Gerindra Panggil Kadernya yang Usulkan RUU Ketahanan Keluarga Sufmi Dasco Ahmad di Bawaslu RI, Jakarta, Jumat. (Antaranews/Rangga)

Merahputih.com - Fraksinya Partai Gerindra akan memanggil kadernya, Sodik Mudjahid lantaran jadi salah satu pengusul Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga. Sodik bakal dimintai klarifikasi terkait usulannya tersebut.

"Iya itu pasti (minta klarifikasi). Kami ada rencana untuk meminta klarifikasi dari Pak Sodik sebagai pengusul," kata Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (21/2).

Baca Juga

DPR Ajak Rakyat Cermati Kontroversi RUU Ketahanan Keluarga

Sebagian besar anggota Fraksi Gerindra sudah menyatakan tidak mendukung atas RUU tersebut namun sikap fraksi akan diputuskan. RUU Ketahanan Keluarga bukan usul inisiatif DPR ataupun fraksi sehingga Fraksi Gerindra tidak bisa menyatakan mencabut dukungan karena sejak awal bukan sebagai pengusul.

"Karena itu pada saat ini (Fraksi Partai Gerindra) tidak bisa menyatakan mencabut dukungan apa pun karena kami tidak pernah menjadi pengusul secara fraksi," tegas dia.

Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi Sufmi Dasco Ahmad (Facebook/Sufmi Dasco Ahmad)
Sufmi Dasco Ahmad (Facebook/Sufmi Dasco Ahmad)

Sebagian besar anggota Fraksi Partai Gerindra sedang menginventarisir poin-poin yang ada dalam RUU Ketahanan Keluarga yang menimbulkan polemik di masyarakat.

Dia menilai polemik dan kontroversi terkait beberapa poin-poin di RUU tersebut terlihat dari pendapat publik yang disampaikan kepada DPR maupun terlihat di media sosial.

"Tentunya ini harus menjadi perhatian lebih besar bagi kami sebelum kemudian melakukan pembahasan lebih lanjut terhadap RUU tersebut," katanya.

Baca Juga:

Tak Sahkan RUU PKS, Ketua DPR 'Ngeles' Belum Ada Judul

Sebelumnya, sebagaimana dikutip Antara, lima anggota DPR mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga yaitu Ledia Hanifa dan Netty Prasetiyani (F-PKS), Ali Taher (F-PAN), Sodik Mudjahid (Fraksi Gerindra), dan Endang Maria Astuti (Fraksi Partai Golkar). (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Lima Pasien Positif COVID-19 di Tasikmalaya Dinyatakan Sembuh
Indonesia
Lima Pasien Positif COVID-19 di Tasikmalaya Dinyatakan Sembuh

Upaya petugas dari berbagi unsur, kata dia, dinilai berhasil mengedukasi masyarakat, terbukti pasien yang sembuh disambut baik oleh warga lingkungan sekitar rumahnya.

  [HOAKS atau FAKTA]: Sekeluarga Positif Corona dan Meninggal Akibat Hadiri Pesta Ulang Tahun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Sekeluarga Positif Corona dan Meninggal Akibat Hadiri Pesta Ulang Tahun

“Pemeriksaan yang dilakukan petugas dengan APD lengkap adalah pemeriksaan Kesehatan sebagai tindak lanjut dari berita yang beredar di masyarakat. Saat ini, keluarga tersebut dalam kondisi sehat,” jelas Agus.

Rizieq Shihab Janji Pagi Ini Datangi Polda Metro Jaya
Indonesia
Rizieq Shihab Janji Pagi Ini Datangi Polda Metro Jaya

Rizieq tidak menyangka karena belum pernah diperiksa sebagai saksi

Jokowi Beberkan Delapan Bandara yang Bakal Jadi Hub dan Super Hub
Indonesia
Jokowi Beberkan Delapan Bandara yang Bakal Jadi Hub dan Super Hub

Sehingga next pandemi, fondasi ekonomi di sektor pariwisata dan transportasi akan semakin kokoh

Indekos di Sukoharjo Terbakar, 3 Orang Penghuni Meninggal
Indonesia
Indekos di Sukoharjo Terbakar, 3 Orang Penghuni Meninggal

Tim Laboratorium Forensik Polda Jateng masih menyelidiki penyebab kebakaran. Sejumlah saksi juga dimintai.

Pemerintah Bakal Siapkan Pulau Kosong untuk Korban Virus Corona
Indonesia
Pemerintah Bakal Siapkan Pulau Kosong untuk Korban Virus Corona

Rumah sakit di pulau kosong rencananya akan menjadi tempat karantina dan khusus menangani virus menular.

Tito Sebut Corona Tak Mematikan, Gerindra: Kenapa Banyak yang Meninggal?
Indonesia
Tito Sebut Corona Tak Mematikan, Gerindra: Kenapa Banyak yang Meninggal?

Mendagri Tito Karnavian sempat menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik

Kapolri Baru Diharap Lampaui Prestasi Idham Azis Saat Ini
Indonesia
Kapolri Baru Diharap Lampaui Prestasi Idham Azis Saat Ini

Kapolri baru mesti memiliki potensi akseptabilitas yang memadai dari internal kepolisian

Teken UU Cipta Kerja, Komitmen Jokowi Terhadap Demokrasi Diragukan
Indonesia
Teken UU Cipta Kerja, Komitmen Jokowi Terhadap Demokrasi Diragukan

Komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap demokrasi kembali diragukan.