Gerindra Minta Potongan Zakat PNS Jangan Jadi Bancakan Ilustrasi. ( ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Merahputih.com - Partai Gerindra akhirnya angkat bicara soal rencana pemerintah memotong 2,5 persen gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) beragama Islam untuk zakat. Gerindra menilai zakat adalah ranah pribadi dan bersifat sukarela sehingga tak perlu diurusi negara.

Dilansir dari akun twitter resminya @Gerindra, Partai Gerindra khawatir kebijakan pemerintah ini akan menimbulkan polemik. Bahkan, banyak yang beranggapan bahwa pemerintah sedang mencari dana untuk menambal defisit anggaran saat ini.

Wacana ini dinilai sangat tidak tepat dan perlu kajian berulang-ulang. Apalagi kebijakan itu dicetuskan di tahun politik.

"Sangat sensitif sehingga perlu kehati-hatian penuh. Apalagi potensinya tidak sedikit. Bisa mencapai di atas Rp200 triliun," tulis akun @Gerindra, Jumat (9/2).


Gerindra berpendapat bahwa ketimbang berpolemik terkait mekanisme memungut zakat dari penghasilan, sebaiknya pemerintah membenahi mekanisme pengelolaan zakat agar lebih profesional dan transparan.

"Dengan begitu, kepercayaan umat terhadap pengelolaan zakat oleh pemerintah akan lebih baik lagi," bebernya.

Jangan sampai rakyat berpikiran pungutan zakat lewat Perpres itu adalah cara tersembunyi pemerintah untuk menutup defisit anggaran karena penghasilan pajak yang terus meleset dari target, sementara 80 persen pendapatan pemerintah bergantung dari sana.

"Oleh karena itu Partai Gerindra menegaskan sekali lagi kepada @Kemenag_RI wacana tersebut harus ditinjau ulang dengan hati-hati. Pemerintah perlu melibatkan seluruh elemen atau organisasi Islam untuk memusyawarahkan hal tersebut," tutupnya. (ayp)

Kredit : anggayudha

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH