Gerindra Belum Sepakat Pemulangan Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi Arief Poyuono (kiri). (MP/Yohanes Abimanyu)

Merahputih.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menilai tidak perlu memulangkan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab untuk rekonsiliasi.

Meski begitu, Arief mengatakan bila di luar persoalan rekonsiliasi dan dilihat dari segi kemanusiaan dan konteks hukum, apabila Rizieq tidak terbukti melakukan tindak pidana maka ia harus dipulangkan. Namun bila bersalah, kata dia, hukum tetap harus ditegakkan.

Baca Juga: Pengamat: Rekonsiliasi dan Pemulangan Rizieq Dua Hal Terpisah

"Rekonsiliasi dengan syarat Habib Rizieq dikembalikan atau dihapus permasalahan hukumnya itu sama sekali belum ada pembicaraan dalam partai Gerindra ya. Mungkin itu baru semacam kata-kata saja dari para kader Gerindra dan simpatisan dengan Habib Rizieq,” kata Arief kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/7).

Ia juga mengaku cenderung lebih menyukai menyebut rekonsiliasi sebagai silaturahmi, karena menurutnya, silaturahmi memiliki makna yang lebih halus, agamis, dan yang terpenting tidak memiliki agenda apa pun. Silaturahmi, menurut Arief sangat penting dilakukan mengingat kondisi masyarakat yang 'panas' selama Pemilu 2019.

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. (MP/Fadhli)
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. (MP/Fadhli)

Dia pun setuju bila ke depan ada pertemuan antardua kubu dapat menghadirkan beberapa komitmen yang tujuannya mengutamakan masyarakat. “Bukan untuk kepentingan kelompok, partai, atau relawan. Ini perlu dicatat,” ujar Arief.

Arief mengatakan bila nanti terjadi silaturahmi, pihaknya akan menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa jajaran kabinet menterinya nanti harus yang profesional menguasai permasalahan di departemennya, jujur, dan bersih.

“Artinya demokrasi itu jangan menghasilkan maling-maling atau rampok-rampok duit negara, tapi menghadirkan pimpinan-pimpinan yang bersih dan bisa membangun negeri ini,” ujar dia.

Baca Juga: Pengamat: Jika PAN dan Demokrat ke Pemerintah, Demokrasi Jadi Tidak Sehat

Arief menyampaikan hingga saat ini Gerindra belum mengambil keputusan akan melakukan rekonsiliasi atau tidak.

“Gerindra sampai saat ini belum mengadakan rapat pimpinan untuk menentukan apakah kita akan melakukan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo itu belum dipastikan karena Prabowo juga baru kembali dari luar negeri,” katanya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH