Geledah Kantor PT PKN, KPK Temukan Bukti Baru Kasus Nurdin Abdullah Tersangka Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kanan) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/3/2021). ANTARA FOTO/ Reno Esnir /aww

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti baru terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yang menjerat Gubernur nonaktif Sulsel, Nurdin Abdullah.

Bukti baru tersebut ditemukan tim penyidik saat menggeledah kediaman pemilik PT Purnama Karya Nugraha (PKN) di Kecamatan Marisol, Makassar dan Kantor PT PKN di Jalan G. Lokon, Makassar, pada Selasa (13/4).

Baca Juga

KPK Periksa Pegawai BUMN Hingga PNS Terkait Kasus Nurdin Abdullah

"Di lokasi tersebut ditemukan dan diamankan bukti berupa barang elekronik yang diduga terkait dengan perkara," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (14/4).

Ali mengatakan, barang bukti tersebut sudah diamankan tim penyidik. Bukti baru itu tengah dianalisis untuk kemudian dijadikan alat pembuktian dalam kasus ini.

"Selanjutnya bukti-bukti ini akan segera diverifikasi dan dianalisa untuk segera diajukan penyitaannya untuk melengkapi berkas perkara penyidikan dimaksud," ujar Ali.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dihadirkan pada jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) . ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dihadirkan pada jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) . ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.

Diketahui, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Pemprov Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto sebagai tersangka.

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Agung. Selain itu dirinya juga diduga menerima gratifikasi dengan total nilai Rp3,4 miliar. Suap diberikan agar Agung bisa mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di 2021. (Pon)

Baca Juga

KPK Periksa Transaksi Keuangan Nurdin Abdullah Lewat Sang Anak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua DPD Minta Jaminan Kesejahteraan Anak Yatim Piatu Korban COVID-19
Indonesia
Ketua DPD Minta Jaminan Kesejahteraan Anak Yatim Piatu Korban COVID-19

LaNyalla menyoroti kevalidan data jumlah anak yatim piatu yang kehilangan orang tua akibat COVID-19.

Artidjo Bagaikan Dewi Themis, dengan Mata Tertutup Menegakkan Timbangan yang Seimbang
Indonesia
Artidjo Bagaikan Dewi Themis, dengan Mata Tertutup Menegakkan Timbangan yang Seimbang

Sebagai hakim, Artidjo Alkostar meyakini ajaran Al-Qur'an bahwa di atas para hakim ada Ahkamul Hakimin, Allah SWT Yang Maha Adil

Polisi Olah TKP Penemuan Mayat Perempuan Terbakar di Dalam Mobil
Indonesia
Polisi Olah TKP Penemuan Mayat Perempuan Terbakar di Dalam Mobil

Sosok mayat perempuan ditemukan di dalam mobil saat kondisi mobil Xenia AD 5126 EA terbakar habis, Selasa (20/10) malam pukul 22.00.

Polisi Pastikan Tidak Ada Proses Seleksi Bagi 57 Mantan Pegawai KPK
Indonesia
Polisi Pastikan Tidak Ada Proses Seleksi Bagi 57 Mantan Pegawai KPK

Hingga kini ke-57 mantan pegawai KPK masih terus intensif melakukan komunikasi antarsatu sama lain.

DPR Ingatkan Soal Sosialisasi dan Distribusi Vaksin COVID-19
Indonesia
DPR Ingatkan Soal Sosialisasi dan Distribusi Vaksin COVID-19

Seluruh rakyat Indonesia dapat menerima vaksin, tak hanya sebatas usia 18-59 tahun yang sempat diberitakan sebelumnya.

Mantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Penjara Atas Berita Bohong Tes Usap RS Ummi
Indonesia
Mantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Penjara Atas Berita Bohong Tes Usap RS Ummi

Hanif dinyatakan bersalah, karena menyatakan Rizieq sehat ketika dirawat di RS Ummi pada November 2020 merupakan kebohongan karena hasil tes usap atau swab PCR-nya terjangkit COVID-19.

[Hoaks atau Fakta]: Rizieq Shihab Disiksa Polisi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Rizieq Shihab Disiksa Polisi

Itu merupakan rekaman dari video Rizieq yang marah kepada polisi .

Kampanye Pilkada Solo, Gibran-Teguh Habiskan Rp3,2 Miliar dan Bajo Rp110 Juta
Indonesia
Kampanye Pilkada Solo, Gibran-Teguh Habiskan Rp3,2 Miliar dan Bajo Rp110 Juta

KPU Kota Solo mengumumkan hasil laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) akhir kedua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

Tindaklanjuti Arahan Jokowi, Tito Terbitkan Tiga Inmendagri Tentang PPKM
Indonesia
Tindaklanjuti Arahan Jokowi, Tito Terbitkan Tiga Inmendagri Tentang PPKM

Inmendagri 31/2021 merupakan instruksi tentang pemberlakuan PPKM level 4 di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua

Cuma 25 Pemohon Yang Diprediksi Lolos Ambang Batas Perselisihan di MK
Indonesia
Cuma 25 Pemohon Yang Diprediksi Lolos Ambang Batas Perselisihan di MK

Meskipun hanya 25 daerah yang permohonannya memenuhi ambang batas, permohonan lain tidak serta merta tidak akan diterima Mahkamah Konstitusi.