Gegara Corona, Yogyakarta Sepi! Kondisi pariwisata Yogyakarta sebelum terkena dampak Covid-19. (Foto: MP/Teresa Ika)

SEPI! Kunjungan wisata ke Yogyakarta merosot tajam akibat pandemi COVID-19. Hotel dan penginapan pun ramai ramai banting harga demi menggaet pengunjung.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan okupansi hunian di hotel dan penginapan kini anjlok parah.

Baca Juga:

TNI Bentuk 4 Komando COVID-19, Anggotanya Semua Pasukan Elit

jogja
Jalan Malioboro, ikon Kota Yogyakarta yang sepi. (Foto: MP/Teresa Ika)

"Okupansi hotel bintang hanya dikisaran 10 sampai 30 persen per hari ini. Yang non bintang lebih parah, maksimal hanya 20 persen. Bahkan ada yang kosong pengunjung,"katanya di Yogyakarta, Senin (23/03).

Tingkat kunjungan ini jauh lebih menyedihkan dibanding saat masa low session. Hal ini membuat pengusaha hotel terpaksa obral harga. Begitu juga dengan pengusaha restoran, sama-sama mengalami kelesuan.

"Bahkan persaingan tarif hotel sekarang sudah tidak sehat lagi," katanya prihatin.

Sayangnya tindakan ini belum mampu mengerek kunjungan wisata. Apalagi Pemda DIY turut menerapkan social sistancing dan menghimbau warga untuk melakukan isolasi diri dalam rumah selama 14 hari.

Baca Juga:

Sri Sultan Siapkan 2 Rumah Sakit untuk Isolasi Pasien Positif Corona

jogja
Toko-toko sepi di kota yogyakarta. (Foto: MP/Teresa Ika)

Kendati demikian sebagian besar perhotelan dan restauran memutuskan tetap beroperasional.
Demi bertahan hidup, beberapa perhotelan dan penginapan terpaksa melakukan lay off atau merumahkan sebagian karyawan sementara waktu.

Namun, Dedy belum mendapat laporan adanya PHK karyawan.

"Bukan PHK tapi merumahkan sementara saja. Kita kita tetap buka tetapi SDM kita kurangi saja biar tidak menimbulkan polemik baru," tegasnya.

Ia berharap agar pemerintah bisa memberikan stimulus atau keringanan pembiayaan kepada pengusaha pariwisata.

Sementara itu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X tengah mempertimbangkan adanya pemberian stimulus dan keringanan biaya kepada para pengusaha. Hal ini dilakukan guna mengurangi beban para pengusaha akibat pandemi COVID-19. (*)

Baca Juga:

Sultan HB X Tegaskan Yogyakarta Belum Lockdown, Tapi Calmdown

Tulisan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah DI.Yogyakarta dan sekitarnya.

Kredit : patricia


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH