Golkar Fokus Naikkan Suara di Pemilu 2024 Sebelum Ajukan Capres Sendiri Politisi Senior Partai Golkar, Akbar Tanjung saat ditemui dalam acara Sarasehan Kebangsaan "Membangun SDM Indonesia Unggul Menuju Negara Maju" di Senayan, Jakarta, Sabtu (19/10/2019). (ANTARA/ Abdu Fa

MerahPutih.com - Akbar Tanjung mengemukakan tugas utama Golkar ke depan adalah menaikan perolehan suara Golkar dan menjadi pemenang pada Pemilu 2024. Jika sudah menjadi pemenang, relatif mudah mencari dan menetapkan Capres.

"Lebih baik kita fokus dulu apa yang jadi kepentingan utama organisasi kita, yaitu kita naikan perolehan suara dan Insya Allah kita jadi pemenang," ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/12).

Baca Juga

Luhut dan JK Dapat 'Jatah' di Golkar

Dia menyebut pengalaman Aburizal Bakrie (ARB) dalam memperjuangkan dirinya sebagai Capres. Menurutnya ARB terlalu cepat deklarasikan Capres. Akibatnya tidak fokus bekerja menaikkan suara PG.

"Saya pikir sebaiknya kita fokus. Pengalaman kita juga mengatakan begitu. Sama pada tahun berapa itu kita mencalonkan ARB sebagai presiden tetapi perolehan suara kita turun. Itu jadi enggak fokus apa yg menjadi agenda utama kita. Kita pernah jadi pemenang pada tahun 2004, sehingga fokus kita di situ saja," jelasnya.

Politikus senior Golkar Akbar Tanjung (dua kiri) (MP/Kanugraha)
Politikus senior Golkar Akbar Tanjung (dua kiri) (MP/Kanugraha)

Saat ditanya penyebab suara Golkar terus turun, dia katakan itu menjadi tugas ke depan. Dewan Pimpinan Pusat harus meneliti apa penyebabnya dan mencarikan solusi menaikkan perolehan suara.

Baca Juga

Golkar Ajukan Capres Sendiri, Agung Laksono Sodorkan Airlangga Hartarto

"Kita tidak mengkaji di mana kekurangan dan kelemahan kita pada sebelumnya. Akibatnya kita tidak fokus hadapi agenda berikutnya. Fokus menghadapi agenda berikutnya jika kita bisa bangun soliditas partai. Kemudian menyiapkan kader untuk jadi penerus, dan angkat isu-isu yang sejalan dengan aspirasi rakyat," tutup Akbar.

Pernyataan serupa disampaikan Sekjen Partai Golkar (PG) Lodewijk Freidrich Paulus. Sama seperti Akbar, dia menyebut terlalu dini mencalonkan Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.

Mereka masih fokus pada kerja-kerja politik lima tahun mendatang. Yang sudah ditunggu di depan mata adalah memenangkan Pilkada serentak 2020.

Baca Juga

Airlangga Hartarto Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum Golkar

"Jadi sebenarnya kan itu wacana, tapi saya katakan terlalu dini kita menceritakan atau mencalonkan pak Airlangga sebagai sebagai calon seorang presiden. Kita selesaikan dulu step by step. Tahun 2020 ini kita akan menghadapi pilkada serentak di 270 titik. Ya kita pegang itu saja dulu," kata Lodewijk. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH