Gibran Berikan Sanksi kepada ASN yang Ketahuan Makan Siang saat Jam Kerja Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau vaksinasi massal di Pura Mangkunegaran, Solo, Senin (4/10). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Nasib apes dialami tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah.

Saat mereka sedang asyik makan di warung makan belakang Balai Kota Solo pada Senin (4/10) pukul 10.00 WIB, tiba-tiba didatangi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga

Soal Dugaan Rasial Natalius Pigai, Gibran: Tidak Usah Ditanggapi

Ketiga ASN tersebut pun kena marah dan mendapatkan sanksi karena makan disaat jam kerja berlangsung dan memakai sandal jepit.

"Ada ASN makan di warung belakang Balai Kota saat jam kerja. Saya datangi dan memberikan teguran pada mereka," kata Gibran.

Ia pun menyerahkan pemberian sanksi pada ketiga ASN itu pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPPD) Solo. Kasus ini bisa jadi pelajaran bagi ASN lainnya.

"Yang jelas jangan makan jam kerja, jam 10.00 tadi, malah nongkrong nggak pake sepatu, sandal jepit thok (saja),” tegas dia.

Gibran mengaku sudah banyak menegur ASN yang kedapatan melakukan hal serupa. Ia meminta BKPPD untuk memberi sanksi pada ASN tersebut.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Pasti ada sanksi biar diurus BKPPD. Saya memergoki mereka saat lewat di sana ada ASN makan saya datangi mereka," papar dia.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Senin (4/10). (MP/Ismail)
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Senin (4/10). (MP/Ismail)

Dikatakannya, kedisiplinan di jam kerja sudah memiliki aturan, baik dari Pemkot Solo maupun Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini harus dipatuhi.

"Jangan sampai terulang. Itu melanggar disiplin ASN," katanya.

Gibran menegaskan Satpam di Balai Kota juga harus ikut mengawasi. Kalau mendapati ada ASN makan di saat jam kerja ditegur.

"Kalau takut difoto saja kirim ke saya akan langsung ditindak. Yang kepergok ASN dari Diskominfo SP (Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian)," tutup dia.

Kabid Pembinaan Kesejahteraan dan Kinerja BKPPD Kota Solo, Siti Handayani, mengaku akan menindaklanjuti kasus tersebut. Ia berharap ASN tertib mematuhi aturan jam kerja.

"Yang melanggar aturan jam kerja kita berikan pembinaan," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Hari Batik Nasional, Gibran Janji Perbaiki Akses Kampung Batik Kauman

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
ICW Desak Dewas Periksa Wakil Ketua KPK Lili Pintauli
Indonesia
ICW Desak Dewas Periksa Wakil Ketua KPK Lili Pintauli

Lili diduga membohongi publik saat konferensi pers pada 30 April 2021

Inovatif! Polisi Ini Sulap Motornya Jadi Penyemprot Disinfektan Tekan Penyebaran COVID-19 di Jakpus
Indonesia
Inovatif! Polisi Ini Sulap Motornya Jadi Penyemprot Disinfektan Tekan Penyebaran COVID-19 di Jakpus

Awalnya ia melihat water canon dan mobil pemadam kebakaran yang bisa bergerak kemana saja

Prakiraan Cuaca: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Lebat
Indonesia
Prakiraan Cuaca: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Lebat

BMKG memprakirakan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia pada Senin (29/3).

Lima Titik 'Check Point' Ganjil-Genap Kota Bogor
Indonesia
Lima Titik 'Check Point' Ganjil-Genap Kota Bogor

Polresta Bogor Kota memberlakukan kebijakan ganjil-genap pada akhir pekan pada pukul 10.00 -16.00 WIB

Keganjilan Interpelasi Formula E Versi Anies
Indonesia
Keganjilan Interpelasi Formula E Versi Anies

Anggota yang hadir dalam ruangan Rapur cuma 27 orang

Legislator PDIP Minta PTM Dihentikan Jika Terjadi Lonjakan Kasus COVID-19
Indonesia
Legislator PDIP Minta PTM Dihentikan Jika Terjadi Lonjakan Kasus COVID-19

Kalau sesuatunya darurat atau suasananya mengharuskan untuk dilakukan online ya segera dilakukan online

Disinggung Ikut Barisan Celeng, Putra Sulung Jokowi Jawab Begini
Indonesia
Disinggung Ikut Barisan Celeng, Putra Sulung Jokowi Jawab Begini

Terbaru, Gibran menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang bersama Wali Kota Bogor Bima Arya, Kamis (14/10).

[HOAKS atau FAKTA] : Data Pendonor  Plasma Konvalesen Disebar Bebas Untuk Publik
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Data Pendonor Plasma Konvalesen Disebar Bebas Untuk Publik

informasi serupa pernah beredar pada bulan Juni 2021 dan dibantah oleh ketua PMI DKI Jakarta dan mengimbau masyarakat agar mencari informasi dari situs layanan resmi.

Belasan Oknum TNI Penyerang Polsek Ciracas Resmi Dipecat
Indonesia
Belasan Oknum TNI Penyerang Polsek Ciracas Resmi Dipecat

19 terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 11 bulan

Harga Bahan Bangunan Melonjak, Polisi Bakal Tangkap Para Spekulan di NTT
Indonesia
Harga Bahan Bangunan Melonjak, Polisi Bakal Tangkap Para Spekulan di NTT

"Jika ada pemilik toko yang menjual bahan bangunan dengan harga tidak wajar saya perintahkan ditangkap," kata Kapolda NTT Lotharai.