Gerindra Buka Suara Soal Sandiaga Uno Masuk Bursa Ketum PPP Sandiaga Uno. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengaku tidak heran jika nama Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno, masuk dalam bursa pemilihan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hal tersebut disampaikan Dasco menanggapi kabar nama pendamping Prabowo Subianto, dalam Pilpres 2019, itu masuk bursa Ketum PPP pada Mukernas yang akan digelar akhir 2020 mendatang.

Baca Juga:

Mensos Juliari: Jangan Pelihara Orang Miskin

"Sandi Uno adalah kader Partai Gerindra menjabat Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra. Ya memang ajakan menjadi ketua umum partai lain berarti Sandi diterima dan mempunyai pemilih yang besar," kata Dasco kepada wartawan, Senin, (26/10).

Menurut Dasco, tidak hanya PPP yang menawarkan Sandiaga Uno untuk menjadi ketumnya. Beberapa partai lain, kata Wakil Ketua DPR RI, ini juga banyak yang tertarik dengan Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno (kanan) bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2/2020). ANTARA/HO-Instagram Erick Thohir)

"Kami tetap berharap Sandi tetap menjadi keluarga besar kami dan kami yakin Sandi tidak akan menerima ajakan partai lain," kata Dasco.

Sebelumnya, mencuatnya nama Sandiaga Uno dalam bursa Ketum PPP disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP, Achmad Baidowi.

Baca Juga:

KPK Jebloskan Eks Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ke Lapas Sukamiskin

Baidowi mengungkapkan, nama eks Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2019, itu muncul setelah disebut oleh beberapa DPC PPP.

"Di antaranya anggota Wantimpres Bapak Mardiono, Pak Muqowwam, politisi senior PPP. Terus dari DPW Jatim itu mengusulkan nama Khofifah dan Gus Ipul dari DPP Jatim, ada juga beberapa DPC yang menyebut nama Sandiaga Uno," kata Baidowi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masyarakat Diprediksi Tak Patuhi 'New Normal' Meski TNI-Polri Sudah Dilibatkan
Indonesia
Masyarakat Diprediksi Tak Patuhi 'New Normal' Meski TNI-Polri Sudah Dilibatkan

Harusnya ada penjelasan secara gamblang maupun intens dari pemerintah soal penyebaran corona

KPK Panggil Eks Ketua DPR Marzuki Alie
Indonesia
KPK Panggil Eks Ketua DPR Marzuki Alie

Marzuki Alie bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Hiendra Soejonto.

Libur Lebaran Digeser ke Akhir Tahun, Pemerintah Isyaratkan Pelarangan Mudik?
Indonesia
Libur Lebaran Digeser ke Akhir Tahun, Pemerintah Isyaratkan Pelarangan Mudik?

"Kami akan paparkan berapa pergerakan kendaraan umum, pribadi, dan sepeda motor," ungkap Budi.

Mensos Risma Pantau Banjir di Indramayu
Indonesia
Mensos Risma Pantau Banjir di Indramayu

Menteri Sosial, Tri Rismaharini memantau banjir di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Hal ini guna memastikan kebutuhan makanan para korban terpenuhi.

 Ulang Tahun, Ma'ruf Amin Dapat Kado Penghargaan Ekonomi Syariah dari UNS Surakarta
Indonesia
Ulang Tahun, Ma'ruf Amin Dapat Kado Penghargaan Ekonomi Syariah dari UNS Surakarta

Penghargaan berupa Parasamya Anugraha Dharma Krida Upa Baksana atas jasanya dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

 [HOAKS atau FAKTA]: FBI Tangkap Bill Gates Karena Tuduhan Teror Biologis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: FBI Tangkap Bill Gates Karena Tuduhan Teror Biologis

Foto aslinya adalah foto yang memperlihatkan penangkapan Vincent Asaro pada Kamis 23 Januari 2014.

Pasien COVID-19 Klaster Secapa AD Tinggal 9 Orang
Indonesia
Pasien COVID-19 Klaster Secapa AD Tinggal 9 Orang

Berdasarkan data hari ini, tiga pasien kembali dinyatakan negatif COVID-19 melalui pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR).

 Tanpa Dasar Hukum Kuat, Larangan Mudik Berpotensi Timbulkan Pelanggaran Hak
Indonesia
Tanpa Dasar Hukum Kuat, Larangan Mudik Berpotensi Timbulkan Pelanggaran Hak

"YLKI minta pada Kemenhub dalam membikin aturannya itu harus memastikan bahwa justifikasinya secara hukum itu bisa diuji, sehingga nanti larangan (mudik) itu punya dasar hukum," kata Sudaryatmo

Minimalkan Risiko, TNI dan Brimob Dinilai Perlu Dikerahkan Bantu Tangkap Rizieq
Indonesia
Minimalkan Risiko, TNI dan Brimob Dinilai Perlu Dikerahkan Bantu Tangkap Rizieq

Polri juga diminta harus tegas dan juga harus cermat

Blusukan di Jakarta, Cara Risma Naikkan Popularitas
Indonesia
Blusukan di Jakarta, Cara Risma Naikkan Popularitas

Pengamat politik, Ray Rangkuti menilai, apa yang dilakukan Risma bisa saja berhubungan dengan menaikan popularitas terutama di media sosial