Gerindra Sebut PSI Nyari Panggung Gulirkan Hak Interpelasi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memanfaatkan pelanggaran protokol kesehatan di momen acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Rizieq untuk menggulirkan hak interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Itu nyari-nyari panggung aja," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi Gerindra, M. Taufik saat dikonfirmasi, Kamis (19/11).

Taufik menegaskan, pihaknya tak akan ikut dan mau mengikuti Fraksi PSI yang menggunakan hak interpelasi meminta keterangan Gubernur Anies mengelai pelanggaran protokol kesehatan Rizieq Shihab.

Baca Juga

Ketua DPRD DKI Angkat Suara soal Rencana PSI Gulirkan Hak Interpelasi soal Anies

Tak hanya Gerindra, Taufik menduga, semua fraksi di DPRD DKI selain PSI tak akan setuju dengan hak interpelasi tersebut.

"Tadi kan saya bilang, kita ini sudah dewasa dalam berpolitik saya kira tidak akan diterima itu. Temen-teman DPRD sudah dewasa dalam berdemokrasi jadi yang begitu-begitu yah nggak akan diterima," papar dia.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik. (MP/Asropih)
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik. (MP/Asropih)

Meski begitu, lanjut Taufik, pihaknya tak bisa menjegal Frasi PSI menggulirkan hak interpelasi, sebab hak interpelas itu merupakan hak anggota Dewan Parlemen Kebin Sirih.

"Itu haknya dia. Haknya psi yah utk menggulirkan itu sebagai satu fraksi jadi itu haknya, nggak bisa dilarang," terangnya.

Penasehat DPD Gerindra DKI ini menyakini bila hak interpelasi yang dilancarkan Fraksi PSI itu hanya gertakan saja atau sebuah wacana. "Itu mah wacana aja," ungkap dia.

Mengacu pada Peraturan DPRD DKI Jakarta Nomor 1 tahun 2014 tentang Tata Tertib DPRD DKI Jakarta, hak interpelasi dapat direalisasikan paling sedikit diusulkan oleh 15 anggota DPRD.

Kemudian, usulan tersebut harus disampaikan lebih dari satu fraksi, makanya PSI harus mendapat dukungan serupa dari fraksi lain di dewan.

"Temen-teman DPRD DKI sekarang ini kan sudah sangat dewasa dalam berpolitik. Nggak main asal input dan main usulin," tuturnya.

Sebelumya, Fraksi Nasdem DPRD DKI tak setuju dan tak mau menggulirkan hak Interpelasi meminta keterangan Anies mengenai pembiaran kerumunan yang dilakukan Rizieq.

"Tidak (mau gulirkan hak interplasi)," ujar Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI, Wibi Andrino saat dikonfirmasi, Selasa (17/11).

Baca Juga

PSI Gulirkan Hak Interpelasi, NasDem DKI: Bukan Anies yang Salah Tapi Rizieq Shihab

Menurut Wibi, dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan di Pertamburan, Gubernur Anies tak bersalah. Sebab DKI sudah melakukan imbauan, dan bahkan memberikan sanksi denda administrasi kepada Rizieq sebesar Rp50 juta.

"Kami memandang bahwa pak gubernur sudah menjalankan apa yang dia tulis dalam pergub, sudah mengimbau, sudah melakukan denda, jadi mau apa lagi," papar dia. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
838 Ribu Usaha Mikro Segera Dapat Banpres Rp2,4 Juta
Indonesia
838 Ribu Usaha Mikro Segera Dapat Banpres Rp2,4 Juta

Sasaran penerima manfaat ditargetkan mencapai 12 juta pelaku usaha mikro. Hingga 11 Agustus 2020, proses pengumpulan data penerima manfaat telah mencapai 17,52 juta.

Haji Lulung Sebut Penerapan PSBB Jilid 2 Keinginan Jokowi
Indonesia
Haji Lulung Sebut Penerapan PSBB Jilid 2 Keinginan Jokowi

"Ini sudah tepat sekali. Karena ini kan keinginan pak Presiden," ujar Lulung

Sejumlah Anak Jadi "Martir" saat Demo Ricuh PA 212 Cs
Indonesia
Sejumlah Anak Jadi "Martir" saat Demo Ricuh PA 212 Cs

Komisi Perlindungan Anal Indonesia (KPAI) menemukan adanya anak di bawah umur yang ikut aksi menentang UU Cipta Kerja yang digagas oleh PA 212 cs.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kaltim Terpapar Corona
Indonesia
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kaltim Terpapar Corona

Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Provinsi Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak mengakui bahwa dirinya telah terkonfirmasi positif virus corona

Rizal Ramli Minta Jokowi Enggak Anti Kritik di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
Rizal Ramli Minta Jokowi Enggak Anti Kritik di Tengah Pandemi COVID-19

Rizal Ramli kembali mengingatkan Presiden Jokowi agar menjaga komitmennya

Jokowi Ingin New Normal di Tengah Pandemi Corona yang Melonjak, PKS: Bunuh Diri Massal
Indonesia
Jokowi Ingin New Normal di Tengah Pandemi Corona yang Melonjak, PKS: Bunuh Diri Massal

Kebijakan itu berpotensi menimbulkan banyak korban mengingat angka penyebaran virus corona yang makin meluas.

Kapolda Metro dan Dandim Jakarta Pusat Datangi Pasar Atom
Indonesia
Kapolda Metro dan Dandim Jakarta Pusat Datangi Pasar Atom

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mendatangi Pasar Atom di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Selama Lockdown, Gedung KPK Bakal Disemprot Disinfektan
Indonesia
Selama Lockdown, Gedung KPK Bakal Disemprot Disinfektan

Pegawai KPK bekerja kembali di kantor pada hari Kamis (3/9) dengan sistem kehadiran fisik proporsi

Puspomad: Perwira Marinir AL Pelaku Pembunuhan Babinsa TNI AD
Indonesia
Puspomad: Perwira Marinir AL Pelaku Pembunuhan Babinsa TNI AD

Kemas belum bisa menjelaskan lebih lanjut ihwal motif dari pelaku. Pasalnya, saat ini Puspomal juga sedang melakukan penyelidikan.

[HOAKS atau FAKTA]: Gegara Sepi Job Demo, Dua Pria Ini Jadi Kekurangan Gizi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gegara Sepi Job Demo, Dua Pria Ini Jadi Kekurangan Gizi

Gambar memperlihatkan dua orang laki-laki mengalami gizi buruk dengan narasi soal kadrun.