Gedung BAT Cirebon, Saksi Bisu Kejayaan Tembakau di Cirebon Gedung BAT yang menjadi bukti peninggakan zaman kolonial. (Foto: MP/Mauritz)

GEDUNG British American Tobacco (BAT) adalah tempat industri pabrik rokok yang terkenal dan menjadi salah satu ikonik dari Kota Cirebon. Gedung yang berada di Jl. Pasuketan Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon ini memiliki luas hampir satu hektare.

Gedung ini memiliki gaya arsitektur khas kolonial Belanda. Karena itulaj kemudian menjadi daya tarik warga dan para pelancong di Kota Cirebon. Tentunya gedung ini kemudian menjadi latar pada banyak foto pengunjungnya.

Baca Juga:

Geliat Perekonomian Masyarakat di Objek Wisata Kura-Kura Belawa Cirebon

cirebon
Gedung BAT yang bergaya Art Deco. (Foto: MP/Mauritz)

Gedung yang oleh warga Cirebon dikenal sebagai Gedung BAT ini, sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Cirebon. Sesuai yang terpampang di bagian depan, bangunan ini dibangun pada tahun 1924 yang dirancang oleh Biro Arsitek Eduard Cuypers and Hulswit dengan gaya Art Deco.

Awalnya, bangunan ini adalah perusahaan rokok SS Michael. Sebelum tahun 1925, aset perusahaan itu kemudian dibeli oleh PT BAT. Pada tahun 1930, BAT sudah menjadi pabrik rokok besar yang memiliki kapasitas produksi mencapai 17.5 juta batang rokok sehari (memori Residen Cirebon C.J.A.E.T Hiljee, 3 Juni 1930), dengan jumlah pekerja sekitar 1.700 orang.

Pengurus gedung BAT, Muhamad Yusuf mengatakan, bahwa Gedung BAT merupakan bangunan milik perusahaan asal Inggris yang difungsikan sebagai pabrik untuk pembuatan rokok. Rokok-rokok yang biasa diproduksi antara lain Lukcy Strike, Pall Mall, Ardath, Kansas, Commfill, dan sebagainya. Adapun rokok-rokok yang diproduksi di bawah tahun 1960 adalah Double Ace, Gold Fish, Mascot, Medal, Kresta, Pirate, Bison, dan rokok khusus untuk militer.


Baca Juga:

Mempertahankan Kaladama Khas Cirebon Timur

cirebon
Gedung BAT yang menjadi salah satu ikon Kota Cirebon. (Foto: instagram@cirebonpunya)


Gedung ini sempat mengalami masa-masa sulit, terutama di era pendudukan Jepang. Kemudian, BAT kembali pada tahun 1949. Sayangnya, produksinya berhenti sejak 2010 lalu, karena penjualannya kian menurun. Sekarang produksinya sudah dipindahkan ke Malang di Bentoel Grup.

"Produksi rokok di gedung ini dihentikan pada 2010 lalu, lantaran berbagai macam alasan," jelasnya.

Kini bangunan BAT dibiarkan kosong bertahun-tahun. Meskipun begitu namun jalanan di depan Gedung BAT tak kurang dari berbagai aktivitas warga. Baik itu hanya berfoto-foto, maupun hanya sekedar menghabiskan waktu. Para wisatawan sepertinya kurang afdol bila belum berfoto di depan gedung bersejarah ini. (*)

Baca Juga:

Pesona GKI Indramayu, Gereja Tertua di Indramayu

Tulisan dari Mauritz kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Kredit : mauritz


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH