Geruduk Balaikota, Ribuan Buruh Minta Anies Jembatani Pembatalan Omnibus Law Perwakilan Pemprov DKI Jakarta berdialog dengan para buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh DKI tolak Omnibus Law di Balaikota Jakarta (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Ribuan buruh yang mengatasnamakan Gerakan Buruh DKI Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).

Aliansi aksi buruh itu terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP LEM SI), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Federasi Serikat Pekerja Industri (FSPI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Baca Juga:

Hatta Rajasa Minta DPR Kritisi Omnibus Law

Dalam aksinya, mereka meminta Pemprov DKI untuk menjembatani aspirasi kepada pemerintah pusat untuk pembatalan Omnibus Law Cipta Kerja yang saat ini tengah digodok.

Para Buruh meminta Anies Baswedan jembatani pembatalan Omnibus Law
Ribuan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh DKI Jakarta berunjuk rasa di Balaikota tolak Omnibus Law (MP/Asropih)

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) DKI Jakarta Winarso mengungkapkan bahwa rancangan omnibus law tidak berpihak pada buruh dan pekerja.

"Seperti sistem pengangkatan kerja, pemodal dan pengusaha diberi keleluasaan dengan sistem outsourcing," kata Winarso di lokasi Rabu (11/3).

Aksi demonstrasi itu ditanggapi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmingrasi (Kadisnakertrans) DKI Andri Yansyah yang turut naik ke atas mobil komando. Dihadapan buruh, ia menegaskan bila Gubernur Anies punya komitmen menyejahterakan para buruh Jakarta.

"Hidup buruh, bapak Anies sangat memperhatikan kesejahteraan kaum buruh, ini dibuktikan dengan program yang pernah kita diskusikan bersama," kata Andri.

Salah satu wujud keberpihakan itu, yaitu janji menindaklanjuti usulan kaum buruh kepada pemerintah pusat. "Ini akan kita tindaklanjuti mengusulkan ke pemerintah pusat," ungkap Andri.

Lebih lanjut, Andri meminta kepada kelompok buruh yang melancarkan aksi demonstrasinya untuk menjaga kebersamaan dan menjunjung asas kekeluargaan. Ia minta buruh tidak melakukan tindakan yang bisa merusak citra mereka sendiri.

"Apapun bentuk usulan tolong tingkatkan kebersamaan dan kekeluargaan diantara kita, jangan sampai citra kita dirusak," tandasnya.

Baca Juga:

Klaim Sesuai Konstitusi, PDIP Siap Habis-habisan untuk Golkan Omnibus Law

Selain itu, Winarso mengatakan sebanyak 20 utusan perwakilan demonstran diperkenankan masuk ke dalam Balai Kota untuk berdiskusi dengan pejabat Pemprov DKI. Hasilnya, kata dia, Anies disebut bakal meneruskan aspirasi mereka ke pemerintah pusat.

"Pesan kita sudah masuk dan sudah sampai. Pak Gubernur berjanji akan menyampaikan aspirasi kita ke pemerintah pusat. Semua aspirasi kita menolak Omnibus Law itu diamini Pemprov DKI Jakarta," pungkasnya.(Asp)

Baca Juga:

Tolak Omnibus Law, Puluhan Ribu Buruh Bakal Kepung DPR dan Gedung Indosat

Kredit : asropihs


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH