Gerindra Beberkan Alasan Tatib Pemilihan Wagub DKI Molor Politisi Gerindra yang juga anggota DPRD DKI Jakarta, Syarif tak persoalan penolakan PSI terhadap pin emas (Foto: dprd-dkijakartaprov.go.id)

MerahPutih.com - Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Syarif menjelaskan molornya kerja Panitia Khusus (Pansus) pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta lantaran sejumlah poin di dalam tata tertib (Tatib) belum dikoreksi sesuai dengan revisi dari Kementerian Dalam Negeri.

"Dari 120 pasal di tatib pemilihan, itu cuma dua ayat saja yang krusial, soal kuorum dan rapimgab. Itu doang yang lain mah sudah beres. Setelah itu, dua kali paripurna pengesahan tatib pemilihan," ujar Syarif, Rabu (29/8).

Baca Juga:

PKS Belum Berencana Kembalikan Sandiaga Jadi Wakil Gubernur

Selain itu, keanggotaan pansus pemilihan pendamping Gubernur Anies bakal dirombak ulang. Karena Ketua Pansus, Ongen Sangaji dan Wakil Ketua Pansus, Bestari Barus sudah tidak menjabat lagi di parlemen DKI periode 2019-2024.

"(Pansus) kan kemarin kan bubar dan hasilnya belum disahkan. Maka otomatis dibentuk pansus baru. Kalau pekerjaannya, bisa jadi diteruskan, bisa jadi itu diganti lagi," kata Anggota fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi.

Agung Yulianto bersama Abdurrahman Suhaimi dari PKS
Cawagub DKI Agung Yulianto bersama anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi (MP/Asropih)

Diketahui, posisi Wagub DKI telah kosong sejak 10 Agustus 2018 pasca ditinggal Sandiaga Uno yang maju menjadi calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 lalu.

Dua partai pengusung PKS dan Gerindra sudah mengajukan dua nama untuk menjadi cawagub yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Baca Juga:

Pembentukan Pansus Wagub DKI Akan Jadi Tugas Pertama DPRD Periode 2019-2024

Lewat anggota DPRD baru ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berharap mereka memasukkan agenda pemilihan wagub sebagai salah satu agenda awal di masa tugasnya.

"Dua nama kan sudah disampaikan kepada dewan. Sekarang kita tunggu dewan memprosesnya lebih cepat. Dengan begitu, nanti saya tidak main single terus, akan main double kalau (diistilahkan dengan) permainan badminton," ujar Anies. (Asp)

Kredit : asropih


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH