Golkar Nonaktifkan Bupati Bekasi dari Partai dan Tim Jokowi-Ma'ruf Amin Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily (kiri) memberikan keterangan terkain Neneng Hasanah (ist)

Merahputih.com - Partai Golkar menonaktifkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dari kepengurusan partai setelah ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korusi (KPK) karena terkait kasus korupsi proyek Meikarta.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan Ketua DPD Golkar Bekasi tersebut secara otomatis dinonaktifkan pasca digelandang KPK dari kediamannya, Senin (15/10).

"Dasarnya adalah pakta integritas yang telah ditandatangani antara Partai Golkar dengan seluruh kader Golkar yang menjadi kepala daerah jika memang melakukan tindakan korupsi maka dia harus mundur sebagai pengurus partai golkar," kata Ace kepada awak media di Posko Cemara, Selasa (16/10).

Selain itu kata Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf itu, Neneng juga langsung diberhentikan dari susunan tim pemenangan daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf wilayah Bekasi.

"Saya tadi sudah berkomunikasi dengan ketua TKD Jawa Barat, kang Dedi Mulyadi, beliau bilang akan segera diganti dari kepengurusan tim di TKD Jawa Barat. Jadi kepengurusan dia sebagai tim kampanye daerah di jawa barat pun juga sudah harus digantikan," ucap Ace.

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin di Gedung KPK (MP/Ponco)

Sebelumnya, KPK menangkap dan menetapkan Neneng sebagai tersangka, Senin (15/10). Neneng diduga menerima suap terkait proyek perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

"Setelah pemeriksaan dan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji pada bupati dan kawan-kawan terkait izin Meikarta," ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.

Neneng diduga dijanjikan uang Rp13 miliar oleh pengembang Lippo Group. Hingga saat ini, menurut Syarif, baru terjadi penyerahan Rp7 miliar melalui sejumlah pejabat di Pemkab Bekasi. (fdi)

Kredit : fadhli

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH