Gene Simmons, Semuanya Tentang Kekuasaan dan Uang Gene Simmons. (Foto: cbswncx2)

KISS termasuk band perintis musik rock dari akhir tahun 1970-an. Dengan rias wajah menggambarkan karakter masing-masing dan busana panggung yang cemerlang, KISS tak sekedar memainkan musik. KISS adalah brand terkenal dalam dunia marketing.

Selama bertahun-tahun KISS menjadi obyek penelitian para pemerhati marketing. Selain album yang dijual oleh grup musik ini, mereka menjual apapun yang memasang label KISS. Pun, Gene Simmons, bassist KISS, membuka rahasianya dalam bukunya On Power: My Journey Through the Corridors of Power and How You Can Get More Power.

Menurut Simmons, buku sederhana yang mudah dimengerti orang. Buku ini lebih pada menggerakan orang mencapai kekuatan yang paling tinggi. Seperti yang ia katakan kekuatan seperti Oprah Winfrey, Stan Lee atau elon Musk. Ia percaya bahwa pada setiap orang memiliki kekuatan untuk mencapai puncak.

Simmons mengatakan bahwa buku yang dibuatnya bukan mengenai motivasi atau langkah menjadi jutawan. Secara logika pria yang mengaku sudah tidur dengan 1000 perempuan ini mengatakan jika buku-buku yang menuliskan tentang langkah-langkah menjadi jutawan banyak dipublikasikan di pasar, tentunya saat ini sudah banyak jutawan.

Simmons menyebutkan bahwa banyak hal-hal baik yang ada dalam diri seseorang. Dalam laman Time, ia mengatakan bahwa seseorang harus pandai menempatkan diri dalam kehidupan untuk menjadi 'kaya'. 'Kaya' yang ia maksudkan bukan memiliki materi berlimpah, namun menilai dan menjalankan hidup dengan baik.

Simmons memang melihat uang adalah sumber dari seluruh kekuatan. Ia membandingkan dengan Harvey Weinstein yang terseret kasus perundungan. Boss besar di Hollywood itu memiliki banyak uang dan tentunya kekuasaan. Uang dan kekuasaan bukan tentang baik atau buruk, lebih pada penggunanya.

Iapun mengatakan bahwa popularitas dapat menempatkan diri pada pandangan dunia. Semakin dilihat maka semakin leluasa untuk menyuarakan apapun. Sebab dunia tidak akan pernah peduli pada orang kebanyakan. Ia mengambil contoh Kadarshian yang menjadi populer tanpa apapun, kecuali memanfaatkan wahana bernama media. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH