Gibson Diambang Kebangkrutan! Ikon musik popular, Gibson terlilit hutang. (Foto: Gibson)

PERUSAHAAN gitar paling terkenal di dunia, Gibson, diambang kebangkrutan. Sejak berdiri 116 tahun yang lalu, perusahaan ini bisa menutup usahanya.

Minggu lalu CEO Gibson, Henry Juszkiewicz berbicara pada pers perihal kabar yang menyebutkan Gibson mengalami kebangkrutan. Juszkiewicz mengatakan Gibson tidak mengalami kebangkrutan hanya berada dalam kondisi kesulitan keuangan.

Menurut Billboard, Gibson Brands Inc., harus membayar hutang sebesar Rp5,12 miliar dan hutang bank sebesar Rp1,98 miliar. Kedua hutang tersebut harus segera dibayarkan dalam waktu dekat ini.

Juszkiewicz yang menjadi CEO Gibson sejak tahun 1992 itu menuturkan bahwa kondisi pasar saat ini juga tidak menguntungkan. Perubahan pasar retailer saat ini tersaingi oleh eksistensi e-commerce. Kondisi seperti itu yang kemudian mengancam kelangsungan hidup retailer yang berdampak pula pada Gibson.

Meskipun Juszkiewicz mengharapkan adanya perbaikan atmosfir dari tahun ke tahun namun ratailer sendiri memiliki tekanannya sendiri. Kondisi ini yang membuat pergerakan penjualan menjadi tersendat.

slash
Slash, gitaris yang erat dengan Gibson Les Paul. (Foto: Daily Express)

CEO Juszkiewicz yang mengakuisisi Gibson di tahun 1992 itu berusaha mencari sumber pendanaan lain untuk menutupi obligasi yang sudah mendekati jatuh tempo. Ia pun tengah berusaha menaikan revenuenya yang merosot dari Rp28,6 triliun menjadi Rp23,2 triliun selama tiga tahun belakangan ini.

Gibson mengalami kesulitan sejak pasar saham merosot di tahun 2008, kemudian pasar retail mengalami penurunan hingga 30%, demikian Juszkiewicz menyampaikan pada Billboard. Untuk pasar retail lainnya sudah mengalami peningkatan yang baik, namun pasar retail gitar atau instrumen musik masih mengalami masa krisis. Retailernya masih ada namun tingkatannya sudah merosot jauh.

Gitar seperti alat musik lainnya layaknya pakaian yang hendak dibeli orang. Harus ada proses mencoba dan merasakan gitar. Agak sulit bila gitar dijual pada e-commerce meskipun tidak mustahil. Juszkiewicz memang mencari situs yang dapat langsung menjual kepada pembelinya dengan kondisi seperti retail.

Gibson Brands, Inc., dahulunya dikenal dengan Gibson Guitar Corp., yang bergerak dalam bidang pembuatan gitar dan instrumen lainnya. Termasuk pembuatan alat-alat rumah tangga dan elektronik. Perubahan nama kepemilikan itu terjadi di bulan Juni 2013.

Gibson Les Paul
Gitar Gibson Les Paul menjadi ikon musik rock. (Foto: Gibson)

Pendiri perusahaan ini adalah Orville Gibson di tahun 1902 yang memakai nama The Gibson Mandolin-Guitar Mfg. Co., Ltd. Awalnya perusahaan ini berada di Kalamazoo, Michigan yang meneruskan usaha keluarganya membuat mandolin.

Penemuan perusahaan ini adalah membuat gitar archtop dengan konstruksi sama dengan archtop yang dipakai pada biola. Tahun 1930 Gibson membuat gitar akustik flattop yang merupakan produk komersil pertama mereka.

Perusahaan ini kemudian banyak perpindah tangan, tahun 1944 dibeli oleh Chicago Musical Instruments. Lalu berpindah tangan lagi di tahun 1969 pada Ecuadorian Company Limited yang kelak berganti nama menjadi Norlin Corporation.

Selain gitar akustiknya yang melegenda, gitar Gibson lainnya yang menjadi ikon dunia musik adalah Gibson Les Paul yang didesain oleh Ted McCarty dan Les Paul. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH