Gending Ketawang Puspawarna Jadi Simbol Syukur Pelantikan Paku Alam X Paku Alam X. (Foto: MP/Teresia Ika)

ALUNAN gending Jawa legendaris, Ketawang Puspawarna, mengiringi acara penyambutan kedatangan Sri Paduka Paku Alam X di Pura Pakualaman, Yogyakarta. Paku Alam dan istri, GKR Atika Suryodilogo, tiba di Yogyakarta, Rabu (11/10).

Penyambutan Paku Alam X ini merupakan simbol ucapan syukur sekaligus kebahagiaan para abdi dalem melihat pemimpinnya dilantik menjadi Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2017-2022. "Harapannya Paku Alam X bisa lebih menyejahterakan rakyatnya juga abdi dalem," terang Penghageng KPH Kusumo Parasto.

Salah seorang abdi dalem, Sastrowiryo, menyebutkan prosesi penyambutan ini tidak direncanakan. "Kami spontan saja. Gending Puspawarna itu dibawakan untuk menyambut paduka," ujarnya kepada Merahputih.com.

Menurutnya, gending mengandung makna keindahan warna. Tak banyak yang tahu kalau gending Ketawang Puspawarna ini pernah mengudara di luar angkasa. "Alunan gending ini sudah pernah sampai ke bulan," tambah Sastrowiryo.

Dalam buku Wiwara: Pengantar Bahasa dan Kebudayaan Jawa yang ditulis Harimurti Kridalaksana disebutkan gending adalah komposisi lagu yang mengandung aspek nada dan irama tertentu serta diperlukan untuk memainkan instrumen gamelan. Dan pada September 1977, gending berjudul 'Ketawang Puspawarna' ini mengalun di angkasa bersama pesawat ruang angkasa tanpa awak, Voyager.

Tembang berirama rancak itu diciptakan seniman sekaligus raja keempat dinasti Mangkunegaran yang bertahta pada 1853-1881, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aria (KGPAA) Mangkunegara IV. Ada yang unik dengan gending ini. Kata ketawang pada judul ternyata mengandung arti ke angkasa.

Padahal pakar musik dunia asal Amerika Serikat, Profesor Robert E Brown, disebut-sebut tidak menaruh perhatian pada makna 'ketawang' saat memilih lagu itu untuk dibawa ke luar angkasa. Ia lebih memerhatikan keindahan dan komposisi gending yang tak panjang. Namun ternyata, lama setelah diciptakan, tembang ini justru benar-benar mengudara ke angkasa.

Semoga dengan dilantiknya Paku Alam X menjadi wakil gubernur DIY, prestasi warga provinsi ini pun akan semakin melambung tinggi. Sama seperti tembang pengiring acara penyambutan kedatangan sang wakil gubernur.

Artikel ini dibuat berdasarkan laporan Teresia Ika, kontributor Merahputih.com wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. (*)

Simak berita lain mengenai Paku Alam X pada artikel Wah, Tujuh Gajah Kawal Paku Alam X dalam Kirab Jumenengan.



Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH