Gempa M 5,3 Guncang Tolitoli, Begini Analisa BMKG Ilustrasi foto alat pendeteksi gempa seismograf. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

MerahPutih.com - Gempa tektonik dengan magnitudo 5,3 mengguncang Tolitoli, Sulawesi Tengah pada Sabtu (29/5) pukul 08.25 WIB yang disebabkan aktivitas subduksi di utara Sulawesi.

"Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi di utara Sulawesi," ucap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu

Baca Juga

BMKG Ingatkan Adanya Potensi Gempa M 8,7 dan Tsunami di Jawa Timur

Hasil info pendahuluan BMKG menunjukkan gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 5,3 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 5,2.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,07 LU dan 120,03 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 87 km arah barat Kota Tolitoli, Sulawesi Tengah pada kedalaman 27 km.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa Tolitoli, Sabtu (29/5). Foto: BMKG

Gempa tersebut berdampak guncangan yang dirasakan di daerah Tolitoli dan Balukang III-IV MMI, yaitu bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Bambang mengatakan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

Hasil monitoring BMKG juga menunjukkan belum adanya aktivitas gempa susulan. Namun, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. (Pon)

Baca Juga

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Tolitoli

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Kematian COVID-19 Meroket, DIY Dorong Warga Isoman di Selter COVID-19
Indonesia
Kasus Kematian COVID-19 Meroket, DIY Dorong Warga Isoman di Selter COVID-19

DIY mencatat jumlah kasus kematian pasien COVID-19 selama Juli 2021 meningkat enam kali lipat dibanding bulan sebelumnya.

Teridentifikasi, Enam Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dikembalikan ke Keluarga
Indonesia
Teridentifikasi, Enam Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dikembalikan ke Keluarga

Pihak keluarga dari masing-masing jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang tak kuasa menahan tangis

Panitia Pengawas Diam-diam Temui Timses Paslon Pilkada
Indonesia
Panitia Pengawas Diam-diam Temui Timses Paslon Pilkada

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melarang Panitia Pengawas (Panwas) bertemu dengan pasangan calon atau tim pemenangan pada Pilkada Serentak 2020 secara diam-diam.

Lebaran Usai, Ribuan Pemudik Masih Wara-wiri di Jatim
Indonesia
Lebaran Usai, Ribuan Pemudik Masih Wara-wiri di Jatim

Di perbatasan Jawa-Bali juga terdapat satu pos penyekatan khusus. Di sana, petugas berhasil menjaring 570 kendaraan. Yakni terdiri 249 sepeda motor, 283 mobil, 23 bus dan 15 mobil barang.

Amerika Rusuh, WNI Diminta Patuhi Jam Malam
Dunia
Amerika Rusuh, WNI Diminta Patuhi Jam Malam

Perintah jam malam tersebut dapat berdampak konsekuensi hukum bagi yang melanggar. Namun perintah jam malam tidak berlaku untuk pekerja esensial.

Polisi Periksa Relawan Jokowi Sebagai Saksi
Indonesia
Polisi Periksa Relawan Jokowi Sebagai Saksi

Ambroncius mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (25/1) malam

Ekonomi Tiongkok Pulih Dengan Cepat
Dunia
Ekonomi Tiongkok Pulih Dengan Cepat

Aktivitas dan konsumsi menjelang liburan Tahun Baru Imlek bulan depan, juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Edhy Prabowo Dituntut 5 Tahun Penjara, Febri Diansyah: Inilah KPK Era Baru
Indonesia
Edhy Prabowo Dituntut 5 Tahun Penjara, Febri Diansyah: Inilah KPK Era Baru

JPU menuntut mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dengan hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan.

11.896 Pemudik dari Jabodetabek Tiba di Terminal Wonogiri Selama Sepekan
Indonesia
11.896 Pemudik dari Jabodetabek Tiba di Terminal Wonogiri Selama Sepekan

Pengalaman Ramadan sebelumnya perantauan dari Jabodetabek pulang ke kampung halaman pada pekan kedua dan ketiga puasa

Kerusuhan di Jakarta akibat Hasutan Sejumlah Aktivis
Indonesia
Kerusuhan di Jakarta akibat Hasutan Sejumlah Aktivis

Polisi menangkap sejumlah aktivis atas dugaan penghasutan serta menyebarkan ujaran kebencian berdasarkan SARA terkait demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.