Gerakan Bayarin Kontrakan Pastikan Masyarakat Terdampak COVID-19 Aman di Kontrakan! Program bantuan TurunTangan. (TurunTangan)

MUHSIN, (70), saban hari harus berdiam di kontrakannya di daerah Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat. Sejak pemberlakuan PSBB gerobak martabaknya terus terparkir. Pelanggannya, mahasiswa Bina Nusantara (Binus) tak lagi bisa ke kampus dan membeli akibat kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR), kesehatannya.

"Sudah beberapa bulan ini saya tidak bisa berjualan. Kampus diliburkan, semua belajar dari rumah sehingga tidak ada pembeli,” katanya.

Baca juga: Barista Asuh, Bukti Industri Kopi Indonesia tak Pernah Cengeng dan Mengeluh

Selain tak ada pembeli, Muhsin tak mungkin keluar rumah karena usia dan kesehatannya sangat rentan terdampak COVID-19. Ia bahkan tak bisa memeriksa kesehatannya secara rutin di tiga dokter spesialis, paru-paru, penyakit dalam, mata, dan hanya mengandalkan obat apotek.

“Terus terang saya kesulitan untuk membayar kontrakan tiap bulan karena penghasilan sudah tidak ada. Kalau makan, ya alhamdulillah masih bisa diusahakan. Kalau kontrakan telat bayar nanti saya dan keluarga mau tinggal di mana?” katanya.

Pandemi COVID-19 tak hanya berdampak pada kesehatan, melainkan pula ekonomi terutama masyarakat masuk kategori miskin dan rentan miskin. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) memperkirakan sampai Mei 2020 ada sekitar 15 juta pekerja sektor formal dan informal dirumahkan.

Turun Tangan
Muhsin, pedagang martabak terdampak COVID-19. (TurunTangan)

Kondisi Muhsin ternyata dialami banyak masyarakat Jakarta. Mencoba meringankan beban mereka, TurunTangan bekerjasama dengan Kitabisa dan donatur membuat gerakan #BayarinKontrakan. Gerakan ini membantu membayar kontrakan atau indekos warga terdampak selama masa pandemi. Paling tidak, selama pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Gerakan ini, menurut Muhammad Husnil, koordinator #BayarinKontrakan, ingin membuat masyarakat tenang dalam menghadapi masa-masa krisis. "Kalau mereka dihantui was-was dan gelisah, sistem imun mereka bisa menurun dan mereka tambah rentan terpapar virus COVID-19 ini. Dengan gerakan ini kami ingin memberikan ketenangan kepada mereka dengan membuat mereka tetap memiliki tempat berteduh, minimal selama sebulan," kata Husnil.

TurunTangan mendapatkan data warga dengan dua metode. Pertama, melalui turun ke lapangan mengunjungi lokasi kontrakan-kontrakan di Jakarta. Kedua, dengan menyebarkan formulir. Sampai saat ini, tercatat ratusan orang mendaftar.

"Tetapi, pemberian bantuan pembayaran kontrakan ini kami bagi ke dalam beberapa gelombang," kata Husnil. "Kami memprioritaskan warga benar-benar membutuhkan, seperti kehilangan penghasilan sama sekali, dan hampir terusir dari kontrakan".

Baca juga: Mengenal 'Dari Halte Ke Halte', Rujukan 'Street Food' Nikmat Warga IbuKota

TurunTangan berencana membantu sebanyak mungkin warga terdampak dan sudah mulai bergerak pada Sabtu, 17 Mei 2020, dan akan terus bergerak selama masa pandemik ini.

Bapak Muhsin dan keluarganya mengaku sangat diringankan atas bantuan pembayaran kontrakan dari gerakan #BayarinKontrakan. “Tadinya ada beberapa macam beban kami harus tanggung, kini puji syukur satu beban setidaknya sudah hilang. Kami masih bisa tinggal di kontrakan selama satu bulan ini,” katanya.

TurunTangan terus berharap agar masyarakat terdampak COVID-19 terutama telah dirumahkan dan tak bisa berdagang bisa melalui hari-hari ke depan dengan lebih tenang. (*)

Baca juga: MEInang! Usaha Bersemi kala Pandemi


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho