Gara-gara Hal Ini, Kawasan Kota Tua tak Jadi Dibuka untuk Masyarakat Kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat pada Sabtu (18/9/2021). (ANTARA/Walda)

MerahPutih.com - Kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, tak jadi dibuka untuk masyarakat yang melakukan kegiatan olahraga pada Sabtu (18/9).

Salah satu petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya menyatakan, pihak pengelola masih menunggu QR Code PeduliLindungi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga

Wisatawan Indonesia Lebih Suka ‘Staycation’

"Pada Sabtu pekan lalu buka untuk ujicoba. Sekarang belum dibuka, karena masih nunggu barcode untuk dipasang," ujarnya.

Sebelumnya, pengelola kawasan Kota Tua di Jakarta Barat mengizinkan warga untuk berolahraga pada Sabtu dan Minggu pagi (18-19/9) mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

"Mulai dibuka untuk berolahraga pada Sabtu dan Minggu," kata Kepala Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kota Tua Dedy Tarmizi, Jumat (17/9).

Museum Fatahillah

Pada saat itu, Dedy Tarmizi mengatakan, pengelola hanya mengizinkan warga beraktivitas olahraga di Kota Tua, sedangkan untuk kegiatan wisata masih menunggu kebijakan dari pemerintah.

"Olahraga terbatas di plaza khusus Sabtu dan Minggu pagi," ujar Tarmizi.

Tarmizi juga menyatakan, belum bisa memastikan waktu operasional tempat wisata KOta Tua akan dibuka kembali.

Saat ini, lokasi yang sudah beroperasi di kawasan Kota Tua, yakni hotel, restoran, dan kafe. "Untuk museum belum bisa buka," kata dia.

Tarmizi menegaskan masyarakat yang ingin berolahraga di kawasan Kota Tua harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak berkerumun. (*)

Baca Juga

Membedah Artefak Peninggalan Prasejarah Tatar Sunda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penjelasan Imigrasi soal Kedatangan 20 TKA Tiongkok ke Makassar
Indonesia
Penjelasan Imigrasi soal Kedatangan 20 TKA Tiongkok ke Makassar

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengklaim 20 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China masuk ke Indonesia sebelum masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

MAKI Minta KPK Ungkap Sosok 'King Maker' dalam Kasus Pinangki
Indonesia
MAKI Minta KPK Ungkap Sosok 'King Maker' dalam Kasus Pinangki

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap sosok 'King Maker' yang berada di balik kasus pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk kepentingan Djoko Tjandra.

[HOAKS atau FAKTA]: Daftar Ikut Vaksin Nusantara Bisa Lewat WhatsApp
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Daftar Ikut Vaksin Nusantara Bisa Lewat WhatsApp

Beredar di Facebook informasi tentang pendaftaran Vaksin Nusantara dengan cara mengirimkan data diri orang yang akan divaksin dan menggirimkannya ke nomor WA +62 811 372 683.

Pemerintah Diminta Serius Tangani KKB di Papua
Indonesia
Pemerintah Diminta Serius Tangani KKB di Papua

Sukamta menyarankan pemerintah melakukan langkah penyelesaian masalah di Papua secara komprehensif

Sultan HB X Syaratkan Cakupan Vaksinasi 80 Persen untuk Buka Lokasi Wisata
Indonesia
Sultan HB X Syaratkan Cakupan Vaksinasi 80 Persen untuk Buka Lokasi Wisata

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajukan sejumlah syarat untuk membuka destinasi wisata.

Jalur Kereta di Wilayah Daop 8 Aman Pasca Gempa Magnitudo 6,2
Indonesia
Jalur Kereta di Wilayah Daop 8 Aman Pasca Gempa Magnitudo 6,2

Gempa magnitudo 6,2 tersebut tak berpotensi tsunami

Pemprov DKI dan Jatim Jalin Misi Dagang Senilai Rp 3,9 Miliar
Indonesia
Pemprov DKI dan Jatim Jalin Misi Dagang Senilai Rp 3,9 Miliar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Timur menjalin kerja sama dalam kegiatan 'Misi Dagang dan Investasi' senilai Rp 3.925.000.000.

Ini Kata Wagub Ariza Menanggapi Masuknya Varian Baru COVID-19 ke Jakarta
Indonesia
Ini Kata Wagub Ariza Menanggapi Masuknya Varian Baru COVID-19 ke Jakarta

DKI Jakarta meminta kepada warganya untuk waspada tekait sudah masuknya kasus varian baru COVID-19 di ibu kota.

Baru Hirup Udara Bebas, Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Kembali Ditangkap KPK
Indonesia
Siapkan Anggaran Rp400 Miliar, Pemprov DKI Targetkan 300 Ribu Sumur Resapan
Indonesia
Siapkan Anggaran Rp400 Miliar, Pemprov DKI Targetkan 300 Ribu Sumur Resapan

Pemprov DKI Jakarta berencana akan membangun 300 ribu sumur resapan sepanjang tahun 2021 hingga 2022.