/Man
Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Foto: Arief/Man

Saleh mengakui, meningkatnya eskalasi orang yang terpapar, tidak mudah bagi pemerintah mengambil kebijakan. Dia meyakini, dilanjut atau tidak, keduanya sama-sama memiliki konsekuensi.

Kelihatannya, pemerintah mau menurunkan penyebaran virus COVID-19. Tetapi pada sisi lain, pemerintah tidak mau kalau roda perekonomian terganggu.

"Akibatnya, kebijakan yang diambil selalu setengah-setengah," kritik Saleh.

Saleh berharap, pemerintah bisa mengambil keputusan selangkah lebih maju dengan sebuah agenda kebijakan yang bisa menyelesaikan akar masalah yang sebenarnya.

"Kalau orang sehat, orang bisa bekerja normal. Kalau bisa bekerja normal, ekonomi akan tumbuh lagi," jelas Saleh. (Knu)

Baca Juga

PPKM Level 4, Gibran Berkukuh Tidak Berikan Pelonggaran Aturan Jam Malam

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anak Buah Anies Prediksi Berakhirya Pandemi COVID-19, Kapan Ya?
Indonesia
Anak Buah Anies Prediksi Berakhirya Pandemi COVID-19, Kapan Ya?

Karena kita harus hidup berdampingan dengan COVID-19 dalam tanda kutip

 Meringankan Beban Warga Terdampak PPKM Darurat
Indonesia
Meringankan Beban Warga Terdampak PPKM Darurat

"Sebagai warga kurang mampu kami sangat terdampak dengan PPKM Darurat. Namun, karena ini sudah menjadi keputusan pemerintah, hanya bisa mengikuti saja," kata Sugito.

Hanya 65 Sekolah di Jakarta Utara Gelar PTM
Indonesia
Hanya 65 Sekolah di Jakarta Utara Gelar PTM

Hari ini, sebanyak 610 sekolah di ibu kota mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Diputusnya PTM kembali ini seiring menurunnya kasus COVID-19 yang signifikan. (Asp)

[HOAKS atau FAKTA]: Daging Anjing dan Kucing Dapat Sembuhkan COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Daging Anjing dan Kucing Dapat Sembuhkan COVID-19

Beredar sebuah informasi yang mengklaim bahwa daging anjing dan daging kucing disarankan dokter sebagai obat COVID-19.

Awal Februari, Puluhan Bencana Alam Terjadi di Indonesia Mayoritas Banjir
Indonesia
Awal Februari, Puluhan Bencana Alam Terjadi di Indonesia Mayoritas Banjir

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak puluhan kejadian bencana yang terjadi selama satu pekan awal di bulan Februari 2021 mayoritas adalah banjir.

Ditanya Keinginan Maju Capres 2024, Moeldoko: Kalau Diorbitkan Alhamdulillah
Indonesia
Ditanya Keinginan Maju Capres 2024, Moeldoko: Kalau Diorbitkan Alhamdulillah

"Kalau urusan 2024, pernah kah saya bicara tentang [Pilpres] 2024? Tidak pernah, kalau yang diorbitkan di sana, ya alhamdulillah," kata Moeldoko

Kepgub PPKM Mikro, Restoran di Jakarta Buka Sampai Jam 8 Malam
Indonesia
Kepgub PPKM Mikro, Restoran di Jakarta Buka Sampai Jam 8 Malam

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kini hanya mengizinkan restoran atau tempat makan bukan hanya sampai pukul 20.00 WIB yang sebelumnya 21.00 WIB.

Rachmawati Soekarnoputri Meninggal Dunia karena COVID-19
Indonesia
Rachmawati Soekarnoputri Meninggal Dunia karena COVID-19

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri meninggal dunia pada Sabtu (7/3).

Bandung Membutuhkan Cadangan Oksigen Medis
Indonesia
Bandung Membutuhkan Cadangan Oksigen Medis

"Sampai saat ini posko oksigen belum ada ’buffer stocks’. Jadi bantuan yang ada seperti dari provinsi langsung distribusikan ke rumah sakit," kata Dedi.

Kemenkes Kirim 1,7 Juta Alat Tes COVID-19 ke 98 Kabupaten/Kota
Indonesia
Kemenkes Kirim 1,7 Juta Alat Tes COVID-19 ke 98 Kabupaten/Kota

Sebanyak 1,7 juta alat rapid test antigen akan diberikan untuk fokus pelaksanaan pelacakan (tracing) kasus COVID-19 di 98 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM mikro.