Gibran Minta Bawaslu Berikan Teguran Jika Terbukti Melanggar Cawali Gibran Rakabuming Raka menjadi narasumber dialog dengan Apindo, Diamond Solo Convention, Jawa Tengah, Rabu (18/11). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Front Pembela Islam (FPI) menyoroti massa acara resepsi pernikahan putri keempat Rizieq Shihab, Syarifah Najwa Syihab, dengan Sayid Irfan Alaydrus yang dianggap menimbulkan kerumunan langgsung ditindak kepolisian.

Sedangkan, acara kerumunan massa Cawali Gibran Rakabuming Raka saat pendaftaran di KPU Solo pada 4 September lalu tidak mendapatkan tindakan dari parat kepolisian. Meskipun melanggar protokol kesehatan COVID-19

Menanggapi hal tersebut, Cawali nomor 01, Gibran menegaskan setiap tahapan Pilwakot Solo selalu ada aparat keamanan dan Bawaslu yang melakukan pengawasan. Petugas tersebut bisa memberikan teguran langsung jika terbukti ada pelanggaran protokol kesehatan.

Baca Juga

DPR Harapkan Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas di Pilkada

"Setiap kegiatan saya kampanye didampingi anggota Bawaslu. Kalau benar ada pelanggaran (kerumunan massa) saat itu juga monggo (silahkan) langsung ditegur," ujar Gibran saat ditemui di Diamond Solo Convention, Jawa Tengah, Rabu (18/11).

Kerumunan massa saat pendaftaran Paslon Gibran-Teguh di KPU Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/9). (MP/Ismail)

Dikatakannya, acara pendaftaran calon di KPU Solo semuanya yang mengatur adalah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo. Peserta yang mengawal pendaftaran di bawah 50 orang.

"Sudah diatur sedemikian rupa sesuai aturan protokol kesehatan. Yang jelas kalau ada salah dari kami siap ditegur Bawaslu," papar dia.

Sebagai paslon di Pilwakot Solo, kata dia, pihaknya berkomitemen mematuhi aturan KPU terkait protokol kesehatan. Ia mengatakan Pilwakot Solo saat ini bukan bicara lagi menang dan kalah, tetapi bagimana agar tidak sampai muncul klaster pilkada.

"Kita bicara kesehatan warga itu nomor satu. Jangan sampai ada klaster pilkada. Warga sehat ekonomi kua," tutur dia.

Suami Selvi Ananda ini menambahkan dalam kampanye juga mengajak pada warga agar mematuhi protokol kesehatan. Hal ini sangat penting supaya warga tidak takut datang ke TPS.

Baca Juga

Kubu Rizieq Desak Polisi Proses Hukum Pembuat Kerumunan Massa Pilkada

"Kalau saya dianggap layak dapat hukuman dan lainnya silahkan," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Jebloskan Eks Anggota BPK Rizal Djalil ke Lapas Cibinong
Indonesia
KPK Jebloskan Eks Anggota BPK Rizal Djalil ke Lapas Cibinong

Rizal Djalil dinilai terbukti menerima suap senilai SGD 100 ribu

Libur Panjang, Masyarakat Tidak Berangkat di 28 Oktober
Indonesia
Libur Panjang, Masyarakat Tidak Berangkat di 28 Oktober

Kemenhub memastikan ketaatan operator transportasi terhadap penerapan protokol kesehatan.

Solo Bakal Lakukan Razia Nataru di Stasiun dan Bandara
Indonesia
Solo Bakal Lakukan Razia Nataru di Stasiun dan Bandara

Persiapan Benteng Vastenburg sebagai lokasi karantina sudah dilakukan. Rencananya di lokasi itu akan dipasangi lima tenda milik TNI.

Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Sampai 27 Agustus
Indonesia
Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Sampai 27 Agustus

Keputusan ini atas pertimbangan dari Epidemiologi FKM UI dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokompimda) sore tadi.

MAKI: Hukuman Nurhadi Harusnya Lebih Berat Karena Pernah Buron
Indonesia
Hadi Pranoto Polisikan Balik Pelapor, Dalihnya Terhina Dibilang Profesor
Indonesia
Hadi Pranoto Polisikan Balik Pelapor, Dalihnya Terhina Dibilang Profesor

Kuasa Hukum mengklaim Hadi Pranoto tidak pernah mengaku bergelar profesor

Komisi Kejaksaan Belum Terima Laporan Terkait JPU Perkara Teror Novel Baswedan
Indonesia
KPK Temukan Masih Banyak PSU yang Belum Diambilalih Pemkot Jaktim
Indonesia
KPK Temukan Masih Banyak PSU yang Belum Diambilalih Pemkot Jaktim

Pada tahun 2020, Pemkot Jaktim menargetkan lima tambahan pengembang yang akan menyerahkan asetnya

KPK Dalami Aliran Uang Suap dari Vendor Bansos ke Juliari Batubara
Indonesia
KPK Dalami Aliran Uang Suap dari Vendor Bansos ke Juliari Batubara

KPK telah menetapkan eks Mensos Juliari P Batubara serta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai tersangka

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Gerombolan Anak Motor di Jakarta Pusat Dibubarkan Polisi
Indonesia
Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Gerombolan Anak Motor di Jakarta Pusat Dibubarkan Polisi

Kaposlek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf menuturkan, Tim Khusus Penindakan Protokol Kesehatan menemukan masih ada beberapa warga yang kebanyakan anak-anak klub motor nekat berkerumun.