Gerindra Sebut Penolakan Reklamasi Ancol Bermuatan Politis Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Syarif dari Fraksi Gerindra (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengizinkan reklamasi perluasan Ancol seluas 155 hektar (Ha) menuai polemik. Sebab, saat masa kampanye Pilkada DKI 2017 lalu Anies secara tegas menolak reklamai namun kini ia malah mendukung.

Langkah Anies itu pun ditanggapi masyarakat dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman Balai Kota DKI beberapa waktu lalu. Mereka menilai Anies ingkar janji mendukung proyek reklamasi.

Baca Juga

Reklamasi Ancol Tak Punya Dasar Hukum Jelas, Anies Bisa Kena Hukuman 5 Tahun

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif mengatakan, penolakan terhadap perluasan Dunia Fantasi (Dufan) selus 35 Ha dan kawasan Taman Impian Jaya Ancol 120 Ha sangat kental dengan muatan politis.

"Kalau saya melihat lebih besar politis. Sebab, dari segi teknis dan kajian tidak ada masalah juga serta tidak ada yang dilanggar," kata Syarif saat dikonfirmasi, Kamis (23/7).

Syarif menerangkan, bahwa izin perluasan kawasan Dufan dan Taman Impian Ancol Timur tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta nomor 237 tahun 2020 yang diteken Anies pada 24 Februari 2020.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif. Foto: MP/Asropih

Ia pun menduga ada orang kuat di balik kisruhnya perluasan kawasan tersebut. Namun, Syarif enggan membeberkan lebih lanjut siapa sosok yang dimaksudkan tersebut.

Sekretaris Komisi D ini menyampaikan, bahwa pembangunan reklamasi kawasan Ancol nantinya resmi menjadi wewenang dan beban biaya PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA).

Baca Juga

DPRD Jakarta Lakukan Revisi Perda Tata Ruang Demi Reklamasi Ancol

"Jadi sebelumnya, ternyata ada 18 keputusan Gubernur diatasnya yang juga mengurusi soal ini. Jadi, sebetulnya Anies hanya melanjutkan saja. Nah orang salah kaprah. Politis lah," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
5 Pengungsi Korban Gempa Sulbar di Jateng Dinyatakan Reaktif COVID-19
Indonesia
5 Pengungsi Korban Gempa Sulbar di Jateng Dinyatakan Reaktif COVID-19

Hal itu diketahui usai jalani rapid test antigen di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Kamis (21/1)

Resmikan Masjid Amir Hamzah TIM, Anies: Meski Pandemi Waktunya Tak Bergeser
Indonesia
Resmikan Masjid Amir Hamzah TIM, Anies: Meski Pandemi Waktunya Tak Bergeser

Proyek pembangunan masjid di kompleks kesenian tersebut sesuai dengan target.

 LPSK Terbuka Lindungi Saksi dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung
Indonesia
LPSK Terbuka Lindungi Saksi dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

“Koordinasi untuk mendapatkan gambaran, adakah saksi yang membutuhkan perlindungan LPSK,” ujar Edwin

BUMN Ini Buka Puluhan Lowongan Pekerjaan di Masa Pandemi
Indonesia
BUMN Ini Buka Puluhan Lowongan Pekerjaan di Masa Pandemi

Persyaratan untuk masing-masing posisi berbeda-beda

Datangi Markas Brimob, Kapolda Metro Minta Pasukan Jaga Jakarta
Indonesia
Datangi Markas Brimob, Kapolda Metro Minta Pasukan Jaga Jakarta

Brimob bagjan dari NKRI dan Polda Metro untuk melindungi dan mengayomi masyarakat

Malam Minggu, Polisi Bubarkan Kerumunan Hingga Tawuran di Jakarta Pusat
Indonesia
Malam Minggu, Polisi Bubarkan Kerumunan Hingga Tawuran di Jakarta Pusat

Ada juga kelompok pemuda yang diamankan karena mau melakukan tawuran

Edhy Prabowo Diciduk KPK, Gerindra Minta Maaf
Indonesia
Edhy Prabowo Diciduk KPK, Gerindra Minta Maaf

Gerindra berharap asas hukum praduga tak bersalah tetap dapat dihormati oleh semua pihak.

Kemenag Kucurkan Rp1 Triliun Bantu Pesantren yang Terdampak COVID-19
Indonesia
Kemenag Kucurkan Rp1 Triliun Bantu Pesantren yang Terdampak COVID-19

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan bahwa bantuan tahap II ini akan mulai cair pada pekan depan.

Pemprov Telusuri Pejabat Kontak dengan Sekda Saefullah
Indonesia
Pemprov Telusuri Pejabat Kontak dengan Sekda Saefullah

Penelusuran pejabat yang sempat dekat dengan Saefullah akan dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Jakarta Kini atau Jaki.

Pinangki Bayar Sewa Apartemen Dharmawangsa Pakai Mata Uang Asing
Indonesia
Pinangki Bayar Sewa Apartemen Dharmawangsa Pakai Mata Uang Asing

Biaya sewa apartemen Pinangki sebesar Rp520 juta per tahun