Gempa Cianjur Jadi Momentum Pemerintah Perbanyak Bangunan Tahan Bencana Personel TNI saat meninjau salah satu rumah yang rusak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akibat gempa Cianjut. Antara/Aditya Rohman

MerahPutih.com - Kejadian gempa Cianjur yang menewaskan banyak korban dan merusak ratusan bangunan, mesti dijadikan pelajaran berharga.

Anggota Komisi V DPR Suryadi Jaya Purnama, menilai, peristiwa gempa Cianjur mesti dijadikan Pemerintah untuk menyediakan rumah tahan gempa di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga:

Polri Terjunkan Puluhan Dokter Tangani Korban Gempa Cianjur

Termasuk melakukan edukasi atau penyuluhan terhadap masyarakat agar menyesuaikan rumah eksisting menjadi rumah tahan gempa dan bencana.

"Juga menggunakan bantuan uang dari Pemerintah untuk membangun rumah tahan gempa sesuai dengan standar SNI 1726-2019,” ungkap Suryadi dalam keterangan pers kepada wartawan, Rabu, (23/11).

Suryadi mendorong Pemerintah melalui kementerian atau lembaga terkait juga dapat memberikan perhatian terhadap desa-desa rawan bencana.

Sebab menurut data BPS pada tahun 2021, dari sekitar 81 ribu desa di Indonesia, baru 9.956 desa yang telah dilengkapi perlengkapan keselamatan dan 6.747 desa yang telah dilengkapi rambu-rambu dan jalur evakuasi.

Suryadi melihat, program mitigasi dan penanggulangan bencana tersebut belum terlihat serius. Misalkan Kementerian Desa PDTT pada tahun 2022 ini membuat program peningkatan kapasitas masyarakat dan aparatur Pemda dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dengan target hanya 400 orang.

"Itu pun akhirnya turun menjadi 120 orang saja,” terangnya.

Baca Juga:

Gibran Cairkan BTT untuk Korban Gempa Cianjur

Ia pun meminta setelah tahap tanggap darurat selesai dan masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, KemenPUPR dapat segera membangun Hunian Tetap (Huntap), menggantikan rumah-rumah masyarakat yang rusak berat.

“Huntap perlu dibangun KemenPUPR dengan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang dikembangkan oleh Puslitbangkim KemenPUPR," ujarnya.

Politikus PKS ini juga mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang memastikan negara akan membantu warga yang mengalami kerusakan rumah dengan sejumlah uang, yaitu rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta. Catatannya, rumah-rumah yang hendak dibangun haruslah berkonstruksi tahan gempa.

"Dengan demikian, warga yang menghuni rumah tersebut bakal aman,” tutup Suryadi.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa gempa di Cianjur tersebut sebenarnya tidak terlalu besar. Karena termasuk kategori gempa dangkal.

Namun peristiwa itu menimbulkan kerusakan signifikan. Salah satu penyebabnya adalah struktur bangunan di wilayah terdampak tidak memenuhi standar tahan gempa.

Selain itu, BMKG menjelaskan bahwa beberapa wilayah di Jawa Barat termasuk Cianjur, masuk ke dalam kawasan seismik aktif. Sehingga menjadikan wilayah-wilayah itu memang rawan dan sering terjadi gempa. (Knu)

Baca Juga:

Tim SAR Hadapi Sejumlah Kesulitan Cari Korban Gempa Hilang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Keberangkatan 26 Ribu Jemaah Umrah di Jatim Masih Tertunda
Indonesia
Keberangkatan 26 Ribu Jemaah Umrah di Jatim Masih Tertunda

Jemaah tidak ingin menambah biaya untuk karantina.

Tambal Subsidi Energi, Pemerintah Harus Terapkan Lagi Pajak Ekspor Batu Bara
Indonesia
Tambal Subsidi Energi, Pemerintah Harus Terapkan Lagi Pajak Ekspor Batu Bara

Windfall profit dari komoditas batu bara hanya dinikmati pengusaha yang tambah kaya di tengah penderitaan masyarakat.

Anies Sebut Gibran Berpeluang Maju Pilgub DKI 2024
Indonesia
Anies Sebut Gibran Berpeluang Maju Pilgub DKI 2024

"Dia (Gibran) punya modal pengalaman Solo lebih maju," kata Anies usai bertemu Gibran di Hotel Novotel Solo, Selasa (15/11).

Partai Gelora Akan Kumpulkan Seluruh Bacaleg di Ajang Rakornas
Indonesia
Partai Gelora Akan Kumpulkan Seluruh Bacaleg di Ajang Rakornas

Partai Gelora saat ini tengah menyiapkan regulasi dan persyaratan administrasi terkait proses pencalegan di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.

[HOAKS atau FAKTA]: Tahun Depan Uang Kertas Diganti Uang Digital
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Tahun Depan Uang Kertas Diganti Uang Digital

Tak ada pemberitahuan resmi bahwa metode pembayaran melalui uang kertas bakal dihapuskan.

Tiongkok Usir Kapal Perusak AS dari Kepulauan Paracel
Dunia
Tiongkok Usir Kapal Perusak AS dari Kepulauan Paracel

Amerika Serikat secara berkala melakukan misi yang disebutnya sebagai Operasi Kebebasan Bernavigasi di Laut China Selatan.

Aturan Rapat AKD DPR Guna Antisipasi COVID-19 di Kompleks Parlemen
Indonesia
Aturan Rapat AKD DPR Guna Antisipasi COVID-19 di Kompleks Parlemen

194 orang terkonfirmasi positif COVID-19 yang terdiri atas anggota DPR, tenaga ahli, dan aparatur sipil negara (ASN) di Kompleks Parlemen

Polri Selidiki Hubungan Lukas Enembe dengan Anton Gobay
Indonesia
Polri Selidiki Hubungan Lukas Enembe dengan Anton Gobay

Beredar di media sosial sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah orang yang tengah berfoto dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Waketum Gerindra Sebut Pilpres 2024 Momentum Prabowo jadi Pemimpin Negara
Indonesia
Waketum Gerindra Sebut Pilpres 2024 Momentum Prabowo jadi Pemimpin Negara

"Saya yakin inilah saatnya Pak Prabowo menang dan jadi pemimpin negara kita," tegas anggota Komisi III DPR RI ini.

Fokus India Setelah Terima Presidensi G20
Dunia
Fokus India Setelah Terima Presidensi G20

Selama keketuaannya, India akan menyelenggarakan pertemuan G20 di berbagai kota dan negara bagian,