Gegara Nonton Film, Dihukum Penjara 14 Tahun Anak-anak muda dilarang menonton K-Drama. (Foto: Unsplash/Thomas Evans)

MALANG benar nasib seorang anak berusia 14 tahun harus mendekam di penjara selama 14 tahun. Anak usia sekolah menegah pertama itu menurut Daily NK, tertangkap polisi tengah menonton film The Man From Nowhere, film Korea Selatan yang rilis di tahun 2010.

Mungkin bagi kita ini sangat mengherankan, menonton film adalah hal yang umum dilakukan semua orang. Namun hal itu tak berlaku di Korea Utara. Ada beberapa hal yang dianggap melanggar hukum di negara itu, salah satunya adalah menonton film Korea Selatan.

Baca Juga:

Melihat Perbedaan Korea Selatan dan Utara dari Segi Fashion

film
Hukuman menonton film Korea Selatan berlaku untuk semua tingkatan usia. (Foto: Unsplash/Micha Brändli)

Dilaporkan bahwa siswa berusia 14 tahun dari Kota Hyesan, Korea Utara itu dijatuhi hukuman 14 tahun kerja paksa karena tertangkap sedang menonton film itu selama kurang lebih lima menit.

Tahun lalu, Korea Utara memberlakukan Undang-Undang Penolakan Ideologi dan Budaya Reaksioner. Di bawah undang-undang ini, bila mendistribusikan video dan konten Korea Selatan dapat dihukum dengan hukuman mati. Sementara untuk warganya yang kedapatan menonton dapat dihukum 15 tahun kerja reformasi di penjara.

Undang-undang tersebut tidak membedakan hukuman bagi remaja dan orang dewasa. Pemerintah Korea Utara menggunakan siswa sekolah menengah ini sebagai contoh untuk memberikan pesan yang tegas pada generasi mudanya. Pemerintah tak memberikan kelonggaran hukuman hanya karena pelakunya masih muda. Karena itu anak-anak muda diberi tingkat disiplin yang sama seperti yang diterima oleh orang dewasa.

Film The Man From Nowhere adalah sebuah film laga Korea Selatan yang rilis pada 5 Agustus tahun 2010. Film berdurasi 1 jam 59 menit itu dibintangi oleh Won Bin, Kim Sae-ron dan disutradarai oleh Lee Jeong-beom.

Baca Juga:

Suka Budaya Korea Selatan? Yuk Intip Biaya Hidup Tinggal di Seoul vs Jakarta

film
Film 'The Man From Nowhere' yang dirilis tahun 2010. (Foto: Allkpop.com)

Tak pelak dunia hiburan Korea Selatan merasuki semua negara tak terkecuali Korea Utara. Inilah yang membuat Korea Utara berusaha menciptakan kedisiplinan pada warganya dengan undang-udang yang ketat.

Menurut hukum yang berlaku, orang tua dari siswa sekolah menengah tersebut juga akan menerima hukuman karena orang tua bertanggung jawab atas anak mereka. Pemerintah Korea Utara menyebutkan bahwa jika kejahatan terhadap Hukum Penolakan Ideologis dan Budaya Reaksioner terjadi, orang tua dianggap tidak memiliki tanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya. Maka mereka dikenakan denda sebanyak KRW100 ribu (Rp1,6 juta) hingga KRW200 ribu (Rp3,2 juta).

Muncul kekhawatiran di antara warga setempat bahwa orang tua dari siswa tersebut akan diasingkan atau dikirim ke kamp penjara politik daripada diberikan denda sederhana. Bisa saja ini terjadi jika sang anak diberikan hukuman yang berat, maka orang tua juga akan diberi hukuman yang berat.

Sebelumnya juga pernah terjadi pada bulan Februari lalu, seorang siswa laki-laki menjadi berita utama ketika dia ketahuan menonton pornografi di rumahnya. Dilaporkan bahwa dia dan orang tuanya dikirim ke penjara. (pid)

Baca Juga:

Mengenal Gippeumjo (Pasukan Kenikmatan) Milik Korea Utara

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasien COVID-19 Varian Delta Bisa Menyebarkan Virus 2 Hari sebelum Merasakan Gejala
Hiburan & Gaya Hidup
Pasien COVID-19 Varian Delta Bisa Menyebarkan Virus 2 Hari sebelum Merasakan Gejala

Varian Delta lebih kuat daripada coronavirus sebelumnya

Sekolah Segera Dibuka, Persiapkan Anak dengan 5 Hal Ini
Hiburan & Gaya Hidup
Sekolah Segera Dibuka, Persiapkan Anak dengan 5 Hal Ini

Menyuruh anak kembali ke sekolah setelah cukup lama belajar di rumah bisa menjadi tantangan.

Film Live-Action 'Gundam' akan Tayang di Netflix
ShowBiz
Film Live-Action 'Gundam' akan Tayang di Netflix

Pembuat film Jordan Vogt-Roberts (Kong: Skull Island) akan menyutradarai.

'CODA' Suarakan Keinginan Teman Tuli
ShowBiz
'CODA' Suarakan Keinginan Teman Tuli

Mengangkat kisah seorang anak dari keluarga teman tuli sebagai satu-satunya anggota yang dapat mendengar.

Lapangan Pekerjaan untuk Kaum Difabel di Perusahaan Energi
Fun
Lapangan Pekerjaan untuk Kaum Difabel di Perusahaan Energi

Komitmen untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi semua orang untuk mendapatkan penghasilan.

Jakarta 90 Gaungkan Pesan Jangan Takut Bersuara
ShowBiz
Jakarta 90 Gaungkan Pesan Jangan Takut Bersuara

Grup Band Jakarta 90 gaungkan pesan jangan takut bersuara

Kado Istimewa dari Barry Likumahuwa dan Teddy Adhitya untuk Kota Ambon
ShowBiz
Kado Istimewa dari Barry Likumahuwa dan Teddy Adhitya untuk Kota Ambon

Kado tersebut berupa gubahan ulang lagu daerah Maluku berjudul Nusaniwe dengan aransemen apik dari keduanya.

Nimble Produksi Pengisi Daya Ramah Lingkungan
Fun
Nimble Produksi Pengisi Daya Ramah Lingkungan

Perusahaan bernama Nimble turut bergabung dalam kampanye gerakan bebas sampah plastik.

King Shark Jadi Protagonis di Komik Solo Pertamanya
Fun
King Shark Jadi Protagonis di Komik Solo Pertamanya

King Shark lebih dikenal sebagai antagonis.

Persembahan untuk NAIF dari Diskoria, Ricky Surya Virgana, dan Isyana Sarasvati
ShowBiz
Persembahan untuk NAIF dari Diskoria, Ricky Surya Virgana, dan Isyana Sarasvati

Diskoria melakukan kolaborasi apik bersama Ricky Surya Virgana dari White Shoes & the Couples Company dan Isyana Sarasvati.