Golkar Trauma Perpecahan Politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia (MP/Ponco Sulaksono)

Merahputih.com - Politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyatakan keputusan musyawarah mufakat dalam munas Golkar sengaja dilakukan karena partai trauma akan peristiwa lima tahun lalu.

"Kami trauma dengan peristiwa lima tahun lalu," kata Doli kepada wartawan dalam sebuah diskusi di Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (7/12).

Baca Juga:

Tak Mau Perkeruh Internal Golkar, Bamsoet Pilih Satu Gerbong dengan Airlangga

Pada 2015, Golkar sempat diterpa isu pecah karena terbagi menjadi dua kubu yakni kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie.

"Pengalaman itu kemudian membangun kesadaran ke seluruh peserta munas agar tidak terulang," ucap dia.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: MP/Ismail)
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: MP/Ismail)

Isu tak demokratis itu bergulir ketika rumor adanya intervensi dari Istana Negara yang kemudian diikuti dengan langkah mundur Bambang Soesatyo dari bursa pemilihan calon ketua umum.

Ketua Tim Pemenangan Bambang Soesatyo, Taufik Hidayat, menyebut ada tiga menteri mengintervensi munas ini.

Baca Juga:

Golkar Ajukan Capres Sendiri, Agung Laksono Sodorkan Airlangga Hartarto

Sementara, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pun membantah ada intervensi dari Istana dalam kontestasi perebutan kursi ketua umum. Ia mengatakan para pemilik suara di munas adalah Dewan Pimpinan Daerah tingkat I dan II Partai Golkar. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH