Golkar Bergejolak Jelang Munas Karena Perebutan Posisi Strategis Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (kedua kanan) menyambut kedatangan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) di Widya Chandra, Jakarta (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Merahputih.com - Pengamat politik Ade Reza Hariyadi menilai dinamika yang mulai muncul di dalam internal Partai Golkar bukan disebabkan kegagalan kepemimpinan Airlangga Hartarto atau faktor eksternal.

Menurutnya, dinamika politik di tubuh Golkar terjadi karena faktor persaingan internal merebut posisi strategis partai.

BACA JUGA: Kubu Bamsoet Ungkit Vitalnya Restu Jokowi dalam Sejarah Suksesi Ketum Golkar

"Saya kira lebih kepada internal 'power struggle' yang didorong oleh akses terhadap kendali internal partai," ujar Ade Reza Hariyadi di Jakarta, Senin (8/7).

Secara umum terdapat tiga faktor yang dapat menyebabkan gejolak internal partai pasca-pilpres. Ketiganya yaitu persaingan internal, kegagalan pengurus sebelumnya, serta faktor eksternal berupa campur tangan pemenang pilpres guna memastikan loyalitas partai terhadap pemerintahan ke depan.

Presiden Joko Widodo (kanan) dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berolahraga di kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/3). (ANTARA FOTO/Biropers-Muchlis)

Berdasarkan ketiga faktor itu, kata dia, gejolak internal Golkar kemungkinan besar terjadi atas dasar faktor pertama yakni persaingan internal, untuk merespons peluang mengakses kekuasaan pemerintahan pasca-pilpres.

Sebab, seperti dikutip Antara, sejauh ini Golkar tampak solid dan loyal terhadap pemerintahan Jokowi terutama pada saat kampanye pilpres lalu.

BACA JUGA: Golkar Sulsel Siap Menangkan Bamsoet, Nurdin Halid: Itu Salah Besar

Selain itu pencapaian Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto pada pemilu legislatif juga masuk kategori cukup baik, karena mampu mematahkan sejumlah prediksi lembaga survei pasca-kasus Setya Novanto. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH