Gelar Dangdutan, Golkar Cuma Beri Teguran Pada Wakil Ketua DPRD Tegal Dangdutan di Tegal saat COVID-19. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Ketua DPD Partai Golongan Karya Kota Tegal sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi, yang me nggelar dangdutan dengan didatangi ribuan orang hajatan, hanya menerima teguran keras dari pimpinan DPD Golkar Jawa Tengah.

Wakil rakyat ini dinilai Partai Golkar, telah mengabaikan penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan wabah COVID-19.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Panggah Susanto mengakui, kegiatan yang dilakukan kadernya itu telah menimbulkan kerumunan massa, apalagi banyak yang tidak memakai masker sehingga hal itu bertentangan dengan upaya pemerintah dalam menanggulangi dan memutus rantai penularan pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Dangdutan Wakil Ketua DPRD Tegal, Kapolsek Dicopot

Ia menyebutkan, pemerintah saat ini sedang memberlakukan protokol kesehatan untuk meminimalisasi penularan COVID-19. Terlebih saat ini pemerintah telah berkomitmen untuk menegakkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Panggah menegaskan, teguran keras ini juga menjadi peringatan bagi semua kader Partai Golkar agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.

"Pastinya begitu (agar semua kader Partai Golkar taat pada protokol kesehatan)," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo mengaku khilaf telah menyelenggarakan konser dangdut di tengah pandemi COVID-19.

"Semua proses (hukum) sudah berjalan dan saya telah menyampaikan permohonan maaf," katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya di Tegal, Jawa Tengah, Sabtu malam.

Ia mengatakan, saat ini dirinya masih terus mengikuti proses hukum terkait penyelenggaraan konser dangdut di Kota Tegal pada Rabu (23/9/2020) tersebut.

"Saat ini proses (hukum) belum selesai. Jadi, nanti saya ikuti saja lah dan kooperatif saja," katanya dilansir Kantor Berita Antara.

Wasmad mengaku dirinya diperiksa oleh polisi selama beberapa jam terkait klarifikasi pelaksanaan konser dangdut itu.

"Terus terang setelah ada hajatan, saya capek sekali. Namun, secara umum, saya sudah menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya, meski sebelumnya sudah dikoordinasikan," katanya.

Baca Juga:

Mahfud MD Minta Polri Pidanakan Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Dangdutan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Pelecehan dan Pemerasan Rapid Test di Bandara
Indonesia
Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Pelecehan dan Pemerasan Rapid Test di Bandara

Kasus ini bermula dari viralnya pengakuan wanita yang menjadi korban pelecehan saat menjalani rapid tes di Bandara Soekarno Hatta.

Pemerintah Perlu Waspadai Gerakan Terselubung Eks Anggota FPI
Indonesia
Pemerintah Perlu Waspadai Gerakan Terselubung Eks Anggota FPI

Pemerintah perlu menyikapi potensi aksi lanjutan kelompok yang dipimpin Rizieq Shihab itu usai dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Vaksin COVID-19 Diperkirakan Mulai Tersedia Akhir Oktober di Tiongkok
Indonesia
Vaksin COVID-19 Diperkirakan Mulai Tersedia Akhir Oktober di Tiongkok

Vaksin COVID-19 diperkirakan mulai tersedia paling cepat pada akhir bulan Oktober mendatang di Tiongkok.

Bareskrim Janji Transparan Usut Dugaan Rasisme terhadap Natalius Pigai
Indonesia
Bareskrim Janji Transparan Usut Dugaan Rasisme terhadap Natalius Pigai

Penyidik Bareskrim Polri mencari unsur pidana dalam kasus dugaan rasisme yang dilakukan Ketum Projamin Ambroncius Nababan terhadap mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Keluarga Besar Denjaka TNI-AL Dapat Bantuan 300 Alat Tes Cepat COVID-19
Indonesia
Keluarga Besar Denjaka TNI-AL Dapat Bantuan 300 Alat Tes Cepat COVID-19

Alat tes cepat juga dapat disalurkan Denjaka untuk membantu masyarakat sekitar lingkungan

Penyitaan Aset TPPU Harus Hati-Hati, Pakar: Jangan Sampai Rugikan Pihak Ketiga
Indonesia
Penyitaan Aset TPPU Harus Hati-Hati, Pakar: Jangan Sampai Rugikan Pihak Ketiga

Hal itu berbahaya karena menyangkut persepsi dan kepercayaan publik

Pilwalkot Solo, Bajo Penantang Gibran Pamer Desain Infrastruktur 4 Mega Proyek
Indonesia
Pilwalkot Solo, Bajo Penantang Gibran Pamer Desain Infrastruktur 4 Mega Proyek

Pemilihan Wali Solo tinggal menyisakan waktu 15 hari lagi.

GeNose Mulai Digunakan di Rumah Sakit
Indonesia
GeNose Mulai Digunakan di Rumah Sakit

Dian berharap dukungan dari instansi berwenang serta masyarakat agar proses tersebut berjalan lancar. Karena, tes menggunakan GeNose itu sifatnya murah, tidak invasif, dan mudah.

Wagub DKI Akui Mafia Tanah Sudah Lama Ada di Jakarta
Indonesia
Wagub DKI Akui Mafia Tanah Sudah Lama Ada di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta mengakui perkara tanah sudah sejak lama terjadi di ibu kota atau bukan hal baru.