Gerindra Usulkan Perkuliahan Jakarta Dibuka Tatap Muka Desember Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/nikolayhg)

MerahPutih.com - Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar perkuliahan dibuka kembali untuk belajar tatap muka pada Desember 2020 mendatang di tengah pandemi COVID-19.

Alasannya karena mahasiswa memiliki kisaran umur 19 hingga 25 tahun yang dinilai mempunyai daya tubuh kuat sehingga dapat melawan COVID-19.

"Kampus saja deh yang usianya 19-25 tahun, kalau sekolah saya enggak (setuju beroperasi)," terang anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Syarif di gedung DPRD, Jakarta Pusat, Selasa (17/11).

Baca Juga:

Pemerintah Kucurkan Dana Rp4,1 Triliun untuk KIP Kuliah

Syarif menegaskan, pihaknya tak mengizinkan sekolah di Jakarta beroperasi lagi belajar tatap muka. Bukan tanpa sebab, Syarif tak sutuju lantaran anak sekolah rentan terserang penyakit.

"Saya enggak setuju, belum siap kita (sekolah dibuka tatap muka). Belum siapnya apa, karena kita usianya rentan, kalau saya menyarankan jangan sekolah," papar Syarif.

Anggota DPRD DKI Jakarta Syarif dari Fraksi Gerindra (MP/Asropih)
Anggota DPRD DKI Jakarta Syarif dari Fraksi Gerindra. (MP/Asropih)

Sekretaris Komisi D ini mengatakan, Gerindra mengizinkan sekolah beroperasi lagi bila vaksin corona sudah ditemukan dan peserta didik sudah dilakukan suntik vaksin COVID-19.

"Sekolah dasar (SD) dan menengah (SLTP) itu kan enggak bisa lepas dari bimbingan. Kalau gurunya lengah dikit, anak SD harus dipepet pembimbingnya," ungkap dia.

Baca Juga:

Putri Zulhas Pertanyakan Keputusan Menteri Nadiem yang Belum Buka Aktivitas Perkuliahan

Syarif mengaku, dirinya pernah usul kepada Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), misalnya, agar membuka kelas pembelajaran tatap muka pada Desember nanti. Tapi, hal itu masih urung dilakukan oleh pihak Unpad.

"Perguruan tinggi boleh dicoba, anah saya di Unpad belum berani. Saya telepon rektornya belum berani. Saya saranin Desember. Tapi jangan SD, mutlak saya enggak setuju," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Sukses Sekolah dan Kuliah di Masa Pandemi, Ikuti Trik Ini

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wali Kota Jakpus Minta Orang Tua Terlibat Proses PTM Terbatas
Indonesia
Wali Kota Jakpus Minta Orang Tua Terlibat Proses PTM Terbatas

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengatakan, ke depannya kegiatan PTM ini diperlukan kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Delapan Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Kembali Teridentifikasi, Salah Satunya WNA
Indonesia
Delapan Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Kembali Teridentifikasi, Salah Satunya WNA

Total jenazah korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten yang berhasil teridentifikasi berjumlah 18 orang

Saksi Bongkar Kode 'Paus' dan 'Daun Untuk Si Kuning' dari Sespri Edhy Prabowo
Indonesia
Demi Keselamatan, Satgas Minta Warga Taati Kebijakan PPKM
Indonesia
Demi Keselamatan, Satgas Minta Warga Taati Kebijakan PPKM

Penerapan Pelaksaanaan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Pulau Jawa dan Bali telah resmi diberlakukan pada periode 11 - 25 Januari 2021.

Polisi Segera Umumkan Status Hukum Raffi Ahmad Cs
Indonesia
Polisi Segera Umumkan Status Hukum Raffi Ahmad Cs

Polda Metro Jaya akan menentukan nasib kasus dugaan tindak pidana pesta yang diduga pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 melibatkan Raffi Ahmad.

Wakil Wali Kota Tangsel Terpapar COVID-19, Diduga Sering Terima Tamu dan Kunjungan
Indonesia
Wakil Wali Kota Tangsel Terpapar COVID-19, Diduga Sering Terima Tamu dan Kunjungan

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan positif COVID-19. Ia tengah menjalani isolasi mandiri.

Pemerintah Pakai Vaksin Buatan Biofarma untuk Vaksinasi Masyarakat Umum
Indonesia
Pemerintah Pakai Vaksin Buatan Biofarma untuk Vaksinasi Masyarakat Umum

Dengan vaksinasi produk lokal diharapkan akan lebih cocok untuk tubuh warga Indonesia.

[Hoaks atau Fakta]: Semua Fraksi DPRD DKI Jakarta Sepakat Copot Anies
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Semua Fraksi DPRD DKI Jakarta Sepakat Copot Anies

narasi yang diungkapkan seputar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis yang meminta Gubernur Anies Baswedan untuk mundur, hal ini karena dianggapnya bahwa Gubernur DKI Jakarta tersebut tak mampu mengendalikan penyebaran COVID-19 di Jakarta.

[Hoaks atau Fakta]: Ronaldo Pindahkan Minuman Coca-Cola Karena Produk Yahudi
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Ronaldo Pindahkan Minuman Coca-Cola Karena Produk Yahudi

"Saya keras kepadanya karena beberapa kali anakku meminum Coca Cola dan Fanta. Itu membuat saya jengkel," kata Ronaldo.

PTM Dimulai Pekan Depan, PSI Minta Anies Prioritaskan yang Sudah Divaksin
Indonesia
PTM Dimulai Pekan Depan, PSI Minta Anies Prioritaskan yang Sudah Divaksin

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD meminta agar Gubernur Anies Baswedan prioritas tenaga pendidik maupun peserta didik yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19.