Gerindra Terbuka Untuk Gibran, PKS Belum Tertarik Rekrut Cawali di Luar Kader Ketua DPC Partai Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno. (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Dinamika politik Pemilihan wali kota (Pilwakot) Solo 2020 menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini setelah dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep masuk bursa calon wali kota (cawali).

Hal tersebut berdasarkan hasil survei internal dari Lembaga Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo.

Baca Juga: Modal Mayoritas di DPRD, PDIP Solo Tawarkan Gibran Jadi Kader untuk Maju Pilwalkot

Ketua DPC Partai Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno, mengaku tidak kaget melihat Gibran dan Kaesang dalam survei cawali. Ia menilai selama ini belum melihat sedikitpun keduanya memiliki kemampuan untuk berpolitik.

Gibran Rakabuming Raka siap maju dalam Pilwalkot Solo
Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan terkait hasil survei Pilwakot 2020, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (27/7). (MP/Ismail)

"Gibran dan Kaesang lebih fasih dalam berbisnis daripada terjun ke ranah politik. Saya lihat kemampuan berbisnis tidak menjamin pintar dalam berpolitik," ujar Ardianto pada MerahPutih.Com, Selasa (30/7).

Ia mengatakan siapapun boleh mencalonkan jadi cawali. Dari banyaknya calon tersebut akan diketahui siapa yang paling siap.

"Kita percaya Gibran seorang anak presiden, bukan berarti kalau anak presiden pasti paham politik. Politik itu dinamis sekali, sangat mudah berubah,” kata dia.

Anggota Komisi IV DPRD Solo ini mempersilahkan Gibran untuk mencoba peruntungan menjadi politisi seperti ayahnya (Jokowi). Ia pun mempertanyakan kendaraan apa yang akan digunakan Gibran merebut kursi AD 1 A.

"Kita hanya dapat tiga kursi di DPRD Solo pada Pileg 17 April. Untuk bisa mengusung cawali dan cawawali butuh sembilan kursi di DPRD. Gerindra terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung termasuk Gibran, tapi harus berkoalisi," kata dia.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Solo, Sugeng Riyanto, menegaskan hasil survei tidak bisa dijadikan pegangan. Pihak yang melakukan survei pasti punya tujuan masing-masing.

Kantor DPRD Solo
Kantor DPRD Surakarta di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

"PKS lebih memilih untuk menjalankan mekanisme internal terlebih dahulu dalam menghadapi Pilwakot. Kita belum ada ketertarikan mengusung calon luar kader, meskipun PKS hanya dapat lima kursi di DPRD pada Pileg 2019," papar Sugeng.

Baca Juga: Waketum Gerindra Dukung Dua Putra Jokowi Maju sebagai Calon Wali Kota Solo

Seorang warga Solo, Jawa Tengah, Diah Warih Anjari mendukung Gibran maju dalam Pilkada Kota tanggal 23 September 2020. Kemunculan Gibran dalam survei bisa menjadi representasi pemimpin muda di masa mendatang khususnya Solo.

"Masyarakat mendukungnya. Saya turut mendukung sepenuhnya Gibran maju sebagai cawali di Pilkada Solo," tandas Diah Warih.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga: Dua Putranya Masuk Bursa Cawali Kota Solo, Jokowi: Pemimpin Anak Muda Bisa Jadi Tren



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH