GNPF tidak Tahu Rizieq Diperiksa Polisi Arab Saudi, Kapitra Ampera Sebar Hoax? Imam Besar FPI, Rizieq Shihab berorasi di atas mobil komando (MP/Dery Ridwansyah)

Merahputih.com - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama membantah soal penangkapan Imam Besar FPI, Rizieq Shihab oleh otoritas kepolisian Arab Saudi akibat pemasangan bendera Hizbut Tahrir di rumahnya.

"Adapun terkait berita yang disampaikan oleh Kapitra yang sudah bukan pengacara IB HRS, selain sudah dicabut secara lisan sejak lama, juga yang pastinya Kapitra sudah bukan anggota Tim GNPF Ulama lagi," ujar anggota GNPF Ulama yang juga pengacara Rizieq, Damai Hari Lubis dalam keterangan tertulis, Rabu (7/11).

"Karena beliau IB HRS memberi kuasa kepada GNPF Ulama. Bukan kepada perorangan. Jadi beritanya adalah sekedar asumsi pribadi jauh dari kebenaran saat ini," sambungnya.

Pernyataan itu membantah pernyataan dari Kapitra Ampera, yang mengklaim masih merupakan pengacara Rizieq Shihab. Kapitra menyatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi dari Makkah bahwa Rizieq pada selasa (6/11) diperiksa polisi Arab Saudi.

Habib Rizieq Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI). (MP/Dery Ridwansyah)

Dalam perkara pemasangan bendera itu, Kapitra meragukan bahwa yang memasang bendera Hizbut Tahrir itu Habib Rizieq sendiri. Ia curiga ada pihak lain yang sengaja meletakan bendera Hizbut Tahrir di kediaman HRS.

Sementara itu, Damai Lubis mengaku tak mendapatkan informasi bahwa Rizieq diperiksa. "Kami selaku tim pengacara Imam Besar Habib Rizieq Syihab (IB HRS) selaku anggota GNPF Ulama, menyampaikan berita bahwa kami tidak pernah tahu atau dengar tentang diperiksanya IB HRS oleh pihak penegak hukum negara Saudi," ucapnya.

"Karena beliau tetap ingin ke Malaysia untuk mempertahankan disertasi gelar doktornya di sebuah perguruan tinggi di negeri jiran tersebut dan lanjut berkeinginan pulang ke Tanah Air," beber Damai. (fad)

Kredit : fadhli

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH