Gerindra Dinilai Kurang Kaderisasi, Pengamat: Mirip PDIP Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengunjungi Universitas Pertahanan (Unhan) di Kampus Sentul, Rabu (13/5). Humas Unhan

Merahputih.com - Penunjukkan kembali Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra menuai kritik. Pasalnya, hal itu menunjukkan tak ada kaderisasi yang baik di partai nomor dua di Indonesia itu.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Sejak Gerindra didirikan maka tampuk kekuasaan tak pernah lepas dari Prabowomenilai, Gerindra kurang kaderisasi seperti PDIP yang hanya mengandalkan sosok Megawati Soekarnoputri.

"Partai ini mirip PDIP. Padahal diantara keduanya punya kader-kader potensial," jelas Jerry kepada Merahputih.com di Jakarta, Minggu (9/10).

Baca Juga:

Petinggi Gerindra Ungkap Alasan Prabowo Usung Denny Indrayana di Pilgub Kalsel

Sejak Gerindra didirikan maka tampuk kekuasaan tak pernah lepas dari Prabowo. Bagi pemilih tradisional tak masalah tapi rasional atau terpelajar paling akan beda.

"Barangkali kepemimpinan single figther modelnya seperti ini. Kendati bayak kader tapi tak mau melepas kepemimpinannya. Padahal, "Leadership is not a position but an action" (kepemimpinan bukanlah posisi tapi suatu tindakan)," terang pria asal Minahasa ini.

Jerry menjelaskan, sejauh ini jika Gerindra masih mengandalkan kepemimpinan tunggal maka mereka belum berhasil menciptakan generasi kedua. Tentu saja, situasi ini bisa berdampak pada Pilpres 2024 dan sisi elektoral bisa berdampak buruk.

"Padahal publik ingin melihat Gerindra memiliki pemimpin baru dan barangkali menjadi ketua dewan pembina. Jadi Ketum bak ketua harian," papar Jerry Massie.

Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (kiri) dan Menteri Pertahanan Prabowo Sobianto (dua dari kiri) ketika mendampingi Presiden Joko Widodo saat melakukan peninjauan lahan untuk pengembangan lumbung padi nadional. (Foto: Antara)
Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (kiri) dan Menteri Pertahanan Prabowo Sobianto (dua dari kiri) ketika mendampingi Presiden Joko Widodo saat melakukan peninjauan lahan untuk pengembangan lumbung padi nadional. (Foto: Antara)

Jika Prabowo legowo dan berani melepas jabatannya serta memberikan kesempatan pada kader terbaiknya seperti Menteri KKP Edhy Prabowo, Suhmi Dasco Ahmad ataupun Sekjen Ahmad Muzani.

"Paling tidak akan lain ceritanya. Dengan dengan gaya saat ini maka Prabowo akan sulit bersaing dengan para rising star," ungkap Jerry.

Jerry berharap, di struktur kepengurusan perlu ada regenerasi. Sebab, banyak kader muda yang cemerlang ada di Gerindra.

"Harus ada terobosan dan inovasi baru. Kalau Prabowo publik bahkan lawan politik sudah mengetahui ke arah mana Gerindra akan di bawah bahkan strategi partai ini. Kalau yang baru pasti mereka akan sulit menebak," tutup Jerry.

Baca Juga:

Jokowi Bakal Pidato Saat Prabowo Dikukuhkan Jadi Ketum Gerindra

Seperti diketahi, Prabowo Subianto disahkan kembali sebagai Ketua Umum Partai Gerindra untuk periode 2020-2025. Pengesahan itu ditetapkan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8).

Sidang KLB tersebut dipimpin Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. "Atas nama pimpinan sidang Kongres Luar Biasa, kami mengucapkan syukur Alhamdulillah dan memberikan syukur dan doa kepada Pak Prabowo Subianto untuk memimpin kami kembali selama lima tahun," kata Muzani. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH