Gempa Laut Sulawesi Magnitudo 7,7 Picu Tsunami Mikro, Warga Jangan Nekat Mendekat Pelabuhan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Gempa Laut Sulawesi Magnitudo 7,7 Picu Tsunami Mikro, Warga Jangan Nekat Mendekat Pelabuhan

Ilustrasi (Foto: pixabay/tumisu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Geliat Lempeng Laut Filipina mendadak menghentak ketenangan pagi, memicu kepanikan warga di sepanjang pesisir utara. Hantaman gempa laut sulawesi berkekuatan magnitudo 7,7 mengirimkan riak gelombang laut menuju daratan, memicu alarm peringatan dini tsunami berbunyi nyaring. Isu liar mengenai ancaman monster megathrust langsung berembus cepato Otoritas cuaca dan kebencanaan segera meluruskan fakta lapangan.

Baca juga:

Gempa M 7,7 Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi berhulu dari aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina. Karakteristik sumber runtuhan batu bawah laut ini terbukti bukan berasal dari zona megathrust.

Jadi, memang untuk data dari Pusat Gempa Nasional, wilayah Laut Filipina itu sudah tidak masuk lagi dalam zona megathrust, jadi ini adalah zona subduksi,

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.

Deformasi Batuan Laut dan Ancaman Gelombang Pertama

Meskipun bersumber dari zona non-megathrust, kekuatan guncangan raksasa tersebut tetap menyebabkan deformasi batuan bawah laut secara signifikan. Pergeseran vertikal ini spontan mendorong massa air hingga memicu tsunami skala mikro di beberapa titik pantai.

Hingga pukul 08.20 WIB, stasiun pemantau mencatat pergerakan air laut dengan rincian data:

  • Tinggi gelombang tsunami mikro: Berkisar antara 9 hingga 75 sentimeter.

  • Lokasi terdampak pertama: Desa Tanjung Sidupa, Bolaang Mongondow Utara.

  • Lokasi terdampak kedua: Desa Talengen, Kepulauan Sangihe.

BMKG mengingatkan masyarakat bawah deteksi awal ini baru merupakan gelombang fase pertama. Alat pemantau stasiun maritim masih terus bekerja merekam fluktuasi air.

“Kita akan terus memonitor, karena ini adalah masih gelombang yang pertama. Kita tentunya akan terus meng-update kepada rekan-rekan wartawan jikalau ada tercatat di lokasi yang lain,” kata dia.

Grafik Gempa Susulan Mulai Melandai

Baca juga:

BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan

Selain mengawasi pergerakan air laut, Pusat Gempa BMKG hingga pukul 07.40 WIB merekam sejumlah aktivitas tektonik lanjutan pascagempa utama pukul 06.37 WIB. Berikut adalah rekaman data aktivitas seismik terkini:

  • Jumlah gempa susulan: Tercatat sebanyak lima kali aktivitas seismik.

  • Tren kekuatan gempa: Mengalami penurunan magnitudo secara signifikan.

  • Status imbauan: Larangan berspekulasi tanpa dasar data ilmiah.

Melihat kondisi grafik yang terus melandai, BMKG meminta masyarakat pesisir utara dan timur Indonesia tetap tenang serta mengabaikan isu megathrust buatan pihak tidak bertanggung jawab.

Warga wajib mematuhi seluruh instruksi evakuasi resmi dari petugas posko bencana terdekat sampai status peringatan dini tsunami resmi dicabut.

#BMKG #BMKG Jabodetabek #Gempa #Gempa Megathrust
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan hingga Disertai Petir Akan Turun di Sebagian Wilayah Jakarta, Senin, 22 Juni 2026 Sore
Hujan disertai petir akan terjadi di Jakarta Selatan.
Frengky Aruan - Senin, 22 Juni 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan hingga Disertai Petir Akan Turun di Sebagian Wilayah Jakarta, Senin, 22 Juni 2026 Sore
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan, Minggu, 21 Juni 2026, Mulai Ringan hingga Disertai Petir
Hujan disertai petir akan terjadi di Pekanbaru (Riau), Pontianak (Kalimantan Barat), dan Tanjung Selor (Kalimantan Utara).
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan, Minggu, 21 Juni 2026, Mulai Ringan hingga Disertai Petir
Indonesia
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Untuk korban luka-luka akibat runtuhan material bangunan terdata mengalami kenaikan, di mana sebanyak 17 jiwa dilaporkan menderita luka berat dan 101 warga mengalami luka ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Indonesia
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
data serta peta sebaran potensi likuefaksi yang dirilis ini diharapkan dapat menjadi rujukan fundamental bagi jajaran pemerintah daerah setempat dalam merumuskan kebijakan penataan ruang dan zonasi wilayah aman.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
Indonesia
Suhu Dingin Bakal Melanda Berbagai Wilayah di Puncak Kemarau, Tahun 1994 Capai 17,4 Celcius.
Selain suhu udara yang lebih rendah, pihaknya mencatat adanya potensi kemunculan kabut pada musim kemarau, khususnya pada malam hingga pagi hari
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Suhu Dingin Bakal Melanda Berbagai Wilayah di Puncak Kemarau, Tahun 1994 Capai 17,4 Celcius.
Indonesia
Prakiraan Cuaca 19 Juni 2026: Jakarta Super Cerah, Kepulauan Seribu Mendung Tebal
Memasuki siang hari, cuaca terik masih bertahan di lima wilayah kota administratif Jakarta
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 19 Juni 2026: Jakarta Super Cerah, Kepulauan Seribu Mendung Tebal
Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia 19-22 Juni 2026: Belasa Kota-Kota di Indonesia Bakal Diguyur Hujan Ringan-Sedang
Meskipun indikator kategori "Siaga" (hujan lebat - sangat lebat) terpantau Nihil, potensi bahaya sekunder tetap mengintai
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia 19-22 Juni 2026: Belasa Kota-Kota di Indonesia Bakal Diguyur Hujan Ringan-Sedang
Indonesia
BMKG Ramal Langit Ibu Kota Bersih Tanpa Drama Hujan Sepanjang Rabu (18/6)
Cuaca Jakarta Hari Ini: BMKG Ramal Cerah Berawan Seharian
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
BMKG Ramal Langit Ibu Kota Bersih Tanpa Drama Hujan Sepanjang Rabu (18/6)
Indonesia
Kondisi Terkini Dampak Gempa Magnitudo 6,7 di Palu, Warga Mengungsi Mandiri Dengan Tenda Terpal
Terdeteksi aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 118 kali dengan tren magnitudo yang terus mengecil
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Kondisi Terkini Dampak Gempa Magnitudo 6,7 di Palu, Warga Mengungsi Mandiri Dengan Tenda Terpal
Indonesia
Gempa Palu, Sulteng, Korban Tewas dan Puluhan Bangunan Rusak Parah
Seorang warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Gempa Palu, Sulteng, Korban Tewas dan Puluhan Bangunan Rusak Parah
Bagikan