Givenchy, Desainer Beken yang Sempat Belajar Hukum Perancang busana Givenchy. (Foto: Instagram/@Givenchy)

HUBERT de Givenchy adalah desainer favorit artis dan first lady. Pendiri rumah mode Givenchy ini wafat Senin (12/3) lalu pada usia 91 tahun.

Duka pun menyelimuti dunia fesyen. Apalagi karya sang ‘Master of Elegant’ itu telah banyak membalut tubuh selebritas dunia. Rancangan Givenchy terkenal dengan garis desainnya yang mengedepankan siluet feminin dan klasik.

Karya pertamanya pertama kali dipamerkan di Paris. Saat itu usianya baru 24 tahun. Meski usianya masih muda, rancangan karya Givenchy tidak dapat dipandang sebelah mata.

Di tahun 1952 saja, rancangannya yang berciri khas glamor sudah dihargai Rp7 juta. Padahal itu adalah koleksi pertamanya.

Tidak usah heran kalau rancangan-rancangan Givenchy terkesan eksklusif dan berkelas. Sejak kecil ia telah terbiasa melihat kain-kain berkualitas dan berkelas koleksi kakeknya. Sang kakek dahulu adalah petinggi di industri karpet Beauvais dan Goblin.

Rancangan Givenchy
Rancangan Givenchy. (Foto: Instagram/@Givenchy)

Kakeknya pula lah yang membimbingnya sejak dia masih balita, setelah ia ditinggal meninggal ayahnya pada usia dua tahun. Datang dari keluarga bangsawan, pria tampan ini semula diharapkan bakal menjadi pengacara.

Mengikuti keinginan sang kakek, Givenchy pun menimba ilmu hukum. Di tengah perjalanan, dia masuk sekolah seni Ecole des Beaux-Arts di Paris. Negara ini menjadi tempat tinggalnya sejak usia 17 tahun.

Desainer idolanya adalah Cristobal Balenciaga. Sempat berniat memberikan buku sketsa karyanya kepada Balenciaga, namun ia dihalangi sang penerima tamu dengan alasan perancang ternama itu tidak pernah menerima tamu.

Sebelum membuat rumah mode, dia magang di Jacques Fath, Robert Piguet, dan Elsa Schiarapelli. Sukses di Paris, Givenchy pun melebarkan sayap ke New York. Di sana lah ia berkenalan dengan Balenciaga dan bersahabat hingga perancang asal Spanyol itu tutup usia pada 1972.

Dari Balenciaga dia belajar banyak, terutama soal detail pada busana. Pria ini sungguh-sungguh menginspirasinya dalam merancang busana.

Kini pria berpostur tinggi dan tampan itu telah tiada. Namun karya-karyanya tetap abadi, terutama di kalangan pencinta rancangannya. (*)

Kredit : rina

Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH