Gerindra: Rapor Rezim Jokowi di Bidang Hukum, HAM dan Terorisme Merah! Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Setidaknya terdapat sejumlah hal yang menjadi catatan kritis Partai Gerindra terkait dengan penegakan hukum, HAM, terorisme, serta pemberantasan korupsi di era Jokowi. Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman menilainya sebagai rapor merah pada rezim saat ini.

Hal yang paling disoroti oleh Habiburokhman adalah mengenai azas persamaan hukum bagi masyarakat. Ia mencontohkan ihwal perkara ujaran kebencian yang menjerat Asma Dewi dan perlakuan penegak hukum terhadap kasus penistaan agama yang melibatkan politikus Partai NasDem, Viktor Laiskodat.

"Ibu Asma Dewi ini ada konpres terkait dengan saracen kemudian dibilang sejumlah uang transfer dengan saracen pada akhirnya divonis yang seolah dipaksakan. Sisi lain kasus Viktor Laiskodat sampai sekarang tidak ada progresnya," ujar Habiburokhman dalam diskusi di Prabowo-Sandi Media Center, di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (8/1).

"Apakah benar hukum itu hanya tajam kepada orang yang mengkritik kekuasaan dan tumpul kepada orang yang baik dengan kekuasaan," kata dia menambahkan.

Habiburokhman (dua kiri) (MP/Ponco)

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kembali kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang hingga kini belum juga terungkap. Ini juga yang mempengaruhi indeks persepsi korupsi di era Jokowi yang cenderung tidak ada peningkatan.

"Soal tingkat pidana korupsi ini lebih berat lagi untuk petahana berdebat. Bagaimana mungkin indeks persepsi korupsi yang ditargetkan oleh KPK di 50 di tahun 2019 saat ini baru 3,9. Skornya 100 maksimal dan ini sekarang 3,9," terangnya.

Dan terakhir mengenai radikalisme dan terorisme yang tak kunjung hilang di Indonesia, menurut Habiburokhman hal tersebut juga semakin membuat rezim ini mendapat penilaian buruk dari masyarakat.

"Jadi pada persoalan tersebut, hukum,HAM, Tipikor dan Terorisme rapotnya Pak Jokowi menurut saya merah. Membahas persoalan yang rapornya merah pasti akan menjadi beban moral bagi beliau. Petahana dalam kampanye itu tidak hanya berhadapan dengan lawan politiknya tetapi juga dengan kinerjanya sendiri. Jadi wajar kalau kubu sebelah agak gelagapan di bidang yang ini," pungkas Habiburokhman. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH