Giliran Terlapor Keluar Kota Absen Mediasi, Luhut Maunya Langsung Pengadilan Menko Marves Luhut Panjaitan mendatangi Polda Metro Jaya terkait laporannya terhadap Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Merahputih.com - Proses mediasi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dengan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti menemui jalan buntu. Agaknya, Polda Metro Jaya terpaksa harus membawa kasus ini pengadilan setelah berulang kali dilakukan mediasi.

Jika saat mediasi kedua pada Senin 1 November silam batal karena Menko Luhut tidak bisa hadir karena menemani lawatan luar negeri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam KTT G20 di Roma Italia, kini giliran terlapor yang absen dalam mediasi hari ini.

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Tunda Mediasi Haris Azhar dengan Luhut

Luhut sudah tiba Polda Metro Jaya, Senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Ketidakhadiran terlapor itu memicu sikap Luhut untuk tidak akan lagi mau menerima proses mediasi ke depannya, tetapi langsung saja diproses di pengadilan.

"Tidak usah ada (mediasi) lagi, kalau dia yang salah ya salah, kalau saya yang salah, ya saya gitu," ujar Luhut, yang tampil dengan masker putih, kepada media di Polda Metro Jaya, Senin (15/11).

Baca Juga:

Setelah Luhut, Kini Giliran Haris Azhar dan Fatia Kontras Bakal Dimintai Keterangan

Kepada wartawan, Luhut mengungkapkan kekecewaan karena kedua terlapor tidak mau hadir dalam mediasi. Agenda mediasi ketiga ini kembali gagal dilakukan lantaran pihak Haris dan Fatia berhalangan hadir karena masih bertugas di luar kota.

"Tidak tahu istilahnya apa, tapi yang penting saya sudah datang mediasi, tapi saudara Haris tidak datang ya sudah," ungkap pembantu Presiden Jokowi itu.

Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar (tengah) bersama Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti (kanan), Kepala Advokasi dan Pengacara LBH Jakarta Nelson Simamora (kedua kiri) dan Kuasa Hukum Pieter Ell (kedua kanan) memperlihatkan surat undangan mediasi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10/2021). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.
Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar (tengah) bersama Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti (kanan), Kepala Advokasi dan Pengacara LBH Jakarta Nelson Simamora (kedua kiri) dan Kuasa Hukum Pieter Ell (kedua kanan) memperlihatkan surat undangan mediasi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10/2021). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.

Diketahui, Luhut melaporkan Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia ke Polda Metro Jaya pada Rabu (22/9) atas dugaan pencemaran nama baik dan berita bohong. Laporan Luhut teregister dengan nomor LB/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Luhut tidak terima atas pernyataan Haris dan Fatia pada program NgeHAMtam berjudul "Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jendral BIN Juga Ada!!", yang ditayangkan di akun channel YouTube Haris Azhar.

Adapun, polisi tercatat sudah tiga kali memfasilitasi upaya mediasi. Agenda mediasi pertama antara Luhut dan Haris-Fatia ditunda lantaran, penyidik memiliki agenda khusus. Kemudian, agenda mediasi kedua tertunda lantaran Luhut tengah dinas dalam pertemuan G20 di Italia. Agenda mediasi ketiga ini kembali gagal lantaran pihak terlapor yang kali ini berhalangan hadir karena masih bertugas di luar kota. (Knu)

Baca Juga

Bakal Dipertemukan dengan Luhut, Haris Azhar Irit Bicara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jalanan Jakarta Bakal Dibuat Sepi saat Malam Tahun Baru
Indonesia
Jalanan Jakarta Bakal Dibuat Sepi saat Malam Tahun Baru

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berencana untuk memberlakukan crowd free night (CFN) atau aturan pembatasan kendaraan dan pejalan kaki di malam tahun baru.

Kereta Commuter Tambah Batas Keterisian Penumpang, Jadi 80 sampai 100 Persen
Indonesia
Kereta Commuter Tambah Batas Keterisian Penumpang, Jadi 80 sampai 100 Persen

Kebijakan merujuk Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 57 tahun 2022.

Kunci Indonesia Hindari Gelombang 3 COVID-19 Versi Epidemiolog UI
Indonesia
Kunci Indonesia Hindari Gelombang 3 COVID-19 Versi Epidemiolog UI

Selain vaksinasi, banyak orang yang sudah memiliki antibodi COVID-19 secara alami karena pernah terinfeksi

Wali Kota Bandung Oded M. Danial Meninggal Saat Hendak Jadi Khatib Jumat
Indonesia
Wali Kota Bandung Oded M. Danial Meninggal Saat Hendak Jadi Khatib Jumat

Belum ada informasi resmi terkait penyebab meninggalnya Wali Kota yang terpilih pada 2018 ini.

Cegah Aksi Tawuran dan Narkoba, Polisi Sediakan Sasana Tinju
Indonesia
Cegah Aksi Tawuran dan Narkoba, Polisi Sediakan Sasana Tinju

Kepolisian Sektor (Polsek) Cilandak menyediakan sasana tinju bagi anak muda guna mencegah pemakaian narkoba dan tawuran serta mampu mencetak prestasi di wilayahnya.

Buruh Ancam Demo Besar-besaran jika Anies tidak Banding Putusan PTUN soal UMP DKI
Indonesia
Buruh Ancam Demo Besar-besaran jika Anies tidak Banding Putusan PTUN soal UMP DKI

Winarso pun mengancam akan mengerahkan anggota KSPI untuk demo jika Anies tidak melakukan banding atas putusan PTUN

Wapres Datangi Palu Pantau Progres Pemulihan Pascabencana Tsunami
Indonesia
Wapres Datangi Palu Pantau Progres Pemulihan Pascabencana Tsunami

Di hari kedua, Jumat (7/1), Wapres diagendakan memimpin rapat sosialisasi Mal Pelayanan Publik (MPP) dan pemberdayaan UMKM di Kantor Gubernur Sulteng.

Partai Buruh Kampanye Hapus Slogan 'Ambil Uangnya Jangan Pilih Orangnya' di 1 Mei 2022
Indonesia
Partai Buruh Kampanye Hapus Slogan 'Ambil Uangnya Jangan Pilih Orangnya' di 1 Mei 2022

Praktik politik uang berpotensi menghasilkan calon legislatif yang syarat akan budaya korupsi.

Perluasan Ganjil Genap Jakarta, Ratusan Kendaraan Terjaring Melanggar
Indonesia
Perluasan Ganjil Genap Jakarta, Ratusan Kendaraan Terjaring Melanggar

Penerapan aturan ganjil genap di 26 ruas jalan Jakarta mulai diberlakukan sejak Senin (6/6).

Malam Pergantian Tahun Tanpa Kembang Api dan Petasan
Indonesia
Malam Pergantian Tahun Tanpa Kembang Api dan Petasan

Kepolisian Polda Metro Jaya juga berencana akan menutup jalan-jalan utama ibu kota agar tidak ada keramaian orang di saat malam tahun baru.