Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane Sulawesi Utara Ilustrasi - Lokasi pusat gempa magnitudo 5,1 di dekat Kepualauan Talaud, Sulut, Senin (24/12/12) pukul 19:58 WIB. (ANTARA/HO-BMKG)

MerahPutih.com - Gempa bumi dengan magnitudo 7,1 mengguncang Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (12/8)dini hari.

Dikutip dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta, Kamis (8/12), gempa tersebut terjadi pada pukul 00.46.17 WIB dan tidak menimbulkan tsunami.

Pusat gempa berada di laut yang berjarak 267 kilometer dari timur laut Melonguane dengan kedalaman 51 kilometer.

Baca Juga:

Gempa di Mukomuko Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Berdasarkan kekuatannya, gempa dirasakan dengan skala IV Modified Mercalli Intensity (MMI) di Talaud, skala II-III di Sangihe dan Bitung.

Menurut literasi BMKG skala IV MMI berarti getaran gempa masuk kategori ringan dan dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah serta membuat jendela serta pintu berderik.

Baca Juga:

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sulut

Skala III MMI, gempa tergolong lemah cuma menimbulkan getaran di dalam rumah seperti ada truk yang melintas, sedangkan skala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga pukul 06.00 WIB terjadi delapan kali gempa susulan pascagempa bermagnitudo 7,1 di Davao Filipina hingga Kepulauan Talaud Sulawesi Utara pada Kamis (12/8) dini hari.

Berdasarkan catatan sejarah,gempa besar di zona Tunjaman Lempeng Laut Filipina cukup banyak. Hal ini menunjukkan di wilayah tersebut sudah sering terjadi gempa besar dan merusak pada masa lalu.

Gempa merusak tersebut yaitu Gempa merusak Kepulauan Talaud 23 Oktober 1914 magnitudo 7,4, gempa merusak Davao 14 April 1924 magnitudo 8,2, gempa merusak Davao 25 Mei 1943 magnitudo 7,6, gempa merusak Halmahera 27 Maret 1949 magnitudo 7,0.

Tercatat juga gempa merusak Davao 19 Maret 1952 magnitudo 7,7, gempa merusak Kepulauan Talaud 24 September 1957 magnitudo 7,2, gempa merusak Halmahera Utara dan Morotai 8 September 1966 bermagnitudo 7,7, gempa merusak Kepulauan Talaud 30 Januari 1969 magnitudo 7,6 serta gempa merusak Maluku Utara dan Morotai pada 26 Mei 2003 dengan magnitudo 7,0. (*)

Baca Juga:

Gempa di Nias Utara Dirasakan Sampai Gunungsitoli

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hadapi Bonus Demografi, Indonesia Kejar Target Turunkan Stunting
Indonesia
Hadapi Bonus Demografi, Indonesia Kejar Target Turunkan Stunting

Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas.

Segera Naikkan Upah dan Pajak, Yallen Jadi Menkeu Perempuan Pertama AS
Dunia
Segera Naikkan Upah dan Pajak, Yallen Jadi Menkeu Perempuan Pertama AS

Yellen akan memainkan peran kunci dalam bekerja dengan Kongres mengenai rencana stimulus virus corona

Tolak Kenaikan RKT DPRD DKI, Demokrat: Tidak Etis dan Menyakiti Hati Rakyat
Indonesia
Tolak Kenaikan RKT DPRD DKI, Demokrat: Tidak Etis dan Menyakiti Hati Rakyat

"Ekonomi sedang lesu akibat terimbas COVID 19, tidak etis kalau DPRD minta naik fasilitas & tunjangan lainnya termasuk penambahan volume kegiatan DPRD itu akan menyakiti hati rakyat," ungkap Santoso.

KKP Amankan Pelaku Sport Fishing Ilegal Asal Malaysia di Perairan Sebatik
Indonesia
KKP Amankan Pelaku Sport Fishing Ilegal Asal Malaysia di Perairan Sebatik

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan sejumlah Warga Negara Malaysia yang melakukan aktivitas sport fishing secara ilegal di perairan laut Sebatik pada Rabu (26/5)

Cucu Bung Karno: Kader PDIP Wajib Menangkan Eri Cahyadi-Armudji
Indonesia
Cucu Bung Karno: Kader PDIP Wajib Menangkan Eri Cahyadi-Armudji

Sebab, kemenangan di pilkada ini adalah soal marwah partai, dimana di Kota Pahlawan inilah Bung Karno dilahirkan.

KPK Periksa Eks Stafsus Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Benur
Indonesia
KPK Periksa Eks Stafsus Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Benur

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gellwyn DH Yusuf, mantan staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

103 Bangunan di Sepanjang Sungai Cidurian Dibongkar
Indonesia
103 Bangunan di Sepanjang Sungai Cidurian Dibongkar

Sebanyak 103 bangunan di sepanjang Sungai Cidurian, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, dibongkar sebagai upaya normalisasi. Pembongkaran dilakukan secara swadaya. Dari bangunan-bangunan tersebut, sebanyak 29 bangunan di antaranya bersertifikat.

Memaknai Semboyan Tabah Sampai Akhir Perjuangan Awak KRI Nanggala-402
Indonesia
Memaknai Semboyan Tabah Sampai Akhir Perjuangan Awak KRI Nanggala-402

Berjuanglah terakhir kali bagi NKRI, untuk membawa pulang para pelaut kami wahai KRI Nanggala-402.

Akhir Lembaga Antirasuah?
Indonesia
Akhir Lembaga Antirasuah?

Banyak pihak memandang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah berada di ambang kematian.

Anies Hentikan Aktivitas Warung Makan hingga Mal di Zona Merah dan Oranye
Indonesia
Anies Hentikan Aktivitas Warung Makan hingga Mal di Zona Merah dan Oranye

Aktivitas di mal, warung makan, kafe, restoran, hingga bioskop wilayah zona merah dan oranye di Jakarta dihentikan sementara, tanggal 12—16 Mei 2021.