Gegara Leher Terjerat Benang Layang-layang, Pemotor di Solo Tewas Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Afrian Satya Permadi. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Seorang pengendara sepeda motor Yohanis Budi Santoso (21), warga Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah meninggal setelah secara tidak sengaja lehernya terjerat benang layang-layang yang melintang di jalan kampung, Kamis (11/6). Kasus ini merupakan yang pertama di Solo, orang naik motor terjerat benang layang-layang hingga tewas.

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Afrian Satya Permadi mengungkapkan, kasus tersebut bermula saat korban yang sehari-hari bekerja di sebuah bengkel motor di kawasan Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres sedang mencoba sepeda motor Kawasaki dengan Nopol AD 2393 QF yang telah selesai diperbaikinya.

Baca Juga:

KKP Kembali Tangkap 5 Kapal Asing Pencuri Ikan di Perairan Indonesia

Saat melintas di ruas Jalan Tangkuban Perahu dari arah selatan ke utara, di sisi kiri jalan ada anak yang sedang main layangan-layang dengan kondisi benangnya melintang ke jalan.

"Saat melintas korban tidak melihat adanya benang layangan-layang tersebut dan mengenai lehernya dan terjatuh. Korban (Budi) dievakuasi ke RSUD Dr Moewardi, tetapi tidak tertolong dan meninggal," ujar Afrian, Jumat (12/6).

 Sepeda motor Kawasaki berpelat nomor AD 2393 QF yang dikendarai Yohanis Budi Santoso (21) korban tewas akibat leher terkena benang layang-layang, Kamis (11/6). (MP/Ismail)
Sepeda motor Kawasaki berpelat nomor AD 2393 QF yang dikendarai Yohanis Budi Santoso (21) korban tewas akibat leher terkena benang layang-layang, Kamis (11/6). (MP/Ismail)

Afrian mengungatakan, hasil pemeriksaan benang layang-layang yang sangat tajam itu sudah mengenai pembuluh vena yang membut korban kehabisan darah dan meninggal dunia saat akan dibawa ke rumah sakit. Jenazah korban langsung dibawa keluarga untuk dimakamkan.

"Kami langsung melakukan penyelidikan kasus ini dengan melakukan olah tempat kejadian perkara," katanya.

Baca Juga:

Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Dituntut Setahun, Penegakan Hukum Dinilai Karut-marut

Ia menghimbau kepada masyarakat, terutama orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak main layang-layang di jalan kampung karena dapat membahayakan pengguna jalan. Satlantas menyarankan untuk main layang-layang di lapangan.

"Kami akan patroli untuk memberikan edukasi pada warga. Saat ini sedang libur sekolah akibat virus corona, banyak anak-anak main layang-layang pada sore hari," tutur dia. (Ism)

Baca Juga:

Dalih Polri tidak Hadir di Sidang Praperadilan Ruslan Buton


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH