Gede Pasek Sebut Tuduhan SBY Terkait Kecurangan Pemilu 2024 Bermotif Politis I Gede Pasek Suardika (Foto: ANTARA )

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) I Gede Pasek Suardika menanggapi tudingan kecurangan di pemilu 2024 yang dilontarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, tuduhan itu bermotif politis.

Sebab, ayahanda AHY itu menilai dalam parameter, jika anaknya tidak menjadi capres atau cawapres, maka ada kecurangan dalam pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga

Jokowi jadi Sasaran SBY soal Tuduhan Kecurangan Pemilu 2024

"Parameter yang terukur itu harus dibuktikan secara yuridis. Ini konteks yang disampaikan itu soal kemungkinan gagal anaknya jadi pasangan capres-cawapres, terlebih publik membaca soal itu," tegas Gede Pasek di Jakarta, Minggu (25/9)

Selain itu, Gede Pasek juga menilai, figur AHY sebagai tokoh di pilpres 2024 kurang kuat. AHY tidak mempunyai jam terbang yang mumpuni dalam memimpin sebuah negara.

Menurut Gede, elektabilitas AHY sangat rendah saat ini. Hal ini masih sejalan dengan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2017 lalu di mana perolehan suara AHY masih menempati urutan ketiga saat itu.

"Karena mas AHY kan belum pernah terjun, terlebih kemampuan elektoral mas AHY di DKI nomor 3. Jadi kan tidak bisa dijual itu, sehingga harus orang lain yang dijual," kata bekas kader Partai Demokrat ini.

Sebelumnya, SBY menegaskan dirinya siap turun gunung karena adanya tanda-tanda kecurangan pada Pemilu Serentak 2024.

Hal ini disampaikan SBY dalam video yang beredar di kalangan awak media sebagaimana dikutip MerahPutih.com, Sabtu (17/9). Menurut SBY, ada upaya untuk mengatur Pilpres hanya diikuti oleh 2 pasangan capres-cawapres.

"Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," ujar SBY.

Baca Juga

Demokrat Bongkar Upaya PDIP Jegal SBY Maju Pilpres 2009

Video tersebut kemungkinan besar diambil pada saat acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Kamis-Jumat (15-16 September 2022).

"Konon akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," ujar SBY.

SBY mengaku dirinya juga mendapat kabar bahwa partai oposisi seperti Demokrat dicegah untuk mengusung capres-cawapres sendiri. SBY menyebut upaya tersebut merupakan sesuatu tindakan jahat.

"Informasinya, Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapres sendiri, bersama koalisi tentunya. Jahat bukan?" ujar SBY.

Menurut SBY, indakan seperti itu telah menginjak-injak hak rakyat. Padahal, Presiden ke-6 RI itu Pemilu adalah hak rakyat.

"Menginjak-injak hak rakyat, bukan? Pikiran seperti itu batil. Itu bukan hak mereka. Pemilu adalah hak rakyat, hak untuk memilih dan hak untuk dipilih. Yang berdaulat juga rakyat," tegas SBY.

SBY mengingatkan 10 tahun pemerintahannya, tidak pernah ada upaya melakukan kecurangan pada pemilu. Apalagi mencegah partai mengusung pasangan capres-cawapres di Pilpres.

"Dan ingat, selama 10 tahun lalu kita di pemerintahan dua kali menyelenggarakan Pemilu termasuk Pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," kata SBY. (Knu)

Baca Juga

SBY Turun Gunung karena Anggap Ada Tanda-Tanda Kecurangan Pemilu 2024

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPATK-Bappebti Bakal Awasi Transaksi Aset Kripto
Indonesia
PPATK-Bappebti Bakal Awasi Transaksi Aset Kripto

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan mengawasi secara ketat transaksi aset kripto atau transaksi yang menggunakan mata uang kripto.

Demokrat Sebut Tuduhan Said Abdullah Merupakan Pandangan yang Picik
Indonesia
Demokrat Sebut Tuduhan Said Abdullah Merupakan Pandangan yang Picik

Pertemuan bakal calon presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapat respons positif dari politikus Partai Demokrat.

Jelang Tahun Baru, Polres Jakpus Gagalkan Peredaran 25 Kg Sabu
Indonesia
Jelang Tahun Baru, Polres Jakpus Gagalkan Peredaran 25 Kg Sabu

Polres Metro Jakarta Pusat pun menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 25 kilogram. Barang haram ini rencananya akan diedarkan pada malam pergantian tahun baru 2022.

Anies Dipastikan Hadiri Salat Idul Fitri di JIS
Indonesia
Anies Dipastikan Hadiri Salat Idul Fitri di JIS

"Kalau pak anies pastinya dateng ke JIS pas salat Idul Fitri," kata Aceng Zaini saat dikonfirmasi awak media, Kamis (21/4).

Salat Id di JIS, Warga Diminta Pakai Angkutan Umum
Indonesia
Salat Id di JIS, Warga Diminta Pakai Angkutan Umum

Ada pula lima kantong parkir yang dapat digunakan di dekat JIS, yakni RSPI Soelianti Saroso, Univ. 17 Agustus, Graha YKI, D’Arcici, dan Ruko Sunter Nirwana.

Pembebasan Lahan Tol Kartasura-Klaten Capai 77,42 Persen
Indonesia
Pembebasan Lahan Tol Kartasura-Klaten Capai 77,42 Persen

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY mencatat pembebasan lahan proyek jalan nasional tol Solo-Jogja ruas Kartasura-Klaten Capai 77,42 Persen.

Direktorat Tindak Pidana Siber Segera Dibentuk di Setiap Polda
Indonesia
Direktorat Tindak Pidana Siber Segera Dibentuk di Setiap Polda

Ancaman serangan siber khususnya terhadap kebocoran data bisa terjadi kapan saja.

Kronologis Pasien Omicron Lolos Karantina di Wisma Atlet
Indonesia
Kronologis Pasien Omicron Lolos Karantina di Wisma Atlet

Pasien karantina lolos pengawasan dari Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet merupakan perempuan yang baru datang dari Inggris.

Pemerintah Diminta Bikin Skema untuk Penerima Booster yang Tak Punya Gadget
Indonesia
Pemerintah Diminta Bikin Skema untuk Penerima Booster yang Tak Punya Gadget

Legislator dapil Jawa Barat VIII itu meminta pemerintah memastikan stok vaksin yang akan digunakan untuk booster

Oded M.Danial Meninggal, Yana Ambil Alih Tugas Wali Kota Bandung
Indonesia
Oded M.Danial Meninggal, Yana Ambil Alih Tugas Wali Kota Bandung

Yana meminta seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung tetap melaksanakan tugas dan wewenangnya seperti biasa.