Gigih dan Pantang Menyerah, dari Sales Susu Keliling Darini Raih Kesuksesan Darini (kebaya merah) pantang menyerah meraih kesuksesan. (foto: MP/Ikhsan Digdo)

RUMAH demi rumah ia ketuk. Namun, setiap penghuni rumah yang ia datangi enggak tertarik membeli produk susu yang ia tawarkan. "Saya sempat down waktu itu. Pengin keluar, soalnya banyak penolakan," cerita Darini, seorang penjual susu keliling merek Cimory saat ditemui Merahputih.com, beberapa waktu lalu.

Ia bergabung menjadi sales merek susu itu sejak 2015. Sebelumnya, dia hanya menjual kue keliling di kawasan tempat tinggalnya di Ciledug, Tangerang. Ia menggeluti profesi pedagang kue keliling selama dua tahun. "Saya jualan kue keliling dari 2013 sebelum bergabung sebagai sales susu,” cerita dia.

Pada 2015, seorang teman mengajaknya untuk bergabung menjadi sales produk susu itu. Ia pun mendapatkan pembinaan dari staf perusahaan susu itu di masjid dekat rumahnya. "Awalnya ketemu teman, dia ngajak saya gabung. Kita dibina di masjid-masjid deket rumah waktu itu,” kata dia mengingat kala itu.

Namun, ternyata menjadi seorang sales susu keliling enggak semudah yang ia kira. Darini pun sempat menyerah. Pekerjaan itu enggak mudah, kata dia. Apalagi untuk mendapatkan pelanggan yang mau membeli produk susu yang ia pasarkan.

Apalagi penghasilannya bergantung dari omzet yang ia hasilkan. Karena sistem pembagian upah untuknya berdasarkan komisi dari jumlah produk susu yang bisa ia jual, penghasilan dia pun saat awal-awal bergabung dengan merek susu itu di bawah UMR.

darini
Saat awal menjadi sales susu, Darini menghadapi banyak kesulitan. (foto: MP/Ikhsan Digdo)

Namun, setelah berjuang dan pantang menyerah, usaha Darini berbuah hasil. Ia mendapatkan komisi dengan jumlah angka yang fantastis. Enggak tanggung-tanggung, ia berhasil mendapatkan komisi dengan senilai dua digit. "Saya berhasil mendapatkan omzet Rp37 juta dalam sebulan. Komisi untuk saya dengan jumlah tersebut sekitar Rp10 juta," cerita perempuan 42 tahun ini.

Dia bisa mencapai penghasilan tersebut bermodalkan kesabaran dan ilmu komunikasi yang ia dapatkan dari staff pembina dari perusahaan susu itu. Alhasil, calon pelanggan yang tadinya menolak membeli produk susu yang ia jual malah menjadi pelanggan tetapnya. "Masak orang lain bisa saya enggak. Jadi saya merasa harus bisa,” tuturnya.

Sekarang, Darini bisa lebih santai dalam memasarkan produk itu. Ia sudah memiliki banyak pelanggan tetap. Ia hanya berkeliling memasarkan susu selama 3 jam di pagi hari. Di siang hari, ia beristirahat di rumah. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya di sore hari. Kurang lebih, kata dia, di sore hari dia hanya berkeliling menawarkan susu ke rumah-rumah di perumahan sekitar Ciledug selama 2 jam.

Bahkan, terkadang dia hanya keluar mengantar susu di sore hari karena para pelanggan terlebih dahulu memesan susu melalui pesan singkat di ponsel. "Jadi di pagi hari saya bisa masak dan antar anak sekolah. Baru deh sorenya saya mengantar susu ke rumah pelanggan," imbuh perempuan asal Jawa Timur ini.

Dia juga pintar mengelola uang dari penghasilannya. Setelah menabung beberapa tahun, hasil komisi yang ia dapat ia depositokan dan belikan tanah di daerah. "Alhamdulillah, saya sekarang sudah punya deposito sebesar Rp100 juta. Saya juga punya tanah sebesar 3.000 meter di Ngawi," ungkapnya tersenyum

Namun, ia juga enggak menampik terkadang pelanggan tetapnya bosan membeli produk susunya. Namun, Darini enggak terlalu memikirkan hal itu. Selama ia masih mau berusaha, target-target penjualannya bisa ia capai. "Alhamdulillah, selama saya bergabung di sini, keinginan saya selalu tercapai. Saya juga bisa membantu orangtua saya," pungkasnya.(ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH