Gen Z dan Milenial Pilih Rumah Dengan Kisaran Harga Rp 1 Miliar

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Oktober 2023
Gen Z dan Milenial Pilih Rumah Dengan Kisaran Harga Rp 1 Miliar

Ilustrasi - Deretan perumahan. (HO Tapera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan pertumbuhan yang positif mencapai 10 persen secara tahunan (yoy) per Agustus 2023. Angka tersebut naik dibandingkan akhir 2022 yang tercatat sebesar 8,17 persen.

Pangsa pasar terbesar KPR berasal dari rumah tipe menengah atau tipe 21-70, sementara untuk kontribusi terbesar pertumbuhan berasal dari rumah tipe >70.

Baca Juga:

KPR Subsidi Bisa Capai 180 Ribu Unit di Tahun Ini

KPR merupakan kontributor tertinggi dari angka pertumbuhan tersebut, dengan generasi muda menjadi motor pertumbuhan kredit konsumsi, yaitu tumbuh secara tahunan sebesar 17,18 persen per Agustus 2023. Di tengah tren penurunan kredit konsumsi pada generasi lainnya.

Hasil riset dari perusahaan teknologi real estat, 99 Group menyebutkan bahwa rumah tapak atau rumah tunggal menjadi tipe properti yang paling dicari Gen Z dan Milenial.

Melalui riset yang dilakukan dalam kurun waktu 2022 hingga semester I-2023, Head of Research 99 Group Indonesia Marisa Jaya menyampaikan, minat Gen Z dan Milenial terhadap sektor properti tergolong cukup tinggi serta potensial.

"Sebenarnya Gen Z dan Milenial memiliki pattern yang sama, kita lihat interest mereka itu masih sangat tinggi di rumah tapak," kata Marisa.

Untuk Gen Z, minat terhadap rumah tapak sebesar 64,4 persen, properti tanah 13,6 persen, serta apartemen dengan tingkat peminatan hanya 9,0 persen. Kemudian untuk Milenial, minat akan tipe properti rumah tapak tercatat sebesar 64,5 persen, tanah sebesar 14,3 persen dan apartemen yang lebih tinggi 9,4 persen.

Kemudian Gen Z dan Milenial pun paling banyak memilih untuk membeli rumah dengan rentang harga Rp 1 miliar sampai dengan Rp 3 miliar mencapai 34,2 persen Gen Z. Kemudian 30 persennya lebih memilih harga Rp400 juta hingga Rp 1 miliar dan Milenial 36,3 persen memiliki preferensi harga Rp 1 miliar hingga 3 miliar, serta 31,7 persennya memilih harga Rp 400 juta hingga Rp1 miliar.

Marisa menjelaskan, untuk lokasi properti pun saat ini masih terpusat di kota-kota besar di Indonesia, terutama Jakarta dengan 61,0 persen menjadi favorit Gen Z, dan 64,9 persen bagi Milenial.

"Untuk lokasi paling favorit saat ini, mencatatnya masih sangat terkonsentrasi di kota-kota besar jadi diantaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya," katanya.

Gen Z dan Milenial hingga saat ini menjadi pasar yang potensial untuk sektor properti. Hal itu tercermin dari adanya kenaikan pembelian rumah yang signifikan pada semester pertama tahun ini.

Dari segi luas bangunan, 25,8 persen Gen Z dan 21,4 persen Milenial mempunyai preferensi luas bangunan 30-60 meter persegi (m2).

"Untuk referensi luas bangunan sendiri, Milenial dan Gen Z itu sama-sama suka di luas 60-100m2. Tentunya ini berhubungan dengan harga yang mampu mereka beli,” ujar Marisa. (Knu)

Baca Juga:

BTN Mudahkan Generasi Z Ajukan KPR Tanpa Uang Muka Dengan Tenor 30 Tahun

#Rumah #Inflasi #Pemulihan Ekonomi #KPR
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Perhatian utama pasar saat ini bukan lagi sekadar besarnya ekspor Indonesia, melainkan kecepatan kenaikan impor migas yang mulai menggerus surplus perdagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Indonesia
Harga Beras Bikin Inflasi di Bulan Mei, Inflasi Tahunan 3,08 Persen
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak ini adalah cabai merah, bawang merah, tomat, beras dan sawi hijau.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Harga Beras Bikin Inflasi di Bulan Mei, Inflasi Tahunan 3,08 Persen
Indonesia
BI Rate Naik Jadi 5,25%, Senjata Bank Sentral Kendalikan Inflasi
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi tetap 5,7% dan inflasi terkendali dalam kisaran sasaran pemerintah.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
BI Rate Naik Jadi 5,25%, Senjata Bank Sentral Kendalikan Inflasi
Indonesia
Kepala Daerah Diperintahkan Antisipasi Gejolak Ekonomi Akibat Geopolitik Global
Mendagri memaparkan bahwa sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan tertinggi pada periode ini.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Kepala Daerah Diperintahkan Antisipasi Gejolak Ekonomi Akibat Geopolitik Global
Indonesia
Badan Bank Tanah Siapkan 778,95 Hektar di 12 Lokasi Buat Rumah MBR
Badan Bank Tanah mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden RI Prabowo Subianto melalui penyediaan lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Badan Bank Tanah Siapkan 778,95 Hektar di 12 Lokasi Buat Rumah MBR
Indonesia
Bank Sangat Pilih Pilih Salurkan Kredit Rumah
Penyaluran KPR oleh perbankan pada Maret 2026 masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,79 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Bank Sangat Pilih Pilih Salurkan Kredit Rumah
Indonesia
Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama
Ekonom Ferry Latuhihin memprediksi rupiah berpotensi tembus Rp18.000 per dolar AS akibat kenaikan yield obligasi AS, harga minyak dunia, dan sentimen investor.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama
Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai menekan perajin tahu dan tempe. DPR soroti lonjakan harga kedelai impor hingga ancaman inflasi dan daya beli masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Indonesia
Prabowo Tetapkan KPR 40 Tahun, Cicilan Bulanan Rumah Subsidi Bisa Rp 800 Ribu
Saat ini pemerintah tengah berkoordinasi dengan pihak pengembang untuk mendukung kebijakan KPR 40 tahun.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Prabowo Tetapkan KPR 40 Tahun, Cicilan Bulanan Rumah Subsidi Bisa Rp 800 Ribu
Indonesia
Menteri Keuangan G7 Sebut Perpecahan Antara AS dan Eropa Makin Dalam
Para peserta juga membahas dukungan bagi Ukraina serta kerja sama dalam pengamanan mineral kritis yang penting bagi industri teknologi tinggi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 April 2026
Menteri Keuangan G7 Sebut Perpecahan Antara AS dan Eropa Makin Dalam
Bagikan