Gaza Berkecamuk, Pasukan Israel Bentrok dengan Demonstran Palestina Polisi Israel mengelilingi bangunan sementara pemukim Israel berdiri di atap dekat bendera Israel dan spanduk, di kawasan Netiv Haavot, pemukiman Elazar, Tepi Barat (ANTARA FOTO/REUTERS/Ronen Zvulun)

MerahPutih.Com - Konflik Tepi Barat kembali berkecamuk seiring pengakuan Presiden Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pasukan Israel terlibat bentrok dengan demonstran Palestina di Jalur Gaza yang diduduki Israel.

Dalam insiden itu berdasarkan laporan tim medis sekitar 31 orang terluka akibat tembakan tentara Israel.

Di kota-kota Tepi Barat, yaitu Hebron dan Al-Bireh, ribuan pengunjuk rasa menggaungkan kata-kata "Yerusalem adalah ibu kota Negara Palestina", kata sejumlah saksi mata sebagaimana dilansir Antara dari Reuters pada Kamis (7/12). Beberapa warga Palestina melemparkan batu-batu ke arah tentara Israel.

Sebelas demonstran terkena tembakan senjata dan 20 lainnya terkena peluru karet, kata sumber-sumber medis.

Seorang juru bicara militer mengatakan para tentara menggunakan "perlengkapan pembubar huru-hara" terhadap ratusan warga pelempar batu.

Di Jalur Gaza, puluhan penentang berkumpul di pagar perbatasan dengan Israel dan melempari tentara di seberang mereka dengan batu. Tujuh pengunjuk rasa terluka karena tembakan, salah satunya berada dalam kondisi kritis, kata kementerian kesehatan.

Empat orang mengalami luka akibat tembakan di Tepi Barat dan 20 lainnya terkena peluru karet, kata sejumlah pejabat kesehatan.

Pihak berwenang Palestina mengimbau agar aksi massal digelar untuk menentang pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu soal pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kotanya yang abadi dan tak terbagi sementara Palestina telah berencana untuk menjadikan bagian timur kota itu sebagai ibu kota negaranya kelak. Wilayah itu dicaplok Israel dalam perang Timur Tengah 1967, tindakan yang tidak diterima oleh masyarakat internasional.

Para anggota kelompok-kelompok bersenjata, termasuk dari faksi asal Presiden Palestina Mahmoud Abbas, muncul pada konferensi pers di Gaza. Mereka tampil dengan menggunakan penutup muka dan menyerukan agar pertahanan bersenjata di Tepi Barat dilanjutkan.

Mahmoud Abbas berkunjung ke ibu kota Jordania, Amman, untuk bertemu dengan Raja Abdullah. Dalam pertemuan itu, Abbas memaparkan perkembangan terakhir, kata kantor berita Wafa.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


body>