Gelar Sosialisasi, INTI Ingatkan Anggotanya Jangan Golput Ketua Umum INTI Teddy Sugianto. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menggelar kegiatan Sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 di Kantor Sekretariat INTI Gedung MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3).

Juru Bicara INTI, Lexyndo Hakim, mengatakan bahwa Ketua Umum INTI Teddy Sugianto mengaku bangga sebagai rakyat Indonesia yang mana pada 17 April 2019 akan menorehkan sejarah baru dengan mengadakan pemilu serentak.

Adapun pada 17 April nanti sebuah pesta demokrasi yang pertama kalinya mengadakan pemilihan Presiden-Wakil Presiden dan anggota Legislatif secara bersamaan. "Karena pertama kali, tentunya banyak yang perlu kita pahami bersama secara tuntas mengenai Pemilu Serentak 2019 ini," kata Lexy membacakan pidato Teddy. '

Dengan begitu menurutnya, sudah kewajiban INTI sebagai organisasi berjiwa Pancasila yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, ikut berperan aktif mensukseskan Pemilu Serentak 2019 agar dapat berlangsung damai, jujur dan adil.

inti
Sosialisasi pemilu serentak yang diadakan Perhimpunan INTI di Jakarta, Sabtu (16/3). (MP/Asropih)

"Kembali saya tegaskan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, INTI secara organisasi adalah netral, independen, tidak berpolitik praktis dan tidak terkait dengan salah satu golongan atau partai politik," tutunya.

Namun demikian, lanjut Lexy, Perhimpunan INTI melakukan pendidikan politik kepada pengurus dan anggotanya serta mendorong kader-kader terbaik INTI untuk berpartisipasi dalam kontestasi politik sebagai bagian dari pengabdian untuk nusa dan bangsa.

"Sikap INTI tegas dan jelas dalam setiap Pemilu, memberi kebebasan kepada pengurus serta anggota untuk memilih sesuai keinginan dan hati nuraninya. Pilihan boleh berbeda tapi kita tetap bersaudara. Jaga terus persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Pada pesta demokrasi Pemilu serentak ini, Lexy mengajak, masyarakat untuk saling beradu ide gagasan yang membangun, tidak penyebaran hoaks, berita bohong dan ujaran kebencian.

"Kita ingatkan jangan golput, gunakan hak pilih kita untuk menentukan kemajuan Indonesia 5 tahun ke depan," tutup Lexy. (Asp)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh