Gempa Bumi Berskala 5,6 Skala Richter Guncang Sumba Barat Daya Ilustrasi Gempa Bumi. (Thepioneeronline)

MerahPutih.Com - Gempa bumi magnitudo berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR), Senin (6/8) malam dilaporkan menguncang barat daya Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa tersebut terjadi pada pukul 20.06.26 WITA dengan episentrum terletak pada 11.50 Lintang Selatan dan 118.19 Bujur Timur (BT), kata Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru- Kupang, Robert Owen Wahyu, Senin malam.

Gempa berlokasi pada 242 km barat daya, Sumba Barat Daya pada kedelaman 10 km.

Sebagaimana dilansir Antara, sampai berita ini ditayangkan, belum ada laporan mengenai dampak dan gempa susulan.

Berdasarkan laporan pihak BMKG gempa bumi tersebut juga dirasakan guncanganya oleh masyarakat di Sumba Barat Daya (Tambolaka) III-IV MMI (II SIG-BMKG), Sumba Timur (Waingapu) II-III MMI (I SIG-BMKG), dan Sumba Barat (Waikabubak) III-IV MMI (II SIG-BMKG). Dan gempa bumi tersebut juga tidak berpotensi tsunami.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta Timur (Foto: MerahPutih/Novriadi Sitompul)

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 5,4 skala ricther pernah mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, pada Rabu (4/7) lalu.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho mengatakan, penyebab gempa 7 SR di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sumba Barat Daya, berjenis gempa dangkal. Episenter darat gempa berkedalaman 15 km pada 18 km barat laut.

"Jenis gempa dangkal ini akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Arch Thrust), dibangkitkan deformasi bantuan dengan mekanisme pergerakan naik," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8).

Sutopo menerangkan, pergerakan Sesar Naik Flores di Lombok Utara menyebabkan kerawanan gempa. Menurut dia, Flores hingga Lombok terdapat patahan atau sesar yang memanjang.

"Jadi, patahan ini sebagai respons terhadap desakan Kontinen Australia. Sesar ini pernah dipetakan dalam Ekspedisi Marine Geology Rama oleh University California Santa Crus dan LIPI 1981," jelas Sutopo.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Wapres Jusuf Kalla: Pemerintah Segera Merehabilitasi Dampak Gempa NTB



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH