Gerindra Tunggu Prabowo Jadi Presiden, Baru Berikan Kursi Wagub ke PKS Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Mantan Wagub Sandiaga Uno di Balai Kota. (MP/Asropih Opih)

Merahputih.com - Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga menilai Partai Gerindra akan tetap berupaya mengulur waktu dengan berbagai alasan sampai Pemilu Umum (Pemilu) 2019 selesai.

"Gerindra tetap berupaya mengulur waktu sampai dengan April," kata Nirwono kepada MerahPutih.com, Kamis (10/1).

Pada saat yang bersamaan, lanjut Nirwono, Gerindra juga akan menguji komitmen PKS untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Menurut dia, jika Prabowo-Sandi menang, Gerindra akan legowo menyerahkan kursi DKI-2 ke PKS tanpa adanya mekanisme uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap nama kandidat yang diusulkan PKS.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. (MP/Asropih)

Namun bila Prabowo-Sandi gagal maka, Gerindra mengambil alih dan akan langsung menduduki kursi orang nomor dua di Jakarta. "Bagaimana pun juga Jakarta miniatur Indonesia, jadi kalau gagal di pilpres paling tidak gerindra tetap merasa menang karena tetap dapat mengendalikan Indonesia mini," tuturnya.

Diketahui, PKS dan Gerindra telah melakukan pertemuan di kantor DPW PKS, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/2) malam.

Dalam pertemuan itu partai pengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu menyepakati jadwal pertemuan kembali terkait percepatan pemilihan sosok pengganti Sandiaga Uno.

"Sudah diungkap tadi, 14 Januari akan ada rakor panelis dengan pimpinan partai," Kata Wakil Ketua DPD Gerindra Syarif di kantor DPW PKS, Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/1). (Asp)

Kredit : asropih


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH