Geledah Perusahaan Bupati Langkat, KPK Amankan Bukti Transaksi Keuangan Gedung KPK. (Foto: MP/Dicke Prasetia)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di PT Dewa Rencana Peranginangin, Rabu (26/1). Perusahaan itu diduga milik Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin.

Penggeledahan berkaitan dengan kasus dugaan suap terkait proyek infrastuktur di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, yang menjerat Terbit sebagai tersangka.

Baca Juga:

Depan Wakil Rakyat, Firli Pamer KPK Selamatkan Uang Negara Rp 114 Triliun

"Ditemukan dan diamankan sejumlah uang tunai dan beberapa dokumen transaksi keuangan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (27/1).

Baca Juga:

Di DPR, Pimpinan KPK Ungkap Anggota Legislatif Paling Malas Lapor LHKPN

Namun, Ali masih belum merinci total uang yang ditemukan. Uang itu diduga terkait dengan kasus dugaan suap yang menimpa Terbit.

"Akan dianalisa kembali dan disita untuk menguatkan dugaan perbuatan tersangka TRP (Terbit) dan kawan-kawan," ujar Ali.

Baca Juga:

KPK Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Infrastruktur, Joko Widodo Ikut Diperiksa

Selain Terbit, dalam kasus ini KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka. Mereka yakni pihak swasta Muara Perangin Angin; Kepala Desa Balai Kasih Iskandar; kontraktor Marcos Surya Abdi; Kontraktor Shuhanda dan Kontraktor Isfi Syahfitra. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Konsumsi BBM di Solo Raya Diprediksi Naik 11 Persen saat Mudik Lebaran
Indonesia
Konsumsi BBM di Solo Raya Diprediksi Naik 11 Persen saat Mudik Lebaran

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di Soloraya diprediksi mengalami tren peningkatan saat Lebaran. Kenaikan diperkirakan mencapai 11 persen.

Hari Ini, Kasus Meninggal Akibat Terpapar COVID-19 Capai 22 Orang
Indonesia
Hari Ini, Kasus Meninggal Akibat Terpapar COVID-19 Capai 22 Orang

Kali ini, Sabtu (20/8) kasus harian COVID-19 di Indonesia dilaporkan bertambah 4.922.

Pemilu 2024 Diusulkan Pakai E-Voting, Ketua Komisi II: Rawan Praktik Manipulasi
Indonesia
Pemilu 2024 Diusulkan Pakai E-Voting, Ketua Komisi II: Rawan Praktik Manipulasi

"Menurut saya kita harus hati-hati betul karena juga di beberapa negara berkembang, e-voting ini juga sudah mulai terkoreksi karena juga rawan praktik manipulasi karena banyaknya hacker dan sebagainya," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/4).

Kesulitan DVI Polri Identifikasi Korban Gempa Cianjur
Indonesia
Kesulitan DVI Polri Identifikasi Korban Gempa Cianjur

Total korban yang sudah teridentifikasi oleh DVI Polri sebanyak 134 orang.

Ingin Ikut Mudik Gratis BTN, Simak Syarat Daftar dan Rutenya
Indonesia
Ingin Ikut Mudik Gratis BTN, Simak Syarat Daftar dan Rutenya

Ada tiga jalur mudik yang dilayani dalam kegiatan Mudik Sehat Bersama BUMN oleh Bank BTN.

68,5 Persen Masyarakat Dukung Kebijakan Tilang Elektronik
Indonesia
68,5 Persen Masyarakat Dukung Kebijakan Tilang Elektronik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menerapkan kebijakan baru melarang tilang manual dan menerapkan tilang elektronik.

NasDem Usung Anies Capres 2024, PKS Sebut Nasib Koalisi di Majelis Syuro
Indonesia
NasDem Usung Anies Capres 2024, PKS Sebut Nasib Koalisi di Majelis Syuro

PKS tak mempermasalahkan NasDem yang deklarasikan Anies secara mandiri, meskipun sudah santer rencana koalisi.

Gubes IPB Ingatkan Ketidakstabilan Sosial Politik Akibat Lonjakan Harga
Indonesia
Gubes IPB Ingatkan Ketidakstabilan Sosial Politik Akibat Lonjakan Harga

Pemerintah seharusnya dapat mengubah masalah melambungnya harga-harga komoditas pangan tersebut menjadi peluang meraih pendapatan yang signifikan.

Gerindra Terbuka NasDem Bergabung ke Koalisi Bersama PKB
Indonesia
Gerindra Terbuka NasDem Bergabung ke Koalisi Bersama PKB

Pertemuan ketiga partai politik di Sekber Gerindra-PKB tersebut menunjukkan bahwa politik berjalan cair.

Tolak Kirim Bantuan Senjata, Jokowi Undang Putin dan Zelenskyy ke Bali
Indonesia
Tolak Kirim Bantuan Senjata, Jokowi Undang Putin dan Zelenskyy ke Bali

Perang antara Rusia dengan Ukraina terus berkecamuk. Korban jiwa pun terus berjatuhan.