Geram, Wiranto Sindir Prabowo soal Pengalaman dan Dedikasinya untuk TNI Menkopolhukam Wiranto usai apel bersama pengamanan Pemilu 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (22/3) (MP/Kanugraha)

MerahPutih.com - Pernyataan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang dianggap menyudutkan TNI membuat Menkopolhukam, Wiranto geram. Ia akhirnya buka suara dan mengkritik balik juniornya sewaktu di TNI itu.

Wiranto mengatakan, bukan hanya Prabowo yang siap mati untuk negara sejak usia 18 tahun. Menurutnya, semua prajurit TNI sejak dilantik sudah kontrak mati untuk Negeri yang kita cintai.

Sampai saat ini, kata dia, sudah ribuan prajurit yang gugur dalam menjalankan tugasnya, mereka telah membuktikan sebagai prajurit sejati.

Prabowo. (Ist)
Prabowo. (Ist)

"Maka sebaiknya kalau masih hidup sampai sekarang tak perlu membanggakan diri, lebih baik mensyukuri untuk melanjutkan pengabdian. The soldiers never die, just fade away," kata Wiranto kepada wartawan, Rabu (3/4).

Lebih lanjut Wiranto menyampaikan bahwa ia sangat menyayangkan atas pernyataan Prabowo yang merendahkan institusi TNI.

"Apalagi yang dituduh itu institusi TNI, almamater yang membesarkannya, sungguh menyedihkan," jelas mantan Panglima ABRI ini.

Tak sampai di situ saja, Wiranto juga mengkritik pendapat Prabowo tentang ramalan tidak adanya perang. Ia mengatakan bahwa Prabowo salah dalam memahami ramalan tersebut.

Wiranto mencontohkan tentang operasi Timor Timor, sebagaimana disebutkan Prabowo saat debat. Hal itu bukanlah perang antara negara, tetapi Opskamdagri (operasi keamanan dalam negeri) di provinsi ke-27 (saat itu).

"Pasca Proklamasi 1945 Indonesia hanya mengalami perang sekali sewaktu menghadapi agresi Belanda. Setelah itu sampai sekarang dan prediksi ke depan, perang terbuka, perang konvensional akan sangat kecil kemungkinannya (hasil kajian strategis)," terang Wiranto.

Ia menilai, jika dalam menerjemahkan ancaman sudah salah, maka kebijakan yang diambil pasti akan jauh menyimpang dari yang dibutuhkan.

"Apalagi itu kebijakan negara, wah pastilah risikonya sangat fatal. Contohnya karena salah mendiskripsikan ancaman terkini maka Capres Nomor 02 yang menganggap dirinya paling paham soal Hankam, menganggap pertahanan kita buruk dan lemah karena kita nggak punya uang untuk memberdayakan TNI kita. Bayangkan kalau APBN dihambur untuk membeli Alutsista TNI, sedangkan ancaman realnya bukan perang, apa jadinya negeri ini," ungkap Wiranto.

Wiranto juga menilai, ketika Prabowo berprinsip ingin mempertahankan teknologi lama atau kuno dengan alasan tak mau berutang itu salah juga.

Pasalnya, kata Wiranto, UUD 1945 sudah mengamanatkan kepada kepala negara/pemerintahan untuk melindungi, mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.

"Ini ada Capres yang malah enggan mencerdaskan bangsanya hanya karena tak mau berutang. Negara mana sih yang nggak ngutang? Negara maju seperti AS, Jepang bahkan Cina punya hutang," katanya

Wiranto beranggapan, yang penting hutang itu buat investasi yang produktif yang mempunyai prospek positif ke depan termasuk transfer teknologi.

"Ke depan yang menghidupi bangsa kita bukan lagi bergantung ke natural resources sumber daya alam yang semakin menipis, tetapi human capital sumber daya manusia yang cerdas dan tercerahkan," jelas Wiranto. (Knu)

Baca Juga: Wiranto: Jika Berada di Tangan Orang yang Tepat, Indonesia Masuk 4 Besar Dunia



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH