Gibran Tanggapi Soal Bully terhadap Jokowi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Wali Kota Solo yang juga anak sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, mengomentari ejekan atau bullying terhadap sang ayah.

"Bapak (Jokowi) diejek biasa saja. Itu sudah terjadi berulang kali, ya biarkan saja," ujar Gibran, Jumat (20/8).

Dikatakannya, sebagai pemimpin sudah menjadi resiko yang harus diterima. Bahkan, ia pun mengaku juga mendapatkan bully selama menjadi Wali Kota Solo.

Baca Juga:

Persis Solo Tunggak Gaji 7 Pemain, Gibran Salahkan Manajemen Lama

"Saya juga sering di-bully, tidak masalah ndak usah ditanggapi, santai saja," katanya.

Suami Selvi Ananda ini menegaskan, selama terjadi bully-an tidak pernah sekalipun melaporkan kejadian itu ke polisi.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat meninjauk vaksinasi COVID-19. (MP/Ismail)
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat meninjauk vaksinasi COVID-19. (MP/Ismail)

Ia pun memilih diam karena jika ditanggapi itu akan menguras tenaga.

"Sekarang kan masa pandemi, kita fokus ke kegiatan produktif saja. Kalau ngurus seperti itu tidak ada habisnya," papar dia.

Baca Juga:

Solo Bertahan Level 4, Gibran Belum Izinkan Mal Buka

Ia pun mengajak masyarakat untuk berpikir positif di tengah pandemi. Terutama dalam hal penanganan corona agar ekonomi Solo cepat bangkit.

"Kita fokus pemulihan ekonomi saja. Soal (bully) biarkan saja," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Persiapan Bergulirnya Liga 2, Gibran Vaksin Ribuan Pasoepati

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Peningkatan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Jombang
Foto
Peningkatan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Jombang

Petugas memakamkan jenazah pasien covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang

Legislator Gerindra Usul Koruptor Rp 100 Miliar Dituntut Hukuman Mati
Indonesia
Legislator Gerindra Usul Koruptor Rp 100 Miliar Dituntut Hukuman Mati

Anggota Komisi III Fraksi Gerindra Habiburokhman mengusulkan agar pelaku korupsi yang merugikan keuangan negara di atas Rp 100 miliar dituntut pidana hukuman mati.

DPD Bantah Kabar M Taufik Didepak dari Gerindra
Indonesia
DPD Bantah Kabar M Taufik Didepak dari Gerindra

M Taufik menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat DPD Gerindra DKI dan menjadi Wakil Ketua DPRD DKI.

Masyarakat yang Sedang Isolasi Mandiri Tak Perlu Panik Borong Oksigen
Indonesia
Masyarakat yang Sedang Isolasi Mandiri Tak Perlu Panik Borong Oksigen

Tabung oksigen langka menyusul peningkatan angka COVID-19

Unit Usaha Syariah Bank DKI Salurkan Pembiayaan Rp 64 Triliun di 2021
Indonesia
Unit Usaha Syariah Bank DKI Salurkan Pembiayaan Rp 64 Triliun di 2021

UUS Bank DKI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 6,40 triliun per Desember 2021, atau tumbuh sebesar 6,8 persen dari Rp 5,99 triliun per Desember 2020.

Bencana Hidrometeorologi Mengintai Wilayah Yogyakarta, BMKG Imbau Warga Waspada
Indonesia
Bencana Hidrometeorologi Mengintai Wilayah Yogyakarta, BMKG Imbau Warga Waspada

Bencana hidrometeorologi mengintai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

[Hoaks atau Fakta]: Batik Air Jemput WNI di Afghanistan
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Batik Air Jemput WNI di Afghanistan

Menteri Luar Negeri RI melalui media sosial twitternya pada 20 Agustus 2021, menginformasikan bahwa pemerintah telah berhasil mengevakuasi WNI dari Kabul.

Awali Kegiatan di IKN, Presiden Satukan Tanah dan Air dari Para Gubernur
Indonesia
Awali Kegiatan di IKN, Presiden Satukan Tanah dan Air dari Para Gubernur

Pada malam harinya, Presiden direncanakan untuk bermalam di lokasi IKN untuk kemudian melanjutkan agenda kerja keesokan harinya

Sejumlah Event Nasional Ini Diwaspadai Jadi Penyebaran COVID-19
Indonesia
Sejumlah Event Nasional Ini Diwaspadai Jadi Penyebaran COVID-19

Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya untuk berhati-hati menyiapkan seluruh langkah mitigasi apabila terjadi gelombang ketiga akibat libur tersebut.

Trauma Gempa, 7.227 Warga Tehoru Masih Ngungsi di Dataran Tinggi
Indonesia
Trauma Gempa, 7.227 Warga Tehoru Masih Ngungsi di Dataran Tinggi

Pascagempa magnitudo 6,1 yang mengguncang Pulau Seram, Maluku Tengah, pada Rabu (16/6), sebanyak 7.227 warga di kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah masih mengungsi di dataran tinggi.