Gibran Jadi Cawali Tunggal Akibat Purnomo Mundur, Rudy: Saya Dukung Bakal cawali dan cawawali Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa menghadiri deklarasi dukungan. (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo mendukung keputusan bakal cawali Achmad Purnomo yang akan mundur dari pertarungan jika KPU tetap menggelar Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020. Keputusan Purnomo tersebut dianggap tepat mengingat pandemi COVID-19 diperkirakan tidak akan selesai sampai akhir tahun ini.

"Saya akan memproses pengunduran diri (Purnomo) yang rencananya juga bakal diikuti bakal cawawali (Teguh Prakosa). Pengunduran diri pasangan cawali dan cawawali yang diusung DPC PDIP baru sebatas lisan," ujar Rudy kepada MerahPutih.com, Sabtu (25/4).

Baca Juga:

Agar Tak Tambah Angka PHK, Apindo Minta PSBB Dijaga

Rudy menegaskan mendukung penuh keputusan Purnomo yang mundur dari pertarungan Pilwakot Solo. Proses mengirimkan surat pengunduran diri ke DPP dan DPD akan segera diproses.

"Jika pasangan cawali dan cawawali yang kami usung mengundurkan diri, Pilkada akan diurusi semua oleh DPP dan DPD PDIP Jawa Tengah," kata dia.

Bakal cawali Achmad Purnomo. (MP/Ismail)
Bakal cawali Kota Solo Achmad Purnomo. (MP/Ismail)

Disinggung mundurnya Purnomo akan memuluskan Gibran Rakabuming Raka mendapatkan rekomendasi sebagai calon tunggal Pilwakot Solo dari PDIP, Rudi menyerahkan keputusan tersebut pada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Saya tidak mempermasalahkan jika nanti calon yang akan mendapatkan rekomendasi dari DPP bukan pilihan DPC PDIP Solo. Ya biar pilkada diurusi DPP dan DPD, termasuk kampanye yang mendadani sana (DPP)," kata dia.

Dukungan pengunduran diri Purnomo tersebut bukan tanpa alasan. Selain hak asasi yang yang harus dihormati, menurutnya, pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi Covid-19, sangat tidak realistis. "Kalau Pilkada tetap digelar bulan Desember, tidak realistis. Ngurusi rakyat saja repor kok, ngurusi pilkada," ucapnya.

Baca Juga:

Anggota DPR Bisa Gunakan Hak Politiknya Tunda Pembahasan Omnibus Law

Rudy menilai penyelenggaraan pilkada hanya akan buang-buang anggaran, jika harus diundur. Pasalnya setelah dipilih dan dilantik wali kota yang baru tak akan mempunyai waktu yang cukup untuk bekerja. Apalagi tahun 2024 sudah harus digelar Pilkada lagi.

"Ya perlu diketahui seorang wali kota harus beradaptasi dan baru efektif bekerja pada tahun kedua. Sedangkan pada tahun ketiga sudah disibukkan dengan tahapan Pilkada berikutnya. Karena masa jabatan Wali Kota Solo pada pilkada kali ini hanya 4 tahun," kata dia. (Ism)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Konser Amal Virtual Dianggap Efektif Tekan Angka Penyebaran COVID-19
Indonesia
Konser Amal Virtual Dianggap Efektif Tekan Angka Penyebaran COVID-19

Yuri melihat di media sosial, banyak konser-konser amal yang dilakukan secara virtual demi membantu penanganan COVID-19 ini.

 Presiden Jokowi Kirim Karangan Bunga ke Rumah Pribadi Didi Kempot di Solo
Indonesia
Presiden Jokowi Kirim Karangan Bunga ke Rumah Pribadi Didi Kempot di Solo

Presiden Jokowi pun ikut berduka cita dengan mengirimkan karangan bunga di rumah pribadi Didi Kempot.

[HOAKS atau FAKTA]:  Tol Jakarta - Bandung Tidak Lagi Diberlakukan Pembatasan Sosial
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tol Jakarta - Bandung Tidak Lagi Diberlakukan Pembatasan Sosial

Beredar unggahan video melalui Facebook dengan narasi bahwa tol Jakarta - Bandung sudah tidak melakukan pembatasan sosial.

Butuh Belasan Orang untuk Robohkan Sapi Kurban Milik Jokowi di Masjid Al-Wusto
Indonesia
Butuh Belasan Orang untuk Robohkan Sapi Kurban Milik Jokowi di Masjid Al-Wusto

Dikatakan Purwanto, butuh waktu 30 menit untuk menyembelih hewan kurban milik Jokowi.

Anies Klaim Jakarta Paling Optimal Manfaatkan APBD
Indonesia
Anies Klaim Jakarta Paling Optimal Manfaatkan APBD

Jakarta menjadi daerah yang paling baik memanfaatkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) di tengah pandemi COVID-19.

 Pakar Hukum Pidana Nilai Penetapan Tersangka Nurhadi Mencurigakan
Indonesia
Pakar Hukum Pidana Nilai Penetapan Tersangka Nurhadi Mencurigakan

"Nurhadi sebelumnya kooperatif dan dipanggil selalu datang, setelah tiba-tiba ditetapkan tersangka menjadi tidak kooperatif," ujar Mudzakir.

Beri Bantuan Penggali Makam TPU Buniayu, JHL Group Bisa Jadi Contoh Pengusaha Lain
Indonesia
Beri Bantuan Penggali Makam TPU Buniayu, JHL Group Bisa Jadi Contoh Pengusaha Lain

Kadang keberadaan para penggali makam ini luput dari perhatian kita.

Polisi Imbau Pendaki Pemula Jangan Mendaki Dulu Gunung Lawu
Indonesia
Polisi Imbau Pendaki Pemula Jangan Mendaki Dulu Gunung Lawu

Apalagi mengajak anak-anak akan membahayakan mereka

Selain Ronny Sompie, Dua Nama Ini Diprediksi bakal Jadi 'Korban' Manuver Yasonna
Indonesia
Selain Ronny Sompie, Dua Nama Ini Diprediksi bakal Jadi 'Korban' Manuver Yasonna

Menurut Petrus, Ronny sudah menjadi korban konflik kepentingan antara Menkumham Yasonna Laoly dengan KPK.

Formula E Ditunda, Commitment Fee yang Disetor Anies Hangus?
Indonesia
Formula E Ditunda, Commitment Fee yang Disetor Anies Hangus?

Mengingat, acara itu bakal dihadiri wisatawan baik lokal maupun asing ke Jakarta